- Bitcoin melesat melampaui angka $67.000 setelah Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
- Sentimen positif ini memicu lonjakan total kapitalisasi pasar kripto global hingga menyentuh angka $2,37 triliun hanya dalam waktu 24 jam.
- Redanya ketegangan geopolitik juga berdampak pada jatuhnya harga minyak mentah dunia, yang kemudian mendorong penguatan aset berisiko termasuk saham Wall Street.
LANGGAMPOS.COM - Langkah mengejutkan datang dari panggung geopolitik global setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memastikan bahwa negaranya telah resmi menandatangani perjanjian damai dengan Iran.
Kabar bermuatan sentimen positif ini langsung direspons cepat oleh pasar aset digital yang bergerak menghijau secara signifikan.
Mata uang kripto nomor satu, Bitcoin, sukses menembus level psikologis baru di atas $67.000 per koin tidak lama setelah pengumuman tersebut tersebar luas.
Informasi krusial ini disampaikan oleh Trump menjelang pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di mana ia menyebut berkas kesepakatan sebenarnya telah ditandatangani.
Padahal, seremoni formal untuk peresmian kesepakatan damai kedua negara tersebut baru dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat mendatang di Jenewa, Swiss.
Dalam keterangannya, Trump menegaskan pihak Iran bakal segera membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz paling lambat pada hari Jumat ini.
Lebih lanjut, seluruh kapal dagang yang melintasi kawasan perairan strategis tersebut dipastikan bebas dari biaya sepeser pun selama 60 hari ke depan.
Sinyal perdamaian ini sebenarnya sempat dibocorkan oleh Trump melalui sebuah unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.
Melalui unggahan tersebut, ia mengklaim bahwa kapal-kapal laut sudah mulai bergerak dan melintasi kawasan Selat Hormuz secara normal.
Begitu sang presiden memberikan konfirmasi valid bahwa hitam di atas putih telah terwujud, reli harga di pasar kripto langsung melesat tanpa rem.
Berdasarkan data perdagangan harian, Bitcoin mencatatkan lonjakan harian di atas 5 persen hingga sempat menyentuh level tertinggi pada angka $67.217.
Meski sempat mengalami sedikit koreksi pasca lonjakan, Bitcoin terpantau stabil dan tertahan di kisaran $66.560 pada penutupan perdagangan.
Menariknya, performa Ethereum justru jauh lebih agresif ketimbang Bitcoin setelah sukses mencetak pertumbuhan dua digit mencapai lebih dari 10 persen.
Aset kripto terbesar kedua ini meroket hingga bertengger pada level $1.846, memicu gairah belanja para pelaku pasar terhadap aset alternatif lainnya.
Deretan aset kripto papan atas seperti XRP, Solana, hingga Hyperliquid tidak mau ketinggalan dengan membukukan keuntungan yang juga mencapai dua digit.
Kejutan terbesar justru datang dari Zcash, Stellar, dan Worldcoin yang memimpin barisan penguatan dengan lonjakan masing-masing sebesar 23, 21, dan 18 persen.
Pertumbuhan masif secara berjemaah ini sukses mendongkrak total kapitalisasi pasar kripto global sebesar 4,7 persen hingga mencapai angka fantastis $2,37 triliun.
Sebelum klaim Trump muncul, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, sempat menyatakan bahwa prosesi penandatanganan publik baru akan digelar akhir pekan ini.
Namun, pernyataan terbaru dari orang nomor satu di AS tersebut mengindikasikan bahwa seluruh poin kesepakatan sejatinya sudah rampung dan bersifat final.
Trump sendiri mengaku masih belum bisa memastikan apakah dirinya akan hadir secara langsung dalam acara seremonial yang digelar di Jenewa tersebut.
Detail mengenai perjanjian rahasia ini mulai terkuak setelah salah seorang pejabat senior dari pemerintahan Amerika Serikat memberikan keterangan resmi.
Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu membenarkan bahwa perwakilan dari kedua belah pihak telah membubuhkan tanda tangan mereka.
Dari pihak Washington, dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden Donald Trump bersama Wakil Presiden J.D. Vance secara resmi.
