Iklan

Redaksi
Sunday, June 14, 2026, 7:45 PM WIB
Last Updated 2026-06-14T12:45:40Z
Cryptocrypto marketcrypto news

Prediksi Robert Kiyosaki Dolar AS Melemah, Saatnya Beralih ke Bitcoin dan Emas?

Prediksi Robert Kiyosaki Dolar AS Melemah, Saatnya Beralih ke Bitcoin dan Emas?


  • Kritik Keras Fiat: Robert Kiyosaki kembali menegaskan bahwa uang tunai adalah sampah karena nilainya terus tergerus inflasi.
  • Rekomendasi Aset: Penulis buku Rich Dad Poor Dad ini menyarankan investor melirik emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum.
  • Kondisi Pasar: Rekomendasi ini muncul di tengah tren koreksi hebat yang sedang melanda pasar kripto global.

LANGGAMPOS.COM -  Pasar keuangan global kembali dikejutkan oleh pernyataan tajam dari investor kawakan sekaligus penulis buku legendaris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki.

Melalui sebuah unggahan di platform X pada 13 Juni, ia secara terang-terangan melayangkan kritik keras terhadap fundamental mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Kiyosaki memberikan ilustrasi visual mengenai seberapa besar nilai satu triliun dolar untuk menggambarkan cepatnya pencetakan uang oleh bank sentral.

Langkah Federal Reserve dan Departemen Keuangan AS tersebut, menurutnya, menjadi penyebab utama jatuhnya daya beli masyarakat yang menyimpan uang tunai.

Sebut Uang Tunai Sampah, Kiyosaki Jagokan Kripto dan Logam Mulia


Pria berkebangsaan Amerika Serikat ini kembali memopulerkan jargon lamanya yang menyebut bahwa uang tunai tidak lebih dari sekadar sampah belaka.

"Cash is trash," tulis Robert Kiyosaki dalam akun media sosial pribadinya.

Ia berargumen bahwa para penyimpan mata uang fiat akan selalu menjadi pihak yang paling dirugikan dalam jangka panjang.

Sebagai gantinya, Kiyosaki mengajak para pengikutnya untuk segera mengalihkan kekayaan mereka ke dalam aset-aset yang memiliki kelangkaan tinggi.

Emas dan perak tetap menjadi opsi klasik yang ia tawarkan kepada publik untuk mengamankan nilai kekayaan dari inflasi.

Namun, yang menarik dari seruan kali ini adalah masuknya nama Ethereum mendampingi Bitcoin sebagai aset digital pilihan.

Sikap agresif ini sejalan dengan personal branding Kiyosaki yang selama ini dikenal sangat skeptis terhadap kebijakan moneter modern.

Meskipun tidak membagikan strategi investasi secara mendetail, pesan utamanya sangat jelas: hindari memegang uang tunai saat pasokannya terus digelembungkan.

Aset Kripto Masih Terjebak dalam Tren Korosif


Pernyataan bernada optimistis dari Kiyosaki sayangnya datang di saat pasar kripto sedang mengalami fase volatilitas yang cukup menyakitkan.

Berdasarkan data pasar pada 14 Juni, Bitcoin terpuruk dan diperdagangkan pada kisaran harga 64.569 dolar AS per koin.

Setali tiga uang, Ethereum juga mengalami tekanan berat dan tertahan pada level rendah di kisaran 1.674 dolar AS.

Kedua aset kripto berkapitalisasi besar ini masih bergerak jauh di bawah rekor tertinggi siklus mereka yang sempat dicapai pada tahun 2025.

Kemerosotan tajam yang terjadi sepanjang bulan Juni ini dipicu oleh akumulasi beberapa sentimen negatif global yang datang bersamaan.

Kebijakan suku bunga ketat (hawkish) dari Federal Reserve menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan aset berisiko.

Kondisi geopolitik yang memanas akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut memperburuk minat investasi publik.

Ditambah lagi, gelombang aksi jual besar-besaran terjadi akibat penutupan posisi perdagangan berleverage (leverage unwind) di berbagai bursa.

