Iklan

Redaksi
Monday, June 29, 2026, 10:25 AM WIB
Last Updated 2026-06-29T03:25:50Z
News

Anggaran Riset Nasional Melejit Rp4 Triliun, Presiden Prabowo Desak Integrasi Sains untuk Solusi Nyata

Anggaran Riset Nasional Melejit Rp4 Triliun, Presiden Prabowo Desak Integrasi Sains untuk Solusi Nyata


LANGGAMPOS.COM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi mengambil langkah besar untuk mendongkrak ekosistem sains dan teknologi di tanah air.

Melalui instruksi langsung Kepala Negara, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran riset nasional hingga menyentuh angka Rp4 triliun.

Langkah strategis ini diambil demi membangun fondasi riset yang terintegrasi sekaligus mampu menjawab tantangan nyata yang dihadapi bangsa.

Kepastian mengenai suntikan dana segar ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

"Di pertemuan yang sebelumnya, waktu di Istana, dulu (Presiden Prabowo) sudah memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita, sampai di angka Rp4 triliun," ujar Prasetyo kepada awak media usai penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center, mengutip keterangan, Minggu (28/6).

Kebijakan ini diambil agar aktivitas penelitian di Indonesia tidak lagi berjalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas.

Guna merealisasikan visi tersebut, Kementerian Sekretariat Negara kini intensif berkoordinasi dengan pemangku kebijakan sektor riset.

Prasetyo menjelaskan bahwa tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo itu dilakukan bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, Bappenas, serta BRIN untuk menyatukan arah kebijakan riset nasional.

"Sekarang dipimpin oleh Prof. Arief Satria, untuk menyatukan semua riset kita," ujarnya.

Sinergi antarlebaga ini diharapkan mampu mengikis ego sektoral yang selama ini kerap menjadi penghambat kemajuan inovasi di Indonesia. Pemerintah bahkan telah merampungkan sebuah peta jalan komprehensif yang menjadi acuan baku seluruh peneliti.

"Jadi peta jalan riset seperti tadi, bukunya kan sudah dihasilkan, yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan semua harus dalam satu grand design," tegasnya.

Modernisasi ekosistem sains ini sengaja dirancang untuk melahirkan hilirisasi riset yang tidak sekadar berakhir sebagai dokumen di rak perpustakaan.

Presiden Prabowo menginginkan riset yang dikembangkan tidak hanya menghasilkan temuan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjawab berbagai persoalan strategis yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Arah baru kebijakan ini akan menitikberatkan pada penyelesaian krisis lingkungan serta kemandirian sektor energi nasional.

Pemerintah ingin hasil laboratorium bisa diadopsi langsung oleh sektor industri dan masyarakat luas.

"Riset-riset yang kita jalankan diharapkan riset-riset yang langsung memberikan dampak untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Misalnya contoh riset tentang sampah, riset energi, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke CNG, riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi," lanjutnya.

Kehadiran jajaran pemerintahan dalam agenda sains internasional ini juga menegaskan komitmen tinggi eksekutif terhadap dunia akademik.

Prasetyo memaparkan alasan Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada forum ilmiah seperti KSTI 2026.

"Sebagaimana yang di awal pembukaan disampaikan bahwa bagi Pak Prabowo, bagi Bapak Presiden, para dekan, guru besar, rektor itu adalah pribadi-pribadi yang terpintar yang dimiliki oleh sebuah bangsa," ucapnya.

Melalui momentum ini, kepala negara secara terbuka mengajak seluruh civitas akademika untuk merapatkan barisan.

Kontribusi pemikiran terbaik dari para ilmuwan kini dinantikan untuk membawa Indonesia menuju kemandirian teknologi yang berdaulat.






FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Berapa tambahan anggaran riset yang dialokasikan pemerintah pada era Presiden Prabowo?

Pemerintah menambahkan anggaran riset nasional sebesar Rp4 triliun untuk memperkuat sektor sains, teknologi, dan inovasi nasional.

2. Apa tujuan utama dari penggabungan arah kebijakan riset nasional?

Tujuannya adalah menciptakan satu grand design (desain besar) agar kegiatan riset di Indonesia saling terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri, dan langsung berdampak pada prioritas pembangunan nasional.

3. Siapa yang memimpin integrasi riset nasional saat ini?

Proses integrasi riset nasional ini dipimpin oleh Prof. Arief Satria, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, Bappenas, serta BRIN.

4. Sektor apa saja yang menjadi fokus utama dalam riset nasional terbaru?

Fokus utama diarahkan pada riset aplikatif yang menyelesaikan masalah strategis, seperti pengelolaan sampah, kemandirian energi, dan transisi dari LPG ke CNG (Compressed Natural Gas).


#AnggaranRisetNasional #PresidenPrabowo #SainsDanTeknologi #InovasiEnergi #BRIN #ProfAriefSatria #KebijakanRiset2026
Advertisement
Pilihan Redaksi Lainnya
close