LANGGAMPOS.COM - Tim inti di balik proyek Pi Network yang sarat kontroversi terus berupaya meningkatkan pengalaman pengguna.
Langkah terbaru mereka diwujudkan melalui serangkaian pembaruan yang berfokus pada Pi App Studio.
Namun, sentimen positif dari pembaruan teknologi ini tampaknya belum mampu menyelamatkan performa pasar dari aset kripto aslinya.
Hanya dalam waktu kurang dari 10 hari sejak rekor terendah sebelumnya, token PI kembali terosot ke titik all-time low (ATL) baru.
Sejak meluncurkan Pi App Studio tahun lalu, tim pengembang melipatgandakan fokus untuk mengoptimalkan fungsionalitas platform, terutama dengan menyematkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan laporan resmi di blog mereka, terdapat dua pembaruan besar yang diperkenalkan, yakni integrasi fungsi AI dan penguatan sistem dukungan backend.
Pembaruan pada sistem backend dirancang untuk menciptakan pengalaman pengguna yang persisten (persistent user experiences) pada aplikasi yang baru dibuat melalui Pi App Studio.
Melalui sistem ini, para developer yang membangun aplikasi mandiri kini dapat menyimpan dan memanggil kembali data spesifik pengguna di berbagai sesi.
Menurut penjelasan tim pengembang, optimalisasi ini memungkinkan aktivitas pengguna tetap berjalan berkesinambungan bahkan setelah mereka keluar dan kembali lagi ke aplikasi.
Sementara itu, peningkatan besar kedua berfokus pada integrasi fungsi kecerdasan buatan yang lebih dalam melalui fitur AI-assisted App Planning Phase.
Fitur ini mempermudah para developer untuk mengkristalisasi ide awal mereka menjadi konsep aplikasi yang lebih matang melalui proses yang lebih interaktif dan dinamis.
Sepanjang siklus pasar bearish dalam satu tahun terakhir, token PI telah berulang kali mencetak rekor harga terendah, dan titik nadir terbaru kembali tersentuh.
Sebelumnya, token PI sempat bertahan dan bergerak di sekitar level support 0,11 dolar AS selama beberapa hari.
Hanya dalam waktu kurang dari 10 hari sejak rekor terendah sebelumnya, token PI kembali terosot ke titik all-time low (ATL) baru.
Sejak meluncurkan Pi App Studio tahun lalu, tim pengembang melipatgandakan fokus untuk mengoptimalkan fungsionalitas platform, terutama dengan menyematkan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan laporan resmi di blog mereka, terdapat dua pembaruan besar yang diperkenalkan, yakni integrasi fungsi AI dan penguatan sistem dukungan backend.
Pembaruan pada sistem backend dirancang untuk menciptakan pengalaman pengguna yang persisten (persistent user experiences) pada aplikasi yang baru dibuat melalui Pi App Studio.
Melalui sistem ini, para developer yang membangun aplikasi mandiri kini dapat menyimpan dan memanggil kembali data spesifik pengguna di berbagai sesi.
Menurut penjelasan tim pengembang, optimalisasi ini memungkinkan aktivitas pengguna tetap berjalan berkesinambungan bahkan setelah mereka keluar dan kembali lagi ke aplikasi.
Sementara itu, peningkatan besar kedua berfokus pada integrasi fungsi kecerdasan buatan yang lebih dalam melalui fitur AI-assisted App Planning Phase.
Fitur ini mempermudah para developer untuk mengkristalisasi ide awal mereka menjadi konsep aplikasi yang lebih matang melalui proses yang lebih interaktif dan dinamis.
Harga Token PI Sentuh All-Time Low di Tengah Koreksi Pasar
Bagaimanapun kerasnya upaya tim pengembang dalam memperkenalkan pembaruan sistem, token asli dari proyek ini belum berhasil keluar dari tekanan tren turun yang berkepanjangan.Sepanjang siklus pasar bearish dalam satu tahun terakhir, token PI telah berulang kali mencetak rekor harga terendah, dan titik nadir terbaru kembali tersentuh.
Sebelumnya, token PI sempat bertahan dan bergerak di sekitar level support 0,11 dolar AS selama beberapa hari.
Namun, aksi jual dan koreksi yang melanda pasar kripto secara lebih luas akhirnya menekan harga token ini jatuh lebih dalam.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, token PI mencatatkan penurunan signifikan hingga lebih dari 7%. Angka ini jauh lebih dalam dibandingkan mayoritas aset kripto di pasar global yang rata-rata hanya melemah sekitar 1% hingga 2%.
Berdasarkan data dari CoinGecko, koreksi tajam tersebut membawa token PI ke rekor terendah baru di level 0,1033 dolar AS.
Jika diakumulasikan dalam skala mingguan, token PI tercatat sudah kehilangan 10% nilainya. Namun, jika melihat skala makro, performa jangka panjangnya jauh lebih memprihatinkan.
Nilai token PI saat ini telah runtuh sebanyak 96,5% dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) yang pernah dicapai pada Februari 2025 silam. (*)
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, token PI mencatatkan penurunan signifikan hingga lebih dari 7%. Angka ini jauh lebih dalam dibandingkan mayoritas aset kripto di pasar global yang rata-rata hanya melemah sekitar 1% hingga 2%.
Berdasarkan data dari CoinGecko, koreksi tajam tersebut membawa token PI ke rekor terendah baru di level 0,1033 dolar AS.
Jika diakumulasikan dalam skala mingguan, token PI tercatat sudah kehilangan 10% nilainya. Namun, jika melihat skala makro, performa jangka panjangnya jauh lebih memprihatinkan.
Nilai token PI saat ini telah runtuh sebanyak 96,5% dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) yang pernah dicapai pada Februari 2025 silam. (*)
#FAQ
Keyword:
Pi Network, Token PI, Harga PI, Pi App Studio, Fitur AI Kripto, All Time Low Kripto, CoinGecko, Berita Kripto, Update Pi Network, Analisis Harga Kripto, Developer Kripto, Pasar Bearish Kripto
Apa saja fitur baru yang dirilis pada Pi App Studio?
Pembaruan kali ini berfokus pada dua hal utama: dukungan backend untuk menyimpan dan memanggil data spesifik pengguna agar pengalaman aplikasi lebih berkesinambungan, serta fitur AI-assisted App Planning Phase untuk membantu developer menyusun konsep aplikasi secara interaktif.Berapa harga terendah baru (ATL) token PI saat ini?
Berdasarkan data dari CoinGecko, token PI menyentuh rekor terendah baru sepanjang masa (all-time low) di level 0,1033 dolar AS setelah menembus level support kuatnya di angka 0,11 dolar AS.Berapa besar penurunan token PI dari harga tertingginya?
Token PI telah mengalami penurunan performa makro yang sangat tajam, yakni merosot sebesar 96,5% dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) yang sempat diraih pada Februari 2025.Bagaimana performa token PI dibandingkan dengan pasar kripto lainnya?
Performa token PI terpantau lebih buruk dari pasar secara umum. Ketika pasar kripto global hanya mengalami koreksi tipis sekitar 1% hingga 2%, token PI justru anjlok lebih dari 7% dalam sehari dan mencatatkan penurunan hingga 10% dalam sepekan.Keyword:
Pi Network, Token PI, Harga PI, Pi App Studio, Fitur AI Kripto, All Time Low Kripto, CoinGecko, Berita Kripto, Update Pi Network, Analisis Harga Kripto, Developer Kripto, Pasar Bearish Kripto



