Bongkar Rahasia Jadi Bos Minimarket Segini Modal dan Estimasi Balik Modal Alfamart 2026
LANGGAMPOS.COM - Peluang menjadi pemilik jaringan ritel raksasa di Indonesia kini semakin terbuka lebar bagi para calon pengusaha di tahun 2026.
Siapa yang tidak kenal Alfamart?
- Alfamart menawarkan tiga skema kemitraan utama yaitu gerai baru, konversi toko kelontong, dan skema take over.
- Investasi terendah dimulai dari Rp300 juta untuk tipe 9 rak, sudah mencakup biaya waralaba selama lima tahun.
- Sistem royalti diterapkan secara progresif mulai dari 0% hingga 4% tergantung pada besarnya penjualan bersih bulanan.
LANGGAMPOS.COM - Peluang menjadi pemilik jaringan ritel raksasa di Indonesia kini semakin terbuka lebar bagi para calon pengusaha di tahun 2026.
Siapa yang tidak kenal Alfamart?
Brand minimarket ini telah menjamur hingga ke pelosok daerah dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Bagi Anda yang punya ambisi memiliki gerai sendiri, memahami rincian biaya dan skema kerja sama adalah langkah awal yang krusial.
Mengacu pada data resmi perusahaan, Alfamart menyediakan tiga jalur kemitraan yang bisa disesuaikan dengan kondisi modal dan lokasi Anda.
Jalur pertama adalah Franchise Gerai Baru. Skema ini diperuntukkan bagi Anda yang memiliki lokasi strategis namun belum ada bangunan minimarket di atasnya.
Besaran investasinya bervariasi tergantung tipe rak:
Dana tersebut sudah meliputi franchise fee Rp45 juta untuk 5 tahun, instalasi listrik, AC, sistem kasir, hingga promosi pembukaan.
Bagi Anda yang punya ambisi memiliki gerai sendiri, memahami rincian biaya dan skema kerja sama adalah langkah awal yang krusial.
Mengacu pada data resmi perusahaan, Alfamart menyediakan tiga jalur kemitraan yang bisa disesuaikan dengan kondisi modal dan lokasi Anda.
Jalur pertama adalah Franchise Gerai Baru. Skema ini diperuntukkan bagi Anda yang memiliki lokasi strategis namun belum ada bangunan minimarket di atasnya.
Besaran investasinya bervariasi tergantung tipe rak:
- Tipe 9 rak (30 m2): Rp300 juta
- Tipe 18 rak (60 m2): Rp350 juta
- Tipe 36 rak (80 m2): Rp450 juta
- Tipe 45 rak (100 m2): Rp500 juta
Dana tersebut sudah meliputi franchise fee Rp45 juta untuk 5 tahun, instalasi listrik, AC, sistem kasir, hingga promosi pembukaan.
Perlu diingat, angka ini belum termasuk biaya sewa lahan atau renovasi properti karena nilainya bisa berubah sesuai kondisi lapangan.
Opsi kedua adalah Franchise Gerai Baru - Konversi. Ini adalah kabar baik bagi pemilik toko kelontong atau minimarket lokal yang ingin "naik kelas".
Keunggulannya, barang dagangan lama dan rak yang sudah ada bisa diakui sebagai stok awal atau pengurang biaya investasi, selama memenuhi standar Alfamart.
Terakhir, ada skema Franchise Gerai Take Over. Anda bisa membeli gerai yang sudah berjalan dengan harga paket mulai dari Rp800 juta.
Meskipun modalnya lebih besar, skema ini sudah mencakup sewa lokasi 5 tahun dan goodwill karena gerai tersebut sudah memiliki pelanggan setia.
Mengenai keuntungan, Alfamart menerapkan sistem Biaya Royalti yang dihitung secara progresif dari penjualan bersih.
Jika penjualan bersih di bawah Rp150 juta, royaltinya 0%. Namun, jika mencapai di atas Rp250 juta, royalti yang dikenakan adalah 4%.
Lantas, apa saja syaratnya? Anda harus merupakan Warga Negara Indonesia dengan badan usaha resmi seperti CV, PT, atau Koperasi.
Lokasi yang disiapkan minimal memiliki area penjualan sebesar 100 m2 dengan total luas lahan mencapai 150 m2 hingga 250 m2.
Selain itu, kelengkapan izin seperti SIUP, NIB, NPWP, hingga izin tetangga menjadi dokumen wajib yang harus dipenuhi calon mitra.
Seluruh tahapan mulai dari presentasi hingga pembukaan toko harus dilakukan secara prosedural untuk menjaga standar kualitas pelayanan.
Demikian rincian syarat serta modal yang diperlukan untuk memiliki gerai Alfamart melalui berbagai model waralaba.
Opsi kedua adalah Franchise Gerai Baru - Konversi. Ini adalah kabar baik bagi pemilik toko kelontong atau minimarket lokal yang ingin "naik kelas".
Keunggulannya, barang dagangan lama dan rak yang sudah ada bisa diakui sebagai stok awal atau pengurang biaya investasi, selama memenuhi standar Alfamart.
Terakhir, ada skema Franchise Gerai Take Over. Anda bisa membeli gerai yang sudah berjalan dengan harga paket mulai dari Rp800 juta.
Meskipun modalnya lebih besar, skema ini sudah mencakup sewa lokasi 5 tahun dan goodwill karena gerai tersebut sudah memiliki pelanggan setia.
Mengenai keuntungan, Alfamart menerapkan sistem Biaya Royalti yang dihitung secara progresif dari penjualan bersih.
Jika penjualan bersih di bawah Rp150 juta, royaltinya 0%. Namun, jika mencapai di atas Rp250 juta, royalti yang dikenakan adalah 4%.
Lantas, apa saja syaratnya? Anda harus merupakan Warga Negara Indonesia dengan badan usaha resmi seperti CV, PT, atau Koperasi.
Lokasi yang disiapkan minimal memiliki area penjualan sebesar 100 m2 dengan total luas lahan mencapai 150 m2 hingga 250 m2.
Selain itu, kelengkapan izin seperti SIUP, NIB, NPWP, hingga izin tetangga menjadi dokumen wajib yang harus dipenuhi calon mitra.
Seluruh tahapan mulai dari presentasi hingga pembukaan toko harus dilakukan secara prosedural untuk menjaga standar kualitas pelayanan.
Demikian rincian syarat serta modal yang diperlukan untuk memiliki gerai Alfamart melalui berbagai model waralaba.
(*)

