- PT Pupuk Kalimantan Timur menyerahkan infrastruktur TPS 3R senilai Rp1,13 miliar di Kelurahan Guntung untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
- Fasilitas ini dikelola oleh Kelompok Olah Bebaya yang beranggotakan 13 orang dengan jangkauan layanan lebih dari 200 rumah tangga.
- Pemerintah Kota Bontang mengapresiasi langkah ini sebagai wujud nyata sinergi sektor industri dalam mewujudkan visi kota berkelanjutan.
LANGGAMPOS.COM - Langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).
Perusahaan produsen pupuk urea terbesar di Asia Tenggara ini baru saja meresmikan sekaligus menyerahkan bantuan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Guntung, Bontang Utara.
Tak tanggung-tanggung, nilai investasi yang digelontorkan untuk fasilitas pengolahan limbah terpadu ini mencapai Rp1,13 miliar.
Bantuan ini merupakan manifestasi komitmen berkelanjutan Pupuk Kaltim dalam memperkuat sistem penanganan sampah yang bermuara pada partisipasi aktif warga lokal.
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengungkapkan bahwa kehadiran TPS 3R Guntung merupakan bagian dari dukungan strategis perusahaan terhadap program efektivitas pengelolaan sampah yang digagas Pemkot Bontang.
Program ini dirancang dengan pendekatan terpadu yang memposisikan masyarakat bukan sekadar objek, melainkan aktor utama dalam mereduksi volume sampah kota.
Melalui TPS 3R ini, tantangan pengelolaan sampah yang kian kompleks diharapkan dapat teratasi melalui siklus pengolahan yang lebih sistematis dan terintegrasi.
Teguh menjelaskan bahwa fasilitas ini nantinya akan dioperasikan secara mandiri oleh Kelompok Olah Bebaya Guntung, sebuah kelompok swadaya yang berada di bawah pembinaan langsung Pupuk Kaltim.
"Infrastruktur ini akan dikelola Kelompok Olah Bebaya Guntung, yang dibina Pupuk Kaltim untuk optimalisasi TPS 3R, sehingga turut memberi dampak ekonomi dari pelaksanaan program," kata Teguh, dikutip Senin (27/4/2026).
Saat ini, Kelompok Olah Bebaya yang beranggotakan 13 personil tersebut telah melayani pengangkutan dan pengolahan sampah dari lebih 200 unit rumah di wilayah Guntung.
Aktivitas mereka dimulai dari penjemputan sampah, pemilahan berdasarkan jenis, hingga proses pengolahan kembali menjadi produk yang memiliki daya jual tinggi di pasar.
Narasi yang dibangun bukan lagi sekadar membuang sampah ke tempat pembuangan akhir, melainkan bagaimana menciptakan nilai tambah ekonomi dari limbah yang dihasilkan.
"Upaya ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya mampu mengurangi volume yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung di masyarakat," kata dia.
Lebih lanjut, Teguh menekankan bahwa fokus utama Pupuk Kaltim adalah membangun ekosistem sosial yang sehat dan mandiri secara finansial melalui isu lingkungan.
"Kami tidak hanya membangun fasilitas, tapi juga ekosistem yang melibatkan masyarakat secara aktif, agar pengelolaan sampah berjalan secara berkelanjutan serta memberikan nilai tambah terhadap sosial ekonomi," tambah Teguh.
Secara teknis, gedung TPS 3R Guntung dibangun di atas lahan representatif seluas 24 x 20 meter dengan fasilitas pendukung yang sangat memadai bagi operasional harian.
Area ini telah dilengkapi dengan ruang pemilahan yang luas, lapangan penumpukan, hingga kantor sekretariat sebagai pusat administrasi kelompok pengelola.
Guna memastikan operasional berjalan maksimal, Pupuk Kaltim juga menyertakan berbagai peralatan mekanis mutakhir dalam paket bantuan tersebut.
Mulai dari alat pencacah sampah organik, mesin pencetak pakan, hingga alat press botol plastik untuk memudahkan proses daur ulang menjadi komoditas ekonomi.
Teguh menyimpan harapan besar agar fasilitas ini mampu merombak cara pandang masyarakat yang selama ini menganggap sampah sebagai beban lingkungan yang tak berguna.
"Dengan dukungan sarana lengkap, kami harap TPS 3R Guntung dapat menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi di masyarakat," tandas Teguh.
Ia juga menegaskan bahwa kontribusi ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional.
"Ini komitmen kami yang akan terus pegang, sebagai wujud keberpihakan Pupuk Kaltim bagi masyarakat dan lingkungan di Kota Bontang," tambah Teguh menutup penjelasannya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif hijau yang diprakarsai oleh Pupuk Kaltim ini.
Menurut Agus, kolaborasi antara sektor dunia usaha dan pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam memperkuat fondasi pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Eksistensi TPS 3R Guntung dinilai sangat selaras dengan visi besar Kota Bontang untuk bertransformasi menjadi kota industri dan jasa yang maju namun tetap asri.
Fasilitas ini menjadi jawaban konkret atas kebutuhan teknis pengelolaan sampah di tingkat hulu yang selama ini menjadi prioritas pembangunan daerah.
"Program ini sejalan dengan visi dan misi kami, khususnya memperkuat prasarana wilayah dalam pengelolaan sampah. Dengan dukungan fasilitas memadai, proses pengelolaan sampah dari sumber dapat dilakukan lebih optimal, terstruktur, serta memiliki nilai tambah di masyarakat," ungkap Agus.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan berbasis komunitas ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong pengurangan sampah melalui partisipasi kolektif.
Agus mengimbau warga Guntung untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini seoptimal mungkin sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga ekosistem kota.
"Kita tidak lagi berbicara pengangkutan dan pembuangan sampah, tapi bagaimana mengelolanya menjadi sumber daya yang bernilai. Dan TPS 3R dari Pupuk Kaltim ini dapat menjadi contoh konkret implementasi ekonomi sirkular di masyarakat," tutur Agus.
(*)

