Iklan

Sunday, March 1, 2026, 8:33 PM WIB
Last Updated 2026-03-01T13:33:37Z
News

MUI Tekan Prabowo Segera Cabut Indonesia dari Board of Peace Usai Serangan ke Iran

MUI Tekan Prabowo Segera Cabut Indonesia dari Board of Peace Usai Serangan ke Iran


  • MUI mendesak Pemerintah RI menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP) karena dinilai tidak efektif bagi kemerdekaan Palestina.
  • Pernyataan resmi ini dipicu oleh eskalasi konflik global pasca serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.
  • Presiden Prabowo sebelumnya sempat menyatakan kesiapan untuk keluar jika keberadaan Indonesia di forum tersebut tidak memberi manfaat nyata.




LANGGAMPOS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengeluarkan desakan keras kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera menarik Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP).

Langkah ini diambil menyusul situasi geopolitik yang kian memanas setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari 2026.

Dalam tausiyah resminya, MUI menilai keberadaan dewan perdamaian bentukan Donald Trump tersebut sudah tidak lagi sejalan dengan amanat UUD 1945.

Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menyebut partisipasi Indonesia dalam forum itu justru dipertanyakan efektivitasnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

MUI memandang strategi yang dijalankan BoP selama ini gagal memberikan keadilan dan justru memberikan ruang bagi dominasi kekuatan tertentu di Timur Tengah.

Serangan terhadap Iran dinilai sebagai bukti nyata bahwa forum tersebut tidak mampu meredam kekerasan, melainkan memicu potensi perang global yang lebih luas.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan posisi Indonesia yang fleksibel namun tetap memegang teguh prinsip kemanusiaan dalam forum internasional.

Beliau sempat menyatakan bahwa Indonesia tidak akan ragu meninggalkan dewan tersebut jika terbukti tidak membawa kemaslahatan bagi perjuangan rakyat Palestina.

MUI kini menagih janji tersebut agar Indonesia tetap konsisten menjadi negara yang menjunjung tinggi perdamaian abadi tanpa tekanan dari pihak manapun.

Hingga saat ini, publik menunggu langkah diplomasi lanjutan dari Istana terkait desakan para ulama untuk menjaga marwah politik luar negeri yang bebas aktif.

Diharapkan pemerintah segera mengambil keputusan strategis demi menjaga stabilitas nasional dan internasional di tengah ketidakpastian kondisi dunia saat ini.


(*)
Advertisement
close