Iklan

Thursday, February 26, 2026, 9:08 AM WIB
Last Updated 2026-02-26T02:08:00Z
Regional

Surga Takjil Jalan Diponegoro Sumenep Diserbu Ribuan Warga

Surga Takjil Jalan Diponegoro Sumenep Diserbu Ribuan Warga




  • Jalan Diponegoro Sumenep kini berubah menjadi pusat kuliner kaki lima yang sangat ramai di sore hari.
  • Peningkatan volume kendaraan selama momen Ramadan memicu kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
  • Kehadiran ribuan pengunjung dan parkir di bahu jalan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas lalu lintas.


LANGGAMPOS.COM - Wajah pusat kota Sumenep kini tampak berbeda saat matahari mulai terbenam.

Sepanjang bahu jalan di kawasan Diponegoro mendadak berubah menjadi lautan tenda pedagang yang memikat mata setiap pengendara.

Transformasi ini menjadikan Jalan Diponegoro sebagai pusat kuliner kaki lima paling hidup di Kabupaten Sumenep.

Berbagai kudapan tradisional hingga menu kekinian yang sedang tren dijajakan dengan rapi di sana.

Aktivitas ekonomi ini secara otomatis mengubah wajah jalan protokol menjadi destinasi favorit warga untuk berburu santapan menjelang malam.

Memasuki momen Ramadan, situasi di kawasan ini semakin menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.

Volume kendaraan yang melintas terpantau naik drastis hingga menyebabkan arus lalu lintas padat merayap.

Ribuan warga lokal hingga para pemudik tumpah ruah di satu titik demi menikmati suasana kota.

Banyak dari mereka yang datang khusus untuk mencari hidangan berbuka puasa atau sekadar jalan-jalan sore.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kendaraan yang parkir di bahu jalan, sehingga jalur utama menjadi semakin sempit.

Meski harus terjebak kepadatan, antusiasme pengunjung seolah tidak pernah surut untuk mendatangi lokasi ini.

Hingar-bingar di kawasan tersebut menjadi simbol kuat hidupnya denyut nadi ekonomi kota di tengah bulan suci.

Situasi yang sangat ramai memaksa petugas terkait bekerja ekstra keras di lapangan.

Personel keamanan terus bersiaga mengatur alur lalu lintas agar kondisi di tengah kerumunan manusia tetap kondusif.

Harapannya, masyarakat tetap bisa menikmati wisata kuliner dengan nyaman tanpa mengganggu kelancaran pengguna jalan lainnya.

(*)
Advertisement
close