Iklan

Saturday, February 28, 2026, 12:10 PM WIB
Last Updated 2026-02-28T05:10:25Z
Business

Raksasa Media Guncang Dunia Paramount Resmi Akuisisi Warner Bros Discovery Senilai Rp 1.700 Triliun

Raksasa Media Guncang Dunia Paramount Resmi Akuisisi Warner Bros Discovery Senilai Rp 1.700 Triliun


  • Nilai Fantastis: Paramount Global resmi mengakuisisi Warner Bros. Discovery dengan nilai kesepakatan mencapai 111 miliar dollar AS atau setara Rp 1.700 triliun.
  • Netflix Menyerah: Netflix memutuskan mundur dari persaingan karena menilai harga penawaran sudah tidak masuk akal secara finansial.
  • Target Rampung: Proses penggabungan dua raksasa hiburan ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada kuartal III tahun 2026.

LANGGAMPOS.COM - Langkah besar diambil Paramount Global dalam peta persaingan industri hiburan dunia dengan menyepakati akuisisi jumbo terhadap Warner Bros. Discovery.

Keputusan ini resmi diumumkan pada Jumat waktu setempat, menandai berakhirnya drama perebutan kepemilikan salah satu studio terbesar di Hollywood tersebut.

Dalam perjanjian ini, Paramount sepakat membayar 31 dollar AS untuk setiap lembar saham Warner Bros. Discovery (WBD).

Kesepakatan ini juga mencakup skema "ticking fee" sebesar 0,25 dollar AS per kuartal bagi pemegang saham yang dimulai setelah 30 September 2026.

Skema tersebut akan membuat nilai transaksi semakin membengkak jika proses persetujuan regulasi memakan waktu lebih lama dari jadwal.

Sebelumnya, Netflix menjadi pesaing kuat dalam perburuan WBD, namun akhirnya memilih angkat kaki dari meja negosiasi.

Co-CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menyebut akuisisi WBD bukan kebutuhan mendesak, melainkan peluang tambahan jika harga sesuai.

Mereka menyatakan tawaran yang diajukan Paramount melampaui batas yang dinilai wajar secara finansial.

Mundurnya Netflix membuat Warner Bros. Discovery harus membayar biaya pembatalan sebesar 2,8 miliar dollar AS kepada perusahaan streaming tersebut.

Paramount menegaskan bahwa ke depannya, Paramount dan Warner Bros. akan tetap beroperasi sebagai studio yang independen secara kreatif.

Kedua perusahaan berkomitmen memproduksi masing-masing 15 film per tahun untuk menjaga produktivitas karya.

Selain itu, akan ada jendela tayang eksklusif selama 45 hari di bioskop sebelum film-film tersebut masuk ke layanan premium video on demand.

Dari sisi bisnis, merger ini diprediksi menghasilkan potensi sinergi hingga 6 miliar dollar AS melalui efisiensi teknologi dan operasional.

Sinergi ini mencakup integrasi sistem streaming, penghematan pengadaan, hingga optimalisasi aset properti yang dimiliki kedua pihak.

Namun, industri Hollywood kini juga mulai mengantisipasi adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat konsolidasi ini.

Jika seluruh proses berjalan lancar, penggabungan ini akan melahirkan salah satu konglomerasi media terbesar sepanjang sejarah industri hiburan global.


(*)
Advertisement
close