- Dekranasda HSS berkomitmen mengintegrasikan karya busana siswi SMKN 1 Kandangan ke dalam program ekonomi kreatif daerah.
- Ketua Dekranasda HSS memuji kualitas jaket, rompi, dan tas berbahan kain Sasirangan hasil produksi pelajar.
- SMKN 1 Kandangan berencana membuka jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) guna memperkuat digitalisasi produk lokal.
LANGGAMPOS.COM - Kain Sasirangan tidak lagi sekadar lembaran kain adat, melainkan telah bertransformasi menjadi produk fesyen modern yang memikat di tangan para pelajar.
Langkah kreatif ini mendapat apresiasi langsung dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan.
Melalui kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Kandangan pada Jumat lalu, lembaga ini menegaskan komitmennya untuk menyinergikan potensi sekolah dengan program pemda.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda HSS, Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, melihat dari dekat proses produksi busana di ruang praktik siswa.
Didampingi Wakil Ketua Dekranasda HSS, Hj. Misnawati Suriani, rombongan mengamati setiap detail pembuatan jaket berbahan Sasirangan yang menjadi produk unggulan.
Menelusuri Dapur Produksi Fesyen Milenial
Para pengurus Dekranasda menyaksikan langsung dedikasi para siswi yang terampil mengoperasikan mesin jahit dan menyusun pola pakaian.
Peninjauan ini mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari tahap awal perancangan desain, pemilihan material kain, hingga proses penjahitan akhir.
Produk yang dihasilkan tidak kalah dengan buatan industri mapan, menampilkan potongan modern yang menyasar segmen pasar generasi muda.
Suasana ruang praktik mendadak ceria saat Hj. Mustaidah dan Hj. Misnawati memutuskan untuk mencoba langsung rompi hasil kreasi para siswi tersebut.
Tidak hanya rompi, sebuah tas jinjing bermotif etnik khas Kalimantan Selatan juga turut menarik perhatian dan mendapat pujian dari rombongan.
Mendorong Karya Lokal Menembus Pasar Lebih Luas
Apresiasi ini menjadi bukti nyata bahwa keterampilan vokasi anak daerah mampu bersaing dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Ketua Dekranasda HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, menyampaikan rasa bangga atas semangat, kreativitas, dan inovasi yang ditunjukkan para pelajar.
"Potensi generasi muda di bidang fesyen dan kerajinan perlu terus didorong, agar mampu berkembang menjadi produk yang bernilai ekonomi dan memiliki daya saing," ujarnya.
Pemerintah daerah melalui Dekranasda berjanji akan membuka pintu kolaborasi yang lebih lebar bagi sektor pendidikan kejuruan di bumi Antaludin.
Langkah ini diambil agar hasil karya para siswi tidak berhenti sebagai tugas akhir sekolah, melainkan masuk ke dalam rantai pasok industri kreatif.
Sinergi Vokasi dan Ekosistem Ekonomi Kreatif
Respons positif dari jajaran pemerintah daerah ini disambut hangat oleh pihak sekolah sebagai suntikan moral yang sangat berharga.
Kepala SMK Negeri 1 Kandangan H. Nu'mannul Hakim menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Dekranasda HSS.
"Kunker ini juga menjadi motivasi bagi para siswa dan tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif," ucapnya.
Guna menjawab tantangan pasar digital, pihak sekolah juga memaparkan cetak biru pengembangan institusi ke depan yang lebih modern.
Satu di antaranya adalah rencana peluncuran kompetensi keahlian baru, yaitu jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam waktu dekat.
Kurikulum baru ini dirancang untuk melengkapi kemampuan produksi fesyen yang sudah ada dengan keahlian pemasaran digital.
Kolaborasi multimedia dan tata busana ini diharapkan mempercepat digitalisasi serta memperluas jangkauan promosi produk lokal Hulu Sungai Selatan.
(*)
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa tujuan utama kunjungan Dekranasda HSS ke SMKN 1 Kandangan?
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung potensi kerajinan siswa serta menyinergikan hasil karya mereka dengan program pengembangan ekonomi kreatif Pemerintah Kabupaten HSS.
Produk apa saja yang menjadi unggulan hasil karya siswi SMKN 1 Kandangan?
Para siswi sukses memproduksi jaket, rompi, dan tas modern yang memanfaatkan kain Sasirangan, kain batik tradisional khas Kalimantan Selatan.
Bagaimana bentuk dukungan Dekranasda HSS terhadap para pelajar tersebut?
Dekranasda HSS siap membuka ruang kolaborasi dan membantu mempromosikan hasil karya siswa agar dikenal lebih luas melalui berbagai program pemerintah daerah.
Jurusan baru apa yang akan dibuka oleh SMKN 1 Kandangan untuk mendukung industri kreatif?
Sekolah berencana membuka jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) guna memperkuat strategi promosi, branding, dan digitalisasi produk lokal.
#EkonomiKreatifHSS #SasiranganModern #SMKN1Kandangan #DekranasdaHSS #FesyenLokal #HuluSungaiSelatan