Akibat rentetan sentimen tersebut, Bitcoin sempat terjun bebas dari level di atas 80.000 dolar AS hingga menyentuh angka di bawah 62.000 dolar AS.

Kondisi serupa memaksa Ethereum terdepak dari zona nyamannya dan terseret turun mendekati level psikologis 1.500 dolar AS.

Perdebatan Sengit Status Lindung Nilai Antara Emas dan Bitcoin

Masuknya kripto dalam radar investasi Kiyosaki memperpanjang diskusi mengenai instrumen terbaik untuk menghadapi krisis ekonomi dunia.

Selama ini, emas selalu dipandang sebagai aset aman (safe-haven) konvensional yang paling teruji oleh waktu saat terjadi konflik.

Namun, dinamika pasar terkini menunjukkan adanya pergeseran perilaku yang cukup signifikan antara Bitcoin dan logam mulia.

Pada Mei lalu, performa Bitcoin tercatat berhasil mengungguli emas dengan selisih yang cukup masif, yakni sekitar 35% hingga 36%.

Lonjakan performa secara relatif ini dihitung sejak awal pecahnya konflik bersenjata yang melibatkan Iran pada tahun 2026.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa Bitcoin kini bergerak lebih mirip sebagai aset alternatif yang sangat sensitif terhadap risiko.

Karakteristik tersebut sedikit menggeser statusnya yang semula digadang-gadang akan menjadi lindung nilai krisis konvensional layaknya emas murni.

Arus Keluar Modal Memaksa Investor Bersikap Waspada

Ketidakpastian makroekonomi terbukti membuat para investor institusional memilih untuk menarik dana mereka dari pasar kripto.

Tercatat, produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di bursa AS mengalami net outflow selama 13 hari perdagangan berturut-turut.

Aksi penarikan dana secara beruntun ini terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang, mulai 15 Mei hingga 3skor Juni.

Secara akumulatif, modal yang keluar dari instrumen investasi tersebut mencapai angka yang fantastis, yakni sebesar 4,37 miliar dolar AS.

Nasib kurang beruntung juga menimpa Ethereum akibat sepinya permintaan dari para pelaku pasar modal global.

ETF Ethereum spot harus rela kehilangan dana sebesar 15,89 million dolar AS hanya dalam satu hari perdagangan pada 11 Juni.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif arus keluar modal yang telah berlangsung selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.

Lemahnya struktur teknikal dan bayang-bayang risiko geopolitik membuat para pembeli memilih bersikap pasif dan menunggu momentum.

Suara lantang Robert Kiyosaki setidaknya memberi warna baru dalam perdebatan klasik mengenai inflasi dan aset langka.

Kendati demikian, narasi tersebut belum mampu mengubah arah tren jangka pendek pasar kripto yang masih membutuhkan katalis positif.

Pemulihan harga Bitcoin dan Ethereum secara berkelanjutan memerlukan aliran modal baru yang kuat serta kondisi makroekonomi yang jauh lebih stabil.


(*)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Mengapa Robert Kiyosaki menyebut uang tunai sebagai sampah?

Kiyosaki menilai uang tunai terus kehilangan daya belinya akibat kebijakan bank sentral yang mencetak uang dalam jumlah besar, sehingga memicu inflasi tinggi.

Apa saja aset yang direkomendasikan oleh Robert Kiyosaki baru-baru ini?

Dalam unggahan terbarunya, ia menyarankan investor untuk mengoleksi emas, perak, Bitcoin, dan kini mulai memasukkan Ethereum ke dalam daftarnya.

Mengapa pasar kripto mengalami penurunan tajam pada Juni 2026?

Penurunan dipicu oleh kombinasi kebijakan suku bunga hawkish dari The Fed, konflik geopolitik AS-Iran, aksi jual massal (leverage unwind), dan arus keluar modal dari ETF spot.

#Kripto #Bitcoin #RobertKiyosaki #Emas #Inflasi #Ethereum #BeritaEkonomi
Advertisement
Pilihan Redaksi Lainnya