Iklan

Redaksi
Friday, June 26, 2026, 8:28 PM WIB
Last Updated 2026-06-26T13:28:45Z
News

Langkah Strategis Purbaya Atur Skema Baru Panda Bond, Amunisi Segar Dongkrak Cadangan Devisa Hingga US$ 50 Miliar

Langkah Strategis Purbaya Atur Skema Baru Panda Bond, Amunisi Segar Dongkrak Cadangan Devisa Hingga US$ 50 Miliar


LANGGAMPOS.COM - Pemerintah Indonesia mengambil langkah agresif untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui inovasi pembiayaan luar negeri yang meminimalkan risiko pasar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengaktifkan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam penerbitan instrumen obligasi berdenominasi renminbi atau Panda Bond.

Langkah strategis ini dirancang secara khusus untuk memangkas ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat sekaligus menahan tekanan volatilitas mata uang global pada rupiah.

Menkeu Siapkan Transaksi LCT untuk Amankan Nilai Tukar Rupiah

Sistem pembayaran ini nantinya akan menghubungkan investor Tiongkok langsung dengan ekosistem keuangan domestik tanpa melalui konversi mata uang ketiga.

Melalui mekanisme bilateral tersebut, aliran likuiditas dari pasar modal internasional dapat diserap secara optimal demi kepentingan stabilitas moneter dalam negeri.

"Saya punya rencana begini, begitu dijual (Panda Bond) nanti saya akan aktifkan atau pakai jalur, Local Currency Transaction (LCT), di mana mereka bayar renminbi nanti biar bank sentralnya melalui mekanisme tertentu dengan bank sentral kita, saya langsung terima rupiah," ujarnya saat Media Briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

"Jadi ketergantungan kita terhadap dolar akan semakin sedikit dan akan mengurangi tekanan ke rupiah," sambungnya.

Potensi Tambahan Likuiditas Setara Cadangan Devisa US$ 50 Miliar

Implementasi skema LCT ini diyakini mampu memberikan efek pengganda yang signifikan bagi kapasitas intervensi dan daya tahan finansial Indonesia.

Kolaborasi erat antara Bank Indonesia dan Bank Sentral China (PBoC) menjadi landasan utama yang memperkuat akses likuiditas lintas negara ini.

"Perjanjian dengan bank sentral kita kan sekitar US$ 50 miliar. Kalau itu dipakai dengan betul dan cepat, sehingga seolah-olah cadangan devisa kita naik US$ 50 miliar, walaupun secara de jure nya gak tercatat," ungkap Purbaya.

Akses pendanaan yang cepat dan efisien ke pasar Tiongkok ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi otoritas dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Tapi saya bisa bilang cadangan devisa kita naik seperti itu, karena kita bisa akses ke sana dengan gampang, artinya ketergantungan kita harap dolar akan lebih bisa tekanan, rupiah akan lebih stabil," tegasnya.

Diversifikasi Pembiayaan Asing Guna Mengurangi Risiko Fiskal APBN

Kebijakan menerbitkan Panda Bond juga menjadi bagian dari manajemen risiko portofolio utang pemerintah agar tidak bertumpu pada satu mata uang saja.

Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Herman Saheruddin menjelaskan bahwa diversifikasi instrumen utang sangat krusial saat ini.

"Alasan penerbitan Panda Bond ya untuk mencari sumber pembiayaan yang lain atau dapat dikatakan diversifikasi. Jadi dengan adanya diversifikasi ini, harapannya adalah risiko beban APBN kita dari pembiayaan utang yang bersumber dari risiko nilai tukar itu dapat didiversifikasi, dan kita bisa mengurangi dampak dari ketergantungan dolar AS," kata Herman saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (26/6/2026).

Pengalaman historis mengajarkan bahwa fluktuasi tajam mata uang tertentu berpotensi memicu beban berat pada postur anggaran negara.

"Dengan adanya sumber pembiayaan lain, menurutnya, fluktuasi dolar yang signifikan itu dampaknya kepada APBN tidak sebesar tahun-tahun, seperti 1998 silam," lanjutnya.

Tingginya Minat Investor Global Terhadap Surat Utang Negara

Posisi tawar Indonesia di mata investor global dinilai tetap solid berkat pengelolaan makroekonomi yang konsisten dan peringkat utang yang sehat.

Tiongkok dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki kapasitas likuiditas besar dan memberikan penilaian objektif terhadap prospek ekonomi domestik.

"Salah satu upaya diversifikasi ini kita masuk ke negara-negara yang demandnya ada, istilahnya yang punya uang dan mau menghargai reputasi Indonesia seperti fundamentalnya, salah satunya ya China," jelas Herman.

Apresiasi dari pasar internasional terhadap performa ekonomi makro Indonesia teperoleh melalui penetapan harga obligasi yang kompetitif dan rasional.

"China itu adalah salah satu dari beberapa negara yang tertarik untuk melakukan pembiayaan ke Indonesia dengan membeli surat utang kita dengan pricing yang make sense, artinya tidak jauh dari fundamental kita," ucap Herman.

Optimalisasi Portofolio Mata Unang Demi Memperkuat Stabilitas Fiskal

Ketergantungan yang berlebihan pada satu jenis mata uang asing diakui dapat menciptakan kerentanan sistemik bagi keberlanjutan APBN jangka panjang.

Langkah perluasan instrumen pembiayaan ke mata uang alternatif menjadi solusi preventif demi menjaga defisit anggaran tetap berada dalam batas aman.

"Sekarang kita melakukan diversifikasi. Kalau kita terlalu banyak tergantung dari dolar AS, saya pikir akan menjadi kurang stabil, APBN akan terus tekor jika kita hanya mengandalkan dolar AS," paparnya.

Diversifikasi cerdas ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan baru yang kokoh bagi stabilitas perekonomian nasional masa depan.

(*)

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa yang dimaksud dengan Panda Bond? 

Panda Bond adalah surat utang atau obligasi berdenominasi mata uang Renminbi (RMB) yang diterbitkan oleh emiten asing atau pemerintah negara lain di pasar modal Tiongkok.

Mengapa pemerintah menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT)? 

Skema LCT digunakan agar transaksi pembelian obligasi dapat diselesaikan langsung menggunakan mata uang rupiah dan renminbi, tanpa perlu dikonversi ke dolar AS sehingga mengurangi biaya transaksi dan risiko kurs.

Bagaimana Panda Bond bisa menambah cadangan devisa Indonesia? 

Melalui kerja sama bilateral dengan Bank Sentral China, Indonesia memiliki akses likuiditas siaga hingga setara US$ 50 miliar yang sewaktu-waktu dapat diakses, berfungsi memperkuat bantalan eksternal perekonomian nasional.

Apa keuntungan diversifikasi mata uang dalam pembiayaan APBN? 

Diversifikasi ini mengurangi risiko lonjakan beban utang akibat apresiasi tajam dolar AS, sehingga menjaga stabilitas fiskal dan struktur belanja dalam APBN agar tidak mengalami defisit yang membengkak.
Advertisement
Pilihan Redaksi Lainnya
close