Iklan

Sunday, February 22, 2026, 9:19 PM WIB
Last Updated 2026-02-22T14:19:32Z
News

Ambisi Besar China Bangun ‘Hong Kong Baru’ Senilai Rp1.760 Triliun di Gerbang Asia Tenggara

Ambisi Besar China Bangun ‘Hong Kong Baru’ Senilai Rp1.760 Triliun di Gerbang Asia Tenggara



LANGGAMPOS.COM – Pemerintah China secara resmi meluncurkan proyek ambisius dengan menyulap Pulau Hainan menjadi kawasan pabean khusus atau Pelabuhan Perdagangan Bebas (Hainan Free Trade Port/FTP). Proyek raksasa yang terletak di selatan China ini menelan investasi fantastis mencapai US$ 113 miliar atau setara dengan Rp 1.760 triliun.

Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya Beijing untuk menciptakan "Hong Kong Baru" yang posisinya sangat strategis karena berdekatan dengan kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Pemisahan Sistem Bea Cukai


Program Hainan FTP ini sebenarnya telah mulai diakselerasi sejak akhir 2024. Inti dari kebijakan ini adalah memisahkan sistem bea cukai Pulau Hainan dari wilayah daratan utama (mainland) China. Dengan status ini, Hainan beroperasi dengan aturan perdagangan yang jauh lebih longgar dan tarif yang sangat rendah guna memikat investor global.

Berdasarkan data kebijakan terbaru, porsi barang yang dapat masuk ke Hainan tanpa dikenakan tarif melonjak drastis dari 21% menjadi 74%. Selain itu, kategori barang bebas bea juga diperluas hingga mencakup lebih dari 6.600 jenis barang.

Insentif bagi Industri dan Investor

Salah satu daya tarik utama dari proyek ini adalah aturan nilai tambah lokal. Barang-barang yang diproses atau diproduksi di Hainan dapat dikirim ke daratan China tanpa dikenakan tarif impor, asalkan nilai tambah lokalnya melebihi 30%.

Tak hanya soal barang, sektor jasa juga dibuka lebar. Entitas asing kini diberikan akses ke layanan tertentu yang sebelumnya sangat dibatasi di daratan China. Prosedur investasi lintas batas pun disederhanakan untuk memangkas birokrasi bagi para pelaku usaha internasional.

Menjadi Gerbang Menuju Asia Tenggara

Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menyatakan bahwa pelabuhan ini akan menjadi gerbang vital yang memimpin era baru keterbukaan China kepada dunia.

Secara geografis, Hainan berada tepat di depan arah selatan yang menghadap langsung ke negara-negara ASEAN. Proyek ini diharapkan dapat mempercepat integrasi rantai pasokan global dan memperkuat hubungan ekonomi antara China dengan negara-negara di Asia Tenggara.

Tanggapan Analis dan Pasar

Pasar merespons positif peluncuran Hainan FTP ini. Saham-saham di bursa China dan Hong Kong tercatat menguat seiring dengan ekspektasi masuknya aliran modal baru ke kawasan tersebut.

Meski demikian, pengamat ekonomi memberikan catatan kritis. Xu Tianchen, ekonom senior di Economist Intelligence Unit, menilai bahwa meskipun Hainan menawarkan liberalisasi ekonomi yang menarik untuk integrasi rantai pasok, wilayah ini masih memiliki tantangan besar untuk benar-benar menyamai Hong Kong.

"Model Hainan menawarkan liberalisasi terkelola yang bagus, namun model ini belum memiliki sistem hukum yang independen dan keterbukaan finansial sedalam yang dimiliki Hong Kong," ujar Xu.

Dengan nilai investasi yang mencapai ribuan triliun rupiah, Pulau Hainan kini dipersiapkan menjadi "medan pengujian" bagi China untuk bertransisi menuju keterbukaan ekonomi tingkat tinggi di tengah dinamika geopolitik global.



(*)
Advertisement
close