- Analisis Teknikal Klasik: Peter Brandt menyoroti pelemahan struktur mingguan Bitcoin yang menembus ke bawah indikator moving average.
- Aktivitas Whale Crypto: Data CryptoQuant mendeteksi penurunan tekanan jual dari investor besar (whale) yang mulai kembali mengumpulkan aset.
- Sentimen Makro Global: Harga Bitcoin sempat rebound ke level $66.000 setelah meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
LANGGAMPOS.COM - Pasar kripto kembali berada di persimpangan jalan yang krusial seiring munculnya dua proyeksi yang saling bertolak belakang dari para pakar industri.
Di satu sisi, grafik teknikal menunjukkan tanda-tanda kelelahan momentum, sementara di sisi lain, data pergerakan on-chain justru memberikan sinyal akumulasi yang kuat.
Proyeksi Sinyal Bearish dari Pola Grafik Klasik
Analis teknikal senior, Peter Brandt, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai pergerakan harga Bitcoin (BTC) melalui sebuah unggahan di platform X.
“There are few other markets that so neatly comply to understanding using classical charting principles as Bitcoin,” tulis Brandt dalam unggahannya.
Grafik mingguan BTC yang dipaparkan Brandt memperlihatkan beberapa pola channel, wedges, serta zona konsolidasi sepanjang periode 2023 hingga 2026.
Struktur pergerakan terbaru tampak melandai dan cenderung melemah karena Bitcoin diperdagangkan di kisaran $65.261, berada di bawah garis 18-week moving average sekitar $71.253.
Berdasarkan visualisasi grafik tersebut, Bitcoin terlihat menembus ke bawah garis rising channel yang sempat terbentuk pada awal tahun 2026.
Indikator ADX (Average Directional Index) tercatat bertengger di level 28,27 yang mengindikasikan adanya tren dengan kekuatan moderat. Meskipun ADX tidak menunjukkan arah, jebolnya harga ke bawah channel pembatas dan moving average mengonfirmasi adanya tekanan turun yang lebih dominan.
Data On-Chain CryptoQuant Deteksi Akumulasi Whale
Kontras dengan analisis teknikal Brandt, platform analisis data on-chain CryptoQuant justru menangkap sinyal pasar yang jauh lebih positif.
Data terbaru mereka mengungkapkan bahwa metrik Bitcoin Inflow Coin Days Destroyed merosot tajam dari 2,16 juta menjadi hanya sekitar 33.000 saja. Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa koin-koin lama milik investor jangka panjang tidak lagi mengalir ke bursa dalam volume besar.
Aksi jual masif sebelumnya terpantau paling agresif pada awal Juni, momen di mana Bitcoin terkoreksi dari kisaran $71.300 menuju level $63.800. Selama fase tersebut, kepemilikan aset jangka panjang dipindahkan ke bursa karena para pemilik modal besar berupaya mengurangi paparan risiko mereka.
Kini, dinamika pasar berbalik arah karena CryptoQuant mulai melihat tanda-tanda akumulasi kembali oleh para investor kakap (whale).
Laporan dari CryptoQuant membeberkan bahwa lebih dari 11.400 BTC, atau setara dengan $700 juta, telah ditarik keluar dari bursa menuju dompet pribadi dalam beberapa hari terakhir.
Hambatan Rebound Bitcoin dan Sentimen Makroekonomi
Bitcoin sempat merangkak naik melewati ambang batas $65.500 setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kekhawatiran global terkait inflasi dan harga minyak.
Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini bahkan sempat bertengger di atas $66.000 dengan mencatatkan lonjakan harian sekitar 3% dan menyentuh level tertinggi di $65.893.
Pemulihan harga ini berhasil mengembalikan posisi Bitcoin ke area batas atas dari zona support kuatnya di rentang $60.000 hingga $65.000.
Langkah kenaikan berikutnya diperkirakan akan menghadapi ujian berat di sekitar area $68.000, tempat para penjual kemungkinan besar bersiap menahan laju reli.
Sinyal teknikal secara keseluruhan dinilai masih sangat bervariasi. Bitcoin memerlukan dorongan volume beli yang jauh lebih masif di atas angka $68.000 untuk memvalidasi tingginya permintaan pasar.
Arus keluar modal (outflow) dari produk ETF Bitcoin serta sikap kehati-hatian para pelaku pasar global masih menjadi faktor krusial yang dipertimbangkan oleh para trader.
Prospek Pasar Berdasarkan Dua Sudut Pandang
Peta pergerakan harga milik Brandt memproyeksikan bahwa Bitcoin berpotensi terus tertekan selama harganya tertahan di bawah garis rata-rata mingguan. Pandangan ini tidak menutup kemungkinan adanya pemulihan dalam siklus jangka panjang, namun pelaku pasar diminta lebih bersabar menunggu konfirmasi penembusan arah atas.
Sebaliknya, metrik internal CryptoQuant memberikan fondasi yang cukup optimis bagi pergerakan harga ke depan.
Apabila tren penarikan BTC keluar dari bursa oleh para whale terus berlanjut, tekanan jual di pasar spot diprediksi akan semakin berkurang.
Langkah krusial Bitcoin selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan para pembeli dalam memanfaatkan momentum akumulasi ini menjadi sebuah penembusan bersih di atas level resistensi utama.
Jika upaya kenaikan ini berujung kegagalan, perhatian pasar berpotensi kembali tertuju pada titik terendah pekan lalu yang berada di sekitar zona $60.000.
(*)
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah arti penurunan metrik Bitcoin Inflow Coin Days Destroyed pada data CryptoQuant?
Penurunan metrik ini menandakan bahwa pemegang Bitcoin jangka panjang atau investor institusi lama berhenti memindahkan koin mereka ke bursa, yang mengindikasikan berkurangnya niat untuk melakukan aksi jual massal.
Berapakah level resistensi kunci yang harus ditembus Bitcoin untuk memastikan tren naik?
Berdasarkan analisis pasar terkini, level $68.000 menjadi area resistensi krusial yang menuntut volume pembelian yang kuat untuk mengonfirmasi kelanjutan tren pemulihan.
Mengapa analisis Peter Brandt cenderung bernada bearish?
Peter Brandt melihat indikator teknikal klasik di mana Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah garis 18-week moving average dan telah menembus ke bawah pola tren naik (rising channel).
#Bitcoin #AnalisisHargaBTC #PeterBrandt #CryptoQuant #CryptoNews #CryptoMarket2026