Sementara dari pihak Teheran, ketua parlemen Iran bertindak sebagai representasi resmi negara untuk menandatangani berkas kesepakatan damai tersebut.
Sumber kepresidenan membocorkan bahwa isi dokumen kesepakatan secara utuh kemungkinan besar akan dipublikasikan kepada khalayak dalam waktu 48 jam ke depan.
Salah satu poin paling krusial di dalamnya adalah perintah pembukaan jalur Selat Hormuz secara instan demi kelancaran arus logistik internasional.
Bersamaan dengan hal itu, Amerika Serikat juga sepakat untuk mencabut total blokade ekonomi yang sebelumnya diterapkan pada pelabuhan-pelabuhan milik Iran.
Meski demikian, proses pembersihan ranjau laut di sepanjang perairan Selat Hormuz diperkirakan bakal sedikit menghambat aktivitas pelayaran penuh.
Kendati ada kendala teknis tersebut, lalu lintas kapal kargo dan tanker diprediksi akan kembali normal dalam kurun waktu satu hingga dua minggu mendatang.
Pasar komoditas global langsung bergejolak hebat merespons potensi kembalinya aktivitas pelayaran yang aman di kawasan Teluk Persia.
Harga minyak mentah dunia dilaporkan anjlok signifikan hingga berada di bawah level $80 per barel karena kekhawatiran pasokan yang mereda.
Penurunan sedalam 5 persen ini tercatat sebagai level terendah bagi komoditas energi tersebut dalam kurun waktu sekitar dua bulan terakhir.
Kondisi ini diperkuat oleh optimisme Trump yang menyatakan arus pengiriman minyak dari Teluk Persia bisa segera berjalan kembali dalam waktu dekat.
Pulihnya aktivitas logistik di Selat Hormuz dikombinasikan dengan murahnya biaya energi global menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi.
Kombinasi faktor tersebut sukses memicu aksi borong tidak hanya pada sektor kripto, melainkan juga pada pasar saham AS dan logam mulia.
Indeks saham Nasdaq Composite memimpin penguatan di Wall Street dengan apresiasi mengesankan mencapai kisaran 3 persen pada penutupan pasar.
Langkah tersebut diikuti oleh indeks S&P 500 yang menguat 1,7 persen, Russell 2000 naik 1,5 persen, dan Dow Jones bertambah sekitar 1 persen.
Aset lindung nilai tradisional seperti emas dan perak turut menikmati berkah sentimen damai ini dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,8 dan 1,2 persen.
Kondisi pasar yang kondusif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi global dari ancaman inflasi tinggi akibat konflik geopolitik yang berkepanjangan.
(*)
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Mengapa harga Bitcoin melonjak setelah adanya kesepakatan damai AS-Iran?
Kesepakatan damai meredakan ketegangan geopolitik global di Timur Tengah. Berkurangnya risiko konflik membuat investor kembali berani mengalihkan modal mereka ke aset berisiko yang menawarkan imbal hasil tinggi, seperti Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.
2. Siapa saja tokoh yang menandatangani perjanjian damai ini?
Dari pihak Amerika Serikat, dokumen ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden J.D. Vance. Sementara dari pihak Iran, penandatanganan diwakili oleh ketua parlemen mereka.
3. Apa dampak kesepakatan damai ini terhadap harga minyak mentah dunia?
Harga minyak mentah dunia langsung merosot lebih dari 5 persen hingga ke bawah $80 per barel. Penurunan ini dipicu oleh rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade pelabuhan Iran, yang menjamin kelancaran pasokan minyak global.
4. Kripto apa yang mengalami kenaikan tertinggi pasca pengumuman ini?
Meskipun Bitcoin naik 5 persen, Ethereum mencatatkan performa lebih tinggi dengan lonjakan di atas 10 persen. Kenaikan tertinggi di pasar dipimpin oleh Zcash (23%), Stellar (21%), dan Worldcoin (18%).
#Bitcoin #CryptoNews #DonaldTrump #PasarKripto #Geopolitik #Ethereum #HargaMinyak #InvestasiKripto #BeritaKripto #EkonomiGlobal


