Iklan

Thursday, April 30, 2026, 11:31 PM WIB
Last Updated 2026-04-30T16:31:16Z
Health

Kenali Perbedaan Nyeri Punggung Biasa dan Gejala Sakit Ginjal Menurut Ahli

Kenali Perbedaan Nyeri Punggung Biasa dan Gejala Sakit Ginjal Menurut Ahli


  • Dr. Rohan Goyal dari Nuvana India menjelaskan perbedaan mendasar antara nyeri otot punggung dan masalah ginjal.
  • Nyeri punggung akibat gaya hidup biasanya bersifat tumpul dan terlokalisasi, sementara nyeri ginjal terasa lebih dalam dan konstan.
  • Gejala penyerta seperti gangguan buang air kecil menjadi indikator kuat adanya masalah pada organ ginjal.

LANGGAMPOS.COM - Banyak orang sering kali merasa was-was saat merasakan nyeri di area punggung, terutama ketika rasa sakit tersebut tak kunjung hilang meski sudah beristirahat.

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah apakah rasa sakit tersebut sekadar kelelahan otot biasa atau justru sinyal adanya masalah serius pada organ ginjal.

Dr. Rohan Goyal, seorang spesialis pengobatan regeneratif sekaligus pendiri Nuvana di India, mencoba membedah perbedaan mendasar antara kedua kondisi tersebut.

Menurutnya, pemahaman mengenai sumber rasa sakit sangat penting agar pasien tidak salah dalam mengambil tindakan atau pengobatan awal.

"Nyeri punggung biasa sering terasa seperti kaku, pegal, dan nyeri tumpul," ujar Goyal dalam keterangannya yang dilansir dari Hindustan Times, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan bahwa nyeri punggung konvensional umumnya masuk dalam kategori keluhan muskuloskeletal yang dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat.

Postur tubuh yang buruk saat bekerja, tekanan fisik berlebih seperti mengangkat beban berat, hingga kebiasaan duduk berjam-jam menjadi pemicu utamanya.

Goyal menyebutkan bahwa gejala nyeri otot ini biasanya bersifat terlokalisasi dan terisolasi pada area tertentu di sekitar tulang belakang atau pinggang.

Artinya, rasa tidak nyaman tersebut murni berkaitan dengan ketegangan fisik tanpa disertai tanda-tanda gangguan medis di bagian tubuh lainnya.

Kabar baiknya, masalah ini cenderung tidak serius dan bisa diatasi dengan memperbaiki ergonomi tempat kerja serta rutin melakukan peregangan tubuh.

Latihan fleksibilitas yang konsisten terbukti sangat efektif untuk mendukung kesehatan tulang belakang dan menghilangkan kaku otot secara bertahap.

Meski demikian, dr. Goyal mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda bahaya yang mungkin muncul secara tiba-tiba.

Pasalnya, nyeri yang terasa di area punggung bisa jadi merupakan nyeri internal yang berasal dari organ ginjal namun sering disalahartikan.

"Nyeri ginjal, di sisi lain, terjadi lebih tinggi, di kedua sisi tulang belakang, di bawah tulang rusuk. Nyerinya lebih dalam dan lebih konstan," jelasnya.

Berbeda dengan nyeri otot yang bersifat hilang-timbul, nyeri ginjal cenderung menetap dan tidak kunjung membaik meski Anda berganti posisi tidur.

Selain letak rasa sakit yang lebih dalam, dr. Goyal menekankan adanya gejala penyerta yang menjadi pembeda paling mencolok dari nyeri punggung biasa.

Masalah ginjal umumnya dibarengi dengan demam, mual, hingga muntah sebagai reaksi tubuh terhadap adanya gangguan fungsi organ atau infeksi.

Tanda klinis lainnya meliputi gangguan saat buang air kecil, seperti munculnya sensasi terbakar, frekuensi kencing yang meningkat, hingga adanya darah dalam urine.

Oleh karena itu, evaluasi medis yang menyeluruh sangat diperlukan untuk memastikan apakah sumber masalah berada pada struktur tulang belakang atau ketidakseimbangan internal tubuh.


(*)
Advertisement
close