Iklan

Monday, December 15, 2025, 12:43 AM WIB
Last Updated 2025-12-14T17:43:47Z
News

Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid Diluncurkan Kemenbud Ungkap Dinamika Bangsa dalam Arus Global

Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid Diluncurkan Kemenbud Ungkap Dinamika Bangsa dalam Arus Global


  • Kementerian Kebudayaan RI merilis buku Sejarah Indonesia dalam 10 jilid hasil kerja 123 sejarawan.
  • Buku ini merangkum perjalanan bangsa dari prasejarah hingga era Reformasi.
  • Proyek penulisan menjadi bagian dari agenda menuju 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

LANGGAMPOS.COM - Peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global menandai langkah penting Kementerian Kebudayaan RI dalam menghadirkan narasi sejarah Indonesia yang ringkas, komprehensif, dan relevan bagi publik luas. Buku sejarah Indonesia 10 jilid ini resmi diperkenalkan pada Minggu (14/12/2025) sebagai upaya memperkuat pemahaman kebangsaan Indonesia dalam konteks global.

Acara peluncuran berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, akademisi, serta perwakilan perguruan tinggi. 

Buku tersebut disusun oleh 123 sejarawan yang berasal dari 34 universitas di berbagai wilayah Indonesia, mencerminkan pendekatan kolaboratif lintas institusi.

Menurut Fadli Zon, buku ini tidak ditujukan untuk menuliskan sejarah Indonesia secara detail dan menyeluruh, melainkan menyajikan garis besar perjalanan bangsa dari masa prasejarah hingga Reformasi. 

“Kalau sejarah kita ditulis secara lengkap mungkin harusnya 100 jilid kalau mau ditulis secara lengkap. Jadi ini adalah highlight dari perjalanan," ungkap Fadli dalam peluncuran buku, di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Minggu.

Sepuluh jilid buku Sejarah Indonesia ini disusun secara kronologis dan tematik. Jilid pertama membahas akar peradaban Nusantara, mulai dari dinamika prasejarah hingga terbentuknya masyarakat awal. Pada bagian ini juga diulas peristiwa pemulangan fosil Java Man (Homo erectus) ke Indonesia sebagai simbol kedaulatan budaya dan peradaban bangsa.

Jilid kedua dan ketiga mengulas posisi Nusantara dalam jaringan global, terutama interaksi intensif Indonesia dengan India, Tiongkok, dan Persia. Hubungan tersebut membentuk jalur perdagangan, pertukaran budaya, serta fondasi peradaban maritim Nusantara.

Jilid keempat mencatat interaksi awal bangsa Indonesia dengan kekuatan Barat, termasuk dinamika kompetisi dan aliansi yang muncul sejak kedatangan bangsa Eropa. 

Sementara itu, jilid kelima menggambarkan perubahan besar struktur sosial, politik, dan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa pembentukan negara kolonial.

Perkembangan kesadaran nasional dan gerakan menuju kemerdekaan menjadi fokus jilid keenam. 

Jilid ketujuh kemudian mengulas fase krusial perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada periode 1945–1950 hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jilid kedelapan membahas proses konsolidasi negara bangsa pada 1950–1965, termasuk konflik internal dan peran Indonesia di panggung internasional. 

Jilid kesembilan menyoroti era Orde Baru yang ditandai pembangunan, stabilitas nasional, serta dinamika sosial politik. 

Adapun jilid kesepuluh merekam perjalanan Reformasi sejak 1998 hingga 2024 dan upaya konsolidasi demokrasi.

Fadli Zon menegaskan, penerbitan buku sejarah Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan menuju 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. 

Pemerintah menilai momentum tersebut penting untuk merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus menyiapkan narasi sejarah yang kredibel.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan berencana melanjutkan proyek penulisan sejarah melalui buku-buku tematik. 

Rencana tersebut mencakup penulisan sejarah kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran, serta dokumentasi perjuangan bangsa Indonesia pada berbagai periode penting sejarah nasional.

(*)
Advertisement
close