Iklan

Thursday, January 8, 2026, 1:07 PM WIB
Last Updated 2026-01-08T06:07:02Z
Crypto

Prediksi Harga Bitcoin 2026 dan Potensi Rekor Baru di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Prediksi Harga Bitcoin 2026 dan Potensi Rekor Baru di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

  • Volatilitas Tinggi: Bitcoin diprediksi akan mengalami fluktuasi harga yang tajam di tahun 2026 dengan rentang proyeksi antara US225.000.
  • Dominasi Institusi: Pergeseran pasar dari investor ritel ke likuiditas institusional dan produk ETF menjadi katalis utama kenaikan harga di masa depan.
  • Faktor Makroekonomi: Kebijakan Federal Reserve, regulasi Clarity Act di AS, dan kondisi geopolitik global menjadi penentu arah pergerakan aset digital ini.


LANGGAMPOS.COM - Investasi aset kripto kembali menjadi sorotan setelah harga Bitcoin mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa sebelum akhirnya terkoreksi tajam, kini para analis mulai memetakan proyeksi pasar kripto 2026 yang penuh dinamika. 

Meskipun sempat anjlok dari level US$126.000, sentimen pasar Bitcoin diprediksi akan pulih seiring dengan meningkatnya adopsi institusional, regulasi aset digital yang lebih jelas, serta potensi suku bunga rendah yang memicu aliran modal ke aset berisiko.

Bitcoin sempat menyentuh rekor lebih dari US80.000 di akhir tahun, menurut data CoinMetrics. Saat ini, harga bitcoin masih berada sekitar 30% di bawah level tertingginya. 

Lonjakan tahun lalu sejatinya dipicu oleh ekspektasi regulasi yang lebih ramah di bawah pemerintahan Donald Trump dan tren perusahaan digital asset treasury (DAT) yang gencar mengakumulasi aset.

Namun, bayang-bayang gelembung kecerdasan buatan (AI) dan valuasi saham teknologi yang tinggi memicu aksi jual besar-besaran di penghujung tahun. 

Kondisi ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku pasar di tahun 2026.

"Kami berada dalam lingkungan investasi yang kompleks, dengan valuasi ekuitas yang tinggi, kondisi geopolitik yang kacau, serta perubahan arah kebijakan moneter," ujar Alex Thorn, Head of Research Galaxy dikutip dari CNBC.com, Kamis, (8/1/2026).

Senada dengan hal tersebut, Carol Alexander, profesor keuangan University of Sussex, memproyeksikan bitcoin akan bergerak dalam kisaran volatil tinggi antara US150.000 pada 2026. 

Ia memperkirakan titik keseimbangan harga berada di sekitar US$110.000 seiring transisi pasar dari dominasi investor ritel ke likuiditas institusional.

Alexander menilai keterlibatan investor institusional yang meningkat dalam dua tahun terakhir akan terus berlanjut dan mengubah pola pergerakan harga bitcoin. 

Meski sebelumnya ia sempat memprediksi bitcoin bisa mencapai US100.000 dinilai masih sejalan dengan kisaran proyeksinya.

Di sisi lain, James Butterfill, Head of Research CoinShares, memperkirakan bitcoin berada di rentang US170.000 pada 2026. 

Ia menilai pergerakan harga yang lebih konstruktif kemungkinan terjadi pada paruh kedua tahun tersebut.

Butterfill mengatakan pasar akan mencermati pergantian Ketua Federal Reserve AS setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei. 

Selain itu, kepastian terkait RUU Clarity Act yang mengatur aset digital di AS dinilai dapat menjadi katalis penting bagi pasar kripto.

Revisi target juga datang dari perbankan besar. Standard Chartered memproyeksikan harga bitcoin sebesar US300.000. Geoff Kendrick, Global Head of Digital Asset Research Standard Chartered, menilai pembelian bitcoin oleh perusahaan DAT kemungkinan tidak lagi menjadi penopang utama harga. 

Menurutnya, kenaikan harga ke depan lebih berpotensi didorong oleh arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis bitcoin.

Optimisme lebih tinggi datang dari Maple Finance. CEO Sidney Powell memasang target harga bitcoin US$175.000 pada 2026. Optimisme ini didorong oleh potensi penurunan suku bunga serta peningkatan adopsi institusional terhadap bitcoin.

Powell juga menilai tonggak penting pada 2026 adalah ketika pinjaman berbasis bitcoin melampaui US$100 miliar. 

Ia meyakini kecenderungan investor untuk meminjam dengan jaminan bitcoin, bukan menjualnya, akan mengurangi tekanan jual dan mendukung kenaikan harga.

Angka yang paling agresif datang dari Bit Mining melalui Kepala Ekonominya, Youwei Yang, yang memproyeksikan rentang harga sangat lebar antara US225.000 pada 2026. 

Ia menilai bitcoin berpotensi mencatat tahun yang kuat, meski volatilitas tinggi akan tetap mewarnai pergerakan harga akibat ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik.

Menutup spekulasi tahun ini, analis Nexo Iliya Kalchev memperkirakan bitcoin bergerak di kisaran US200.000 pada 2026. 

Ia menilai tekanan dari aksi jual pemegang jangka panjang mulai mereda, sementara alokasi institusional diperkirakan meningkat secara bertahap.

Kalchev menyebut bitcoin memasuki 2026 dengan risiko pasokan yang lebih rendah dan basis modal yang lebih luas. 

Jika kondisi keuangan global menjadi lebih longgar, bitcoin dinilai berpeluang kembali menembus bahkan melampaui rekor harga sebelumnya.

(*)
Advertisement
close