- Penggunaan mata uang Yuan Tiongkok (RMB) di pasar domestik Indonesia mengalami peningkatan signifikan dipicu oleh adopsi Local Currency Transaction(LCT).
- Nilai kerja sama LCT antara Indonesia dan China kini telah menyentuh angka setara US$3,7 miliar per bulan, dengan total akumulasi tahun lalu mencapai US$25 miliar.
- Bank Indonesia memastikan perbankan dalam negeri siap melayani berbagai jenis transaksi Yuan, mulai dari pasar spot, swap, hingga forward.
LANGGAMPOS.COM - Mata uang Yuan Tiongkok kini kian akrab dalam lalu lintas keuangan di dalam negeri. Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan aktivitas ini terjadi seiring pesatnya pertumbuhan kerja sama Local Currency Transaction(LCT) antara Indonesia dan Tiongkok.
Skema penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal ini terus menunjukkan tren positif. Saat ini, realisasi LCT dengan Negeri Tirai Bambu tersebut bahkan telah menembus angka setara US$3,7 miliar setiap bulannya.
Jika menilik ke belakang, performa sepanjang tahun lalu tidak kalah mengesankan. Akumulasi nilai transaksi bilateral yang menggunakan mata uang nonsolar ini sukses menyentuh angka fantastis, yakni setara US$25 miliar.
Dominasi Mata Uang Tiongkok dalam Sistem LCT Nasional
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, membenarkan bahwa penguatan posisi mata uang Yuan di pasar domestik merupakan dampak langsung dari besarnya volume perdagangan kedua negara.
"Sekarang Chinese Yuan itu juga sudah ditransaksikan dalam negeri, karena lokal currency transaksi kita dengan Tiongkok itu yang terbesar," kata Perry dikutip, Minggu (31/5/2026).
Fakta ini menempatkan Tiongkok sebagai mitra LCT terbesar bagi Indonesia saat ini. Hubungan dagang yang kuat mendorong kebutuhan akan opsi pembayaran yang lebih efisien tanpa ketergantungan pada dolar AS.
Kesiapan Infrastruktur Perbankan Domestik
Merespons tren yang terus mendaki ini, sektor perbankan nasional bergerak cepat. BI memastikan infrastruktur keuangan di dalam negeri sudah sangat mumpuni untuk mengadopsi perubahan ini.
Bank-bank domestik kini telah dipersenjatai dengan fasilitas transaksi yang lengkap. Langkah ini sejalan dengan komitmen otoritas moneter yang terus menambah instrumen keuangan pendukung.
Ragam Pilihan Instrumen Keuangan Berbasis Yuan
Para pelaku usaha kini memiliki fleksibilitas tinggi dalam mengelola dana Yuan mereka. Layanan yang tersedia di bank lokal mencakup kebutuhan transaksi jangka pendek maupun mitigasi risiko jangka panjang.
Masyarakat dan pelaku bisnis dapat memanfaatkan opsi transaksi tunai atau pasar spot. Selain itu, instrumen lindung nilai seperti currency swapdan transaksi forwardjuga sudah tersedia luas.
"Jadi Bapak-Ibu sekalian kalau punya Chinese Yuan di dalam negeri sudah banyak, itu bisa langsung transaksikan, mau tunai spot boleh, mau swap boleh, juga mau kemudian digunakan untuk forward juga boleh," ujar Perry.
Kemudahan instrumen ini diharapkan mampu menekan biaya konversi mata uang dalam kegiatan ekspor-impor. Ke depan, diversifikasi mata uang melalui LCT dinilai akan memperkuat stabilitas rupiah dari guncangan global. (*)
#FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa yang dimaksud dengan LCT (Local Currency Transaction)?
LCT adalah penyelesaian transaksi bilateral antara dua negara yang dilakukan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara, bukan menggunakan mata uang global seperti Dolar AS.
Mengapa transaksi mata uang Yuan meningkat di Indonesia?
Peningkatan ini terjadi karena volume perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok sangat besar, didukung oleh fasilitas skema LCT yang membuat transaksi menjadi lebih efisien dan murah.
Jenis transaksi Yuan apa saja yang dilayani oleh perbankan Indonesia?
Perbankan domestik saat ini melayani transaksi tunai (spot), currency swap, serta transaksi berjangka (forward).
Hashtag:
#LCTIndonesia #BankIndonesia #YuanChina #EkonomiNasional #InvestasiBilateral #KursMataUang #DolarAS


