Iklan

Friday, February 13, 2026, 9:37 PM WIB
Last Updated 2026-02-13T14:37:35Z
Techno

Apple Siapkan Revolusi Kamera iPhone 18 Pro dengan Teknologi Variabel Aperture Menyerupai DSLR

Apple Siapkan Revolusi Kamera iPhone 18 Pro dengan Teknologi Variabel Aperture Menyerupai DSLR



  • iPhone 18 Pro Series diprediksi akan mengusung lensa dengan bukaan yang bisa diatur secara mekanis.
  • Teknologi ini memungkinkan kontrol cahaya dan kedalaman ruang (depth of field) yang jauh lebih presisi.
  • Sederet pemasok besar seperti Sunny Optical hingga Samsung dikabarkan telah masuk dalam rantai pasok.


LANGGAMPOS.COM
– Belum genap satu tahun iPhone 16 menyapa pasar, mata dunia kini sudah tertuju pada masa depan fotografi seluler milik Apple. Bocoran terbaru mengungkapkan bahwa iPhone 18 Pro yang dijadwalkan meluncur pada 2026 akan membawa lonjakan teknologi kamera yang signifikan.

Lini iPhone 18 Pro dikabarkan tidak lagi menggunakan lensa dengan bukaan statis. Apple disebut-sebut sedang mengembangkan sistem variabel aperture untuk kamera utamanya, sebuah fitur yang selama ini menjadi identitas kamera profesional.

Analis kawakan Ming-Chi Kuo menjadi orang pertama yang mengembuskan kabar ini melalui catatan riset terbarunya. Ia menyebutkan bahwa langkah ini diambil Apple untuk memberikan kontrol manual yang lebih dalam bagi para pengguna setianya.

"Kamera utama pada iPhone 18 Pro kelas atas akan menampilkan teknologi variabel aperture, yang secara signifikan meningkatkan pengalaman fotografi pengguna," tutur Ming-Chi Kuo.

Penerapan variabel aperture ini merupakan lompatan besar dari sistem aperture tetap yang saat ini digunakan di hampir semua smartphone modern. Dengan fitur ini, sensor kamera dapat mengatur seberapa banyak cahaya yang masuk melalui bilah mekanis di dalam lensa.

Dalam praktik fotografinya, pengguna dapat mengecilkan aperture (angka f-stop lebih besar) untuk memastikan seluruh lanskap terlihat tajam dari depan hingga belakang. Sebaliknya, aperture dapat dibuka lebar untuk menciptakan efek blur latar belakang yang sangat alami.

Efek bokeh yang dihasilkan dari variabel aperture mekanis diklaim jauh lebih halus dan akurat dibandingkan dengan manipulasi perangkat lunak atau "Portrait Mode" yang selama ini digunakan. Hal ini membuat hasil jepretan iPhone akan semakin sulit dibedakan dengan kamera mirrorless.

Selain aspek estetika, teknologi ini sangat krusial dalam menghadapi tantangan pencahayaan. Di bawah terik matahari, aperture bisa mengecil untuk mencegah foto yang terlalu terang (overexposed), sementara di malam hari, lensa akan terbuka maksimal untuk menyerap setiap sisa cahaya.

Mengenai rantai pasokannya, Apple dikabarkan sudah bergerak cepat mengamankan mitra strategis. Sunny Optical dan Largan Precision disebut akan berbagi pesanan untuk memproduksi mekanisme penggerak lensa yang sangat rumit tersebut.

Di sisi lain, Samsung dikabarkan tetap memegang peranan vital sebagai pemasok sensor gambar. Integrasi antara perangkat keras dari Samsung dan mekanisme lensa dari Sunny Optical diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam industri ponsel pintar.

Langkah Apple ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru di industri smartphone, mengingat beberapa brand Android sempat mencoba fitur serupa. Namun, strategi Apple yang biasanya menyempurnakan teknologi sebelum dirilis secara massal membuat publik optimis.

Inovasi ini dipandang sebagai upaya Apple untuk mempertahankan dominasinya di pasar kelas atas yang semakin kompetitif. Perusahaan ingin memastikan bahwa iPhone tetap menjadi pilihan utama bagi para sineas dan fotografer mobile di seluruh dunia.

Kehadiran iPhone 18 Pro dengan variabel aperture ini diprediksi akan mengubah cara orang memotret menggunakan ponsel. Pengguna tidak lagi hanya sekadar menekan tombol rana, tetapi benar-benar "melukis" cahaya secara manual melalui genggaman tangan.

(*)
Advertisement
close