Iklan

Thursday, May 7, 2026, 9:31 PM WIB
Last Updated 2026-05-07T14:31:37Z
News

Pemerintah Siapkan Bali Jadi Pusat Keuangan Dunia Mirip Dubai International Financial Centre

Pemerintah Siapkan Bali Jadi Pusat Keuangan Dunia Mirip Dubai International Financial Centre


  • Pemerintah berencana membangun kawasan ekonomi khusus sektor keuangan seluas 100 hektare di Bali.
  • Proyek bertajuk Indonesia Financial Centre ini mengadopsi konsep Dubai International Financial Centre (DIFC).
  • Regulasi khusus sedang disiapkan agar investor global dapat memutar modalnya di pasar keuangan maupun sektor riil Indonesia.

LANGGAMPOS.COM - Bali tidak lagi hanya menjadi magnet bagi wisatawan dunia, tetapi juga diproyeksikan sebagai pelabuhan baru bagi modal global.

Pemerintah berencana menyulap sebagian wilayah di Pulau Dewata menjadi pusat keuangan internasional yang setara dengan Dubai International Financial Centre (DIFC).

Rencana besar ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis (7/5/2026).

"Akan kita buat adalah seperti Dubai 100 ha atau lebih atau sedikit," ungkap Purbaya saat menjelaskan visi pengembangan kawasan tersebut.

Kawasan ini nantinya akan menyandang status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan fleksibilitas aturan administrasi yang berbeda dari wilayah lainnya.

Langkah berani ini diambil untuk mempermudah aliran dana asing masuk ke sistem keuangan domestik tanpa hambatan birokrasi yang kaku.

Pemerintah optimistis bahwa kehadiran pusat keuangan ini akan memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi para pemodal besar dari berbagai penjuru dunia.

"Uang bisa masuk dari luar negeri ke situ," tambah Purbaya untuk menegaskan kemudahan akses yang akan ditawarkan nantinya.

Tidak hanya sekadar menjadi tempat penyimpanan aset, para investor juga diberi ruang luas untuk bermain di pasar modal, pasar uang, hingga instrumen obligasi.

Selain itu, berbagai proyek strategis pemerintah akan ditawarkan di dalam ekosistem ini guna memperkuat struktur pembiayaan pembangunan nasional.

Dampaknya diharapkan mampu memberikan efek domino yang positif bagi pertumbuhan ekonomi secara makro dan stabilitas pasar keuangan.

"Jadi makin kuatlah sumber pembiayan pembangunan untuk swasta maupun untuk pemerintah," tutur Purbaya menjelaskan urgensi proyek tersebut.

Ia juga menekankan bahwa penempatan dana di kawasan ini akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan hanya disimpan tanpa instrumen yang jelas.

Sektor riil Indonesia tetap menjadi daya tarik utama yang akan disinergikan dengan keberadaan Indonesia Financial Centre di Bali tersebut.

"Kalau dia ditaruh situ ga ngapa-ngapain gak dapet return harusnya ditaruh di tempat saya, tempat Pak Gubernur, tapi kan paling menarik di sektor riil," imbuhnya.

Saat ini, Kementerian Keuangan bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait tengah berpacu dengan waktu dalam merumuskan payung hukumnya.

Sinkronisasi regulasi menjadi kunci utama agar operasional kawasan eksklusif ini dapat segera terealisasi tanpa kendala legalitas di kemudian hari.

Pemerintah menargetkan agar pusat keuangan bergaya Dubai ini tidak hanya menjadi wacana di atas kertas dalam waktu yang lama.

"Tidak terlalu lama akan segera dijalankan," tegas Purbaya menutup penjelasannya mengenai kesiapan eksekusi proyek tersebut.


(*)
Advertisement
close