Iklan

Redaksi
Friday, July 10, 2026, 7:28 PM WIB
Last Updated 2026-07-10T12:28:36Z
Culture

Bayeux Tapestry Tiba di Inggris Cetak Rekor Penjualan Tiket British Museum

Bayeux Tapestry Tiba di Inggris Cetak Rekor Penjualan Tiket British Museum



LANGGAMPOS.COM — Karya seni abad pertengahan paling legendaris, Bayeux Tapestry, akhirnya tiba di Inggris untuk pertama kalinya dalam hampir 1.000 tahun.

Artefak sepanjang 70 meter tersebut dipindahkan dari Prancis melalui operasi logistik tingkat tinggi dengan pengawalan kepolisian yang sangat ketat.

Kedatangan mahakarya ini dijadwalkan untuk mengisi pameran eksklusif di British Museum yang dibuka pada 10 September mendatang.

Antusiasme publik yang masif bahkan telah mencatatkan rekor baru dalam sejarah museum, dengan angka penjualan tiket pra-pesan yang fantastis sebelum pintu pameran resmi dibuka.

Operasi Logistik dan Keamanan Ketat Melintasi Selat Channel

Proses pemindahan kain sulaman kuno yang menggambarkan penaklukan Normandia atas Inggris pada tahun 1066 ini tidak main-main. Pemerintah Prancis menerapkan prosedur yang mereka sebut sebagai "langkah logistik dan keamanan yang belum pernah ada sebelumnya."

Perencanaan rute dan pengamanan ini bahkan telah dirancang oleh kedua negara selama lebih dari satu tahun.

Bayeux Tapestry diangkut menggunakan peti khusus antigetaran yang dilengkapi dengan sistem pengatur suhu udara (air-conditioned).

Di bawah kawalan kepolisian Prancis, peti tersebut dibawa menuju Eurotunnel sebelum akhirnya menyeberangi Selat Channel.

Setibanya di perbatasan, otoritas Inggris langsung mengambil alih komando pengawalan untuk mengamankan perjalanan fase terakhir menuju London.

"Menyaksikan permadani ini tiba di Museum adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan," ujar Nicholas Cullinan, Direktur British Museum, dalam pernyataan resminya.

Sebelum dipamerkan di hadapan publik dalam etalase khusus yang dibangun secara personal, Bayeux Tapestry akan melewati serangkaian pemeriksaan kondisi (condition checks) menyeluruh oleh tim konservator profesional untuk memastikan tidak ada kerusakan mikro selama perjalanan.

Simbol Diplomasi Budaya Pasca-Brexit

Di balik nilai sejarahnya yang tinggi, peminjaman artefak ini mengemban misi diplomasi politik yang kuat.

Pemerintah Prancis mengonfirmasi kepastian pinjaman ini pada Juli lalu, tepatnya dalam kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Inggris sebagai tamu kehormatan Raja Charles.

Langkah ini dinilai sebagai simbol pemulihan hubungan diplomatik kedua negara yang sempat menegang akibat dinamika politik pasca-Brexit pada tahun 2016 silam.

"Ini ... adalah bentuk kepercayaan, ekspresi nyata dari persahabatan yang telah lama terjalin, dan tanda dari keinginan bersama kita untuk melihat Prancis dan Uni Emirat Kerajaan Inggris membangun masa depan mereka bersama," tulis Emmanuel Macron dalam kolomnya di surat kabar The Times.

Senada dengan Macron, Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, menegaskan signifikansi historis dari momen peminjaman jangka panjang ini.

"Jangan salah—ini adalah momen bersejarah dan tindakan persahabatan yang signifikan saat kita menyambut kembali permadani sejarah ikonik ini ke Inggris," ungkap Lisa Nandy.

Ironi Sejarah dan Rekor Penjualan Tiket Terbesar

Secara historis, Bayeux Tapestry sebenarnya lahir dari era rivalitas sengit antara Anglo dan Prancis. Kain sulaman ini dibuat hanya beberapa tahun setelah William the Conqueror, yang disokong penuh oleh pasukan Normandia, merebut takhta kerajaan Inggris.

Uniknya, para ahli meyakini bahwa mahakarya yang menceritakan kekalahan Inggris tersebut justru ditenun oleh para pengrajin sulam lokal asli Inggris.

Kini, narasi perseteruan masa lalu itu berubah menjadi magnet ekonomi kreatif. British Museum melaporkan bahwa pameran ini telah meraup pendapatan hingga hampir £2,5 juta (sekitar $3,3 juta) hanya dari penjualan tiket awal. 

Angka itu resmi menempatkan pameran Bayeux Tapestry sebagai eksibisi dengan penjualan tiket tercepat dan terlaris sepanjang sejarah berdirinya British Museum. (*)




#FAQ:

Apa itu Bayeux Tapestry dan apa isinya?

Bayeux Tapestry adalah kain sulaman abad pertengahan sepanjang 70 meter (230 kaki) yang menggambarkan kronologi peristiwa penaklukan Inggris oleh pasukan Normandia yang dipimpin oleh William the Conqueror pada tahun 1066.

Kapan pameran Bayeux Tapestry di British Museum dibuka?

Pameran bersejarah ini dijadwalkan dibuka untuk publik pada tanggal 10 September, setelah artefak selesai menjalani pemeriksaan kondisi fisik oleh tim ahli.

Mengapa pemindahan Bayeux Tapestry dari Prancis ke Inggris dianggap bersejarah?

Pameran ini menandai pertama kalinya artefak tersebut kembali ke tanah Inggris setelah hampir 1.000 tahun berada di Prancis, sekaligus menjadi simbol rekonsiliasi diplomatik kedua negara pasca-Brexit.

Berapa nilai penjualan tiket pameran yang sudah tercatat?

Hingga saat ini, penjualan tiket pra-pesan (pre-sale) telah menghasilkan hampir £2,5 juta atau sekitar $3,3 juta, menjadikannya sebagai best-selling exhibition dalam sejarah British Museum.



Keyword:

Bayeux Tapestry, British Museum, Pameran Sejarah, Inggris dan Prancis, Sejarah Normandia, Emmanuel Macron, Nicholas Cullinan, Lisa Nandy, Pameran London, Artefak Abad Pertengahan, Diplomasi Budaya, Berita Budaya.




Sumber: reuters
Advertisement
Pilihan Redaksi Lainnya
close