Iklan

Monday, April 27, 2026, 10:17 PM WIB
Last Updated 2026-04-27T15:17:45Z
Cryptocrypto news

Transformasi The Block Gaet Eks Petinggi Azuki dan Suntikan Dana US$10 M untuk Tantang Bloomberg

Transformasi The Block Gaet Eks Petinggi Azuki dan Suntikan Dana US$10 M untuk Tantang Bloomberg

  • The Block resmi menunjuk Steve Chung, mantan COO Azuki dan eksekutif Fox Corporation, sebagai CEO baru untuk memimpin arah strategis perusahaan.
  • Langkah ini didukung suntikan modal tambahan sebesar US$10 juta dari Foresight Ventures guna memperkuat infrastruktur data dan riset skala global.
  • Mantan CEO Larry Cermak kini menjabat sebagai Presiden, fokus pada pengembangan produk dan kedalaman riset untuk klien institusi.

LANGGAMPOS.COM - Langkah besar diambil oleh media kripto terkemuka, The Block, dengan menunjuk Steve Chung sebagai nakhoda baru di kursi CEO.

Penunjukan Chung, yang sebelumnya menjabat sebagai COO Azuki, dibarengi dengan suntikan modal segar senilai US$10 juta (sekitar Rp157 miliar) dari Foresight Ventures.

Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa industri media kripto sedang bergerak menuju arah institusional yang lebih mapan, dengan fokus utama pada integrasi kecerdasan buatan (AI) dan keuangan tradisional (TradFi).

Strategi ini menandai pergeseran tajam dari sekadar upaya bertahan di tengah musim dingin kripto, menjadi persaingan terbuka dengan platform data raksasa sekelas Bloomberg.

Chung membawa rekam jejak mentereng yang mempertemukan dunia Wall Street, media arus utama, hingga ekosistem Web3.

Memulai karier di Goldman Sachs New York, ia kemudian menjabat sebagai Chief Growth Officer di Fox Corporation serta CEO CJ ENM America.

Terakhir, ia mengelola operasional Azuki, sebuah jenama NFT "blue-chip" yang dikenal dengan inovasi kekayaan intelektual (IP) terdesentralisasi.

Kombinasi pengalaman dalam pasar modal, distribusi media, dan kultur kripto inilah yang tampaknya menjadi daya tarik utama bagi para pemilik The Block.

Sementara itu, Larry Cermak, yang menjabat CEO sejak Foresight Ventures mengakuisisi mayoritas saham The Block pada 2023, kini mengemban peran sebagai Presiden.

Cermak akan mengalihkan fokusnya pada aspek riset, data, dan pengembangan produk ketimbang urusan operasional harian perusahaan.

“Steve adalah operator yang tepat untuk membawa The Block dari pemimpin kategori menjadi pemimpin pasar global,” ujar Cermak dalam rilis resminya.

Cermak menegaskan bahwa transisi ini merupakan momentum peningkatan skala bisnis, bukan sebuah pergantian yang dipicu oleh tekanan internal.

Suntikan dana US$10 juta dari Foresight Ventures akan dialokasikan secara khusus untuk mendukung agenda ekspansi tersebut.

Foresight Ventures, perusahaan modal ventura asal Singapura, memang sedang agresif menyuntikkan modal ke sektor infrastruktur Web3, AI, hingga Bitcoin Ordinals sejak 2022.

Bagi mereka, The Block diposisikan sebagai lapisan distribusi informasi dan data yang akan diandalkan oleh para investor institusi serta perusahaan portofolio mereka.

Targetnya jelas: memperluas layanan riset untuk segmen korporasi dan memperdalam peran sebagai penyedia data kritis dalam ekosistem aset digital global.

Reaksi di media sosial X menunjukkan sikap waspada namun penasaran, jauh dari euforia yang berlebihan.

Akun berita @WuBlockchain menyoroti latar belakang Chung di Fox dan CJ ENM, yang dinilai memberikan kredibilitas lebih bagi The Block di mata pemain keuangan konvensional.

Akun industri lainnya menyebut The Block kini berdiri di titik temu antara kripto, keuangan, dan AI, menempatkan Chung sebagai jembatan yang memahami ketiga budaya tersebut.

Meski begitu, muncul pertanyaan mendalam mengenai produk jurnalistik seperti apa yang akan dihasilkan ketika sebuah ruang redaksi menjadi bagian dari portofolio modal ventura.

Mandat Chung untuk membangun bisnis perusahaan global hampir dipastikan akan membawa lebih banyak konten riset berbayar (paywall) dan kumpulan data eksklusif.

Secara struktur pasar, hal ini sangat rasional mengingat pendapatan terbesar saat ini berasal dari klien profesional, bukan sekadar klik dari pembaca ritel.

Namun, bayang-bayang mengenai independensi dan potensi konflik kepentingan tetap menjadi sorotan publik.

The Block masih berusaha memulihkan reputasinya pasca skandal pendanaan tersembunyi dari Alameda/FTX yang sempat mengguncang perusahaan beberapa tahun lalu.

Kini, dengan Foresight Ventures yang memegang kendali penuh secara finansial, para kritikus mulai mempertanyakan batasan peliputan terhadap proyek-proyek di bawah naungan firma tersebut.

Meski keberadaan Cermak di posisi riset dianggap sebagai benteng perlindungan editorial, klien institusi kemungkinan akan menuntut tata kelola dan transparansi yang lebih ketat.

Dari sisi kepemimpinan, rekam jejak Chung mengindikasikan bahwa ia akan sangat mengandalkan kekuatan merek dan distribusi lintas format.

Saat di Fox dan CJ ENM, ia terbukti piawai membangun jangkauan global melalui saluran tradisional maupun layanan streaming.

Keahlian ini diprediksi akan bertransformasi menjadi produk video, acara eksklusif, hingga edukasi B2B yang dikemas dengan kultur asli kripto.

Dalam jangka pendek, langkah ini adalah pertaruhan besar untuk membuktikan apakah ada ruang bagi "Bloomberg versi kripto" sebelum bank-bank besar mengambil alih kategori ini.

Jika Chung berhasil, The Block bisa menjadi terminal standar bagi para pengelola dana yang mentransaksikan token cair, stablecoin, hingga aset dunia nyata (RWA) yang ter-tokenisasi.

Namun jika gagal, platform ini berisiko terjepit di antara dasbor data on-chain gratisan dan vendor data kelas berat yang sudah lama mendominasi pasar.

Satu hal yang pasti: pengangkatan CEO baru dan kucuran dana segar ini mengonfirmasi bahwa media kripto bukan lagi sekadar penyampai berita, melainkan bagian dari infrastruktur pasar itu sendiri.


(*)
Advertisement
close