Iklan

Thursday, March 5, 2026, 12:55 PM WIB
Last Updated 2026-03-05T05:55:04Z
Economy

Sempat Loyo IHSG Akhirnya Tancap Gas Lagi di Sesi I Gara-Gara Hal Ini

Sempat Loyo IHSG Akhirnya Tancap Gas Lagi di Sesi I Gara-Gara Hal Ini

  • IHSG ditutup terbang 1,67% ke level 7.703,79 pada sesi I setelah sebelumnya sempat anjlok parah 4,57%.
  • Sektor perbankan menjadi pahlawan utama, dipimpin oleh kenaikan saham BBCA, BBRI, dan BMRI.
  • Sentimen positif juga datang dari pulihnya pasar Asia, terutama bursa Korea Selatan (Kospi) yang melesat hingga 10%.

LANGGAMPOS.COM – Setelah kemarin dibuat babak belur, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini sepertinya sudah mulai rajin minum vitamin. Pada penutupan sesi I, Kamis (5/3/2026), indeks terpantau "ngebut" dan sukses parkir di zona hijau.

Data perdagangan mencatat IHSG ditutup naik 126,73 poin atau menguat 1,67% ke level 7.703,79. Bahkan, di awal pembukaan tadi, indeks sempat pamer kekuatan dengan melonjak lebih dari 2%.

Kenaikan ini menjadi nafas lega bagi para investor. Maklum, kemarin bursa domestik sempat "kena mental" karena anjlok hingga 4,57%.

Hingga istirahat siang, ada 630 saham yang kompak naik kelas, sementara 127 saham masih betah memerah, dan 201 saham lainnya pilih jalan di tempat.

Meski indeks lagi semangat-semangatnya, nilai transaksi ternyata masih agak malu-malu di angka Rp 9,99 triliun. Angka ini tergolong sepi jika dibanding sesi I kemarin yang mencapai Rp 18 triliun.

Geng perbankan raksasa alias Big Caps menjadi motor utama penggerak indeks. Bank Central Asia (BBCA) terpantau naik 2,55%, disusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) yang ikut menyumbang poin signifikan.

Tak heran jika sektor finansial secara keseluruhan tercatat naik 2% pada akhir sesi pertama ini. Sepertinya para raksasa bank ini sedang hobi bagi-bagi senyuman.

Kabar baik tidak cuma datang dari dalam negeri. Bursa tetangga di kawasan Asia-Pasifik juga mulai menunjukkan tanda-tanda "insyaf" dan perlahan pulih.

Indeks Kospi di Korea Selatan bahkan tampil luar biasa dengan melesat lebih dari 10%. Padahal, sehari sebelumnya Kospi sempat terjun bebas hingga 12%.

Merespons drama pasar ini, Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, langsung ambil tindakan tegas. Ia menyerukan pemerintah untuk segera meluncurkan program raksasa senilai 100 triliun won atau sekitar Rp 1.149 triliun.

Dana jumbo tersebut disiapkan untuk menstabilkan pasar keuangan mereka yang sempat goyang akibat ketegangan di Timur Tengah.

Dalam pidato pembukaan rapat Kabinet hari Kamis, Lee memperingatkan bahwa krisis yang memburuk di Timur Tengah memperburuk lingkungan ekonomi dan keamanan global.

Ia juga menyoroti pasar keuangan yang menghadapi ketidakpastian yang semakin meningkat. Menurutnya, ketidakstabilan pasokan energi dan kondisi perdagangan dapat menciptakan kesulitan yang lebih luas di seluruh perekonomian.

Selain geopolitik, kemarin pasar saham kita memang sempat kena "sleding" dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Mereka memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Untungnya, Fitch masih mempertahankan rating jangka panjang valuta asing kita di level BBB atau investment grade. Jadi, Indonesia masih dianggap layak buat investasi, cuma sedikit lebih menantang saja.

Fitch menilai revisi tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran atas konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan, terutama di tengah sentralisasi pengambilan keputusan.

IHSG yang sempat oleng kini sedang berusaha keras untuk terus tancap gas di sesi kedua nanti. Mari kita pantau apakah bensinnya cukup sampai penutupan sore.


(*)
Advertisement
close