Iklan

Thursday, February 26, 2026, 8:51 AM WIB
Last Updated 2026-02-26T01:51:35Z
Crypto

Raksasa Wall Street Diam Diam Kuasai Teknologi On-Chain Tapi Investor Masih Saja Gagal Paham

Raksasa Wall Street Diam Diam Kuasai Teknologi On-Chain Tapi Investor Masih Saja Gagal Paham


  • CIO Bitwise Matt Hougan mengungkapkan adanya kesenjangan besar antara persepsi investor dengan realitas adopsi kripto oleh institusi besar.
  • Tokenisasi aset dunia nyata (RWA) sedang meledak dengan keterlibatan nama besar seperti BlackRock, JPMorgan, hingga Fidelity.
  • Prediksi menunjukkan nilai gabungan aset ter-tokenisasi dan stablecoin bisa menyentuh angka fantastis Rp7.600 triliun ($490 miliar) pada akhir 2026.

LANGGAMPOS.COM - Saat banyak investor ritel masih ragu, raksasa finansial dunia justru sedang bergerak cepat memindahkan sistem mereka ke atas blockchain.

Chief Investment Officer (CIO) Bitwise, Matt Hougan, mengamati fenomena unik di mana Wall Street sudah "go on-chain," namun banyak orang belum menyadarinya.

Menurut Hougan, para investor terjebak dalam "bias penjangkaran" atau terlalu fokus pada narasi lama tentang kripto yang penuh risiko.

Padahal, bukti nyata adopsi institusi sudah terpampang jelas melalui berbagai langkah strategis perusahaan manajemen aset terbesar dunia.

Sebut saja Larry Fink dari BlackRock yang secara terbuka menyatakan bahwa industri keuangan sedang memasuki tahap awal tokenisasi semua aset.

BlackRock bahkan telah meluncurkan dana Treasury ter-tokenisasi senilai $2 miliar yang diberi nama BUIDL di jaringan Uniswap.

Tak mau kalah, Apollo juga melakukan tokenisasi pada Diversified Credit Fund milik mereka yang bernilai fantastis, mencapai $700 miliar.

Lembaga perbankan kelas berat seperti JPMorgan, Bank of America, hingga Citigroup dikabarkan tengah mendiskusikan pembuatan stablecoin bersama.

JPMorgan bahkan sudah melangkah lebih jauh dengan meluncurkan token deposit di jaringan Layer 2, Base.

Fidelity juga terpantau mulai merekrut manajer khusus untuk menangani DeFi vaults, menandakan keseriusan mereka masuk ke ekosistem keuangan terdesentralisasi.

Meski data menunjukkan lonjakan tajam aset dunia nyata (RWA) yang masuk ke on-chain, banyak investor masih merasa lelah dengan janji adopsi institusi.

Hougan memperingatkan bahwa peluang keuntungan terbesar justru muncul saat narasi konsensus sudah basi, sementara realitas di lapangan sudah bergerak jauh ke depan.

Data dari Presto Research memperkirakan nilai tokenisasi RWA dan stablecoin akan mencapai hampir $490 miliar pada akhir tahun depan.

Pertanyaan besar yang tersisa adalah ke mana nilai ekonomi ini akan mengalir, apakah ke jaringan publik seperti Ethereum dan Solana, atau justru ke blockchain privat milik perusahaan.

Satu hal yang pasti, transformasi digital besar-besaran di pusat keuangan dunia ini sedang berlangsung tanpa menunggu kesiapan para investor yang masih skeptis.

(*)
Advertisement
close