- Efektivitas Buyback Dipertanyakan: Proyek besar seperti Helium dan Jupiter mulai menghentikan atau mengevaluasi ulang program pembelian kembali token (buyback) karena gagal mendongkrak harga di tengah tekanan suplai yang tinggi.
- Pivot Strategis Helium: Helium resmi menghentikan buyback HNT dari pendapatan seluler untuk dialokasikan pada ekspansi infrastruktur fisik dan pertumbuhan pelanggan.
- Krisis Inflasi Jupiter: Meskipun telah menggelontorkan $70 juta untuk membeli JUP, harga tetap tertekan akibat emisi token dari airdrop dan reward staking yang melampaui daya serap pasar.
LANGGAMPOS.COM - Strategi buyback token crypto Jupiter dan Helium kini menjadi sorotan tajam setelah kedua raksasa ekosistem Solana ini gagal mempertahankan nilai aset mereka meskipun telah menggelontorkan dana jutaan dolar.
Fenomena itu memicu debat panas mengenai efektivitas mekanisme pembakaran token (token burn) dibandingkan dengan tekanan inflasi dari emisi suplai yang terus membengkak.
Di tengah kondisi pasar yang dinamis, investor mulai mempertanyakan apakah pembelian di pasar terbuka hanya berfungsi sebagai likuiditas keluar (exit liquidity) bagi pemegang besar daripada menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang ritel.
Kegagalan Eksperimen Jutaan Dolar di Ekosistem Solana
Helium secara resmi mengonfirmasi pada awal Januari bahwa mereka telah menghentikan program buyback HNT yang sebelumnya didanai oleh pendapatan Helium Mobile.
Kegagalan Eksperimen Jutaan Dolar di Ekosistem Solana
Helium secara resmi mengonfirmasi pada awal Januari bahwa mereka telah menghentikan program buyback HNT yang sebelumnya didanai oleh pendapatan Helium Mobile.
Meskipun berhasil mencatatkan pendapatan sebesar $3,4 juta pada Oktober 2025, CEO Amir Haleem mengakui bahwa pembelian di pasar terbuka tidak memberikan respon positif terhadap harga.
Sebagai gantinya, Helium memilih untuk melakukan pivot strategis. Modal yang ada kini dialihkan untuk membiayai pertumbuhan pelanggan, ekspansi perangkat keras, dan peningkatan penggunaan carrier offload.
Sebagai gantinya, Helium memilih untuk melakukan pivot strategis. Modal yang ada kini dialihkan untuk membiayai pertumbuhan pelanggan, ekspansi perangkat keras, dan peningkatan penggunaan carrier offload.
Meski mekanisme burn dari penggunaan data tetap berjalan, ketergantungan pada pembelian kembali secara harian telah dihentikan demi keberlanjutan infrastruktur fisik.
Kondisi serupa terjadi pada Jupiter, agregator DEX terbesar di Solana. Sepanjang tahun 2025, Jupiter telah menghabiskan lebih dari $70 juta untuk melakukan buyback JUP menggunakan separuh dari pendapatan biaya protokol.
Kondisi serupa terjadi pada Jupiter, agregator DEX terbesar di Solana. Sepanjang tahun 2025, Jupiter telah menghabiskan lebih dari $70 juta untuk melakukan buyback JUP menggunakan separuh dari pendapatan biaya protokol.
Namun, kenyataan pahit harus diterima; harga JUP tetap tertahan di kisaran $0.21, merosot hampir 90% dari titik tertingginya di awal 2024.
Pendiri Jupiter, Siong, bahkan telah melempar wacana kepada komunitas untuk menghentikan total program ini.
Suplai Melimpah Melawan Permintaan Buatan
Masalah mendasar yang dihadapi Jupiter dan Helium adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Masalah mendasar yang dihadapi Jupiter dan Helium adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Pada Januari 2025 saja, sekitar 700 juta token JUP memasuki sirkulasi melalui jadwal pembukaan kunci (unlock) dan hadiah Active Staking Rewards (ASR).
Kritikus di ekosistem DeFi berpendapat bahwa melakukan buyback saat emisi token baru terus membanjiri pasar adalah tindakan sia-sia.
Kritikus di ekosistem DeFi berpendapat bahwa melakukan buyback saat emisi token baru terus membanjiri pasar adalah tindakan sia-sia.
Dalam situasi ini, buyback sering kali dianggap sebagai upaya "mempercantik grafik" (chart painting) yang bersifat sementara.
Tanpa adanya utilitas wajib atau pengurangan emisi yang signifikan, tekanan jual dari penerima hadiah akan selalu lebih besar daripada daya beli protokol.
Masa Depan Tokenomics: Utilitas di Atas Narasi
Beberapa pengamat pasar menilai bahwa mekanisme buyback hanya akan bekerja jika dibarengi dengan alasan kuat bagi investor untuk menyimpan token.
Masa Depan Tokenomics: Utilitas di Atas Narasi
Beberapa pengamat pasar menilai bahwa mekanisme buyback hanya akan bekerja jika dibarengi dengan alasan kuat bagi investor untuk menyimpan token.
Dalam keuangan tradisional, buyback dilakukan untuk mengembalikan modal saat saham dianggap murah, bukan untuk menutupi dilusi saham yang agresif.
Bagi Helium, tantangan utamanya adalah menyelaraskan bisnis fisik yang tumbuh pesat—dengan hampir 600.000 pelanggan seluler—ke dalam nilai on-chain.
Strategi mereka kini fokus pada pertumbuhan organik, dengan harapan bahwa aktivitas jaringan yang nyata nantinya akan memperkuat fundamental ekonomi token secara alami.
Di sisi lain, Jupiter yang memiliki produk lengkap mulai dari perpetual trading hingga dompet digital, didorong untuk mengintegrasikan token JUP lebih dalam ke fungsi inti protokol.
Di sisi lain, Jupiter yang memiliki produk lengkap mulai dari perpetual trading hingga dompet digital, didorong untuk mengintegrasikan token JUP lebih dalam ke fungsi inti protokol.
Proposal yang beredar saat ini mencakup pengurangan emisi secara drastis dan pengikatan hadiah langsung ke pendapatan protokol, mengubah JUP dari sekadar token tata kelola pasif menjadi aset produktif bagi pengguna setia.
Keputusan besar yang diambil oleh Helium dan Jupiter menandai berakhirnya era di mana narasi buyback dianggap sebagai solusi instan untuk mendongkrak harga token.
Keputusan besar yang diambil oleh Helium dan Jupiter menandai berakhirnya era di mana narasi buyback dianggap sebagai solusi instan untuk mendongkrak harga token.
Fokus industri kini bergeser pada penciptaan model ekonomi yang lebih tangguh dan tahan terhadap inflasi suplai.
(*)

