Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
HEADLINE
Memuat Headline...
HEADLINE
News
Memuat artikel...
Lihat Selengkapnya →
IKUTI SEPUTAR

UPDATE TEKNO TERBARU

Techno
Memuat artikel...

Bitcoin Kembali Tembus US$64 Ribu Saat Sejumlah Altcoin Utama Masih Tertekan

Bitcoin Kembali Tembus US$64 Ribu Saat Sejumlah Altcoin Utama Masih Tertekan


LANGGAMPOS.COM - Pasar mata uang kripto kembali menunjukkan dinamika yang menarik pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.

Harga Bitcoin (BTC) terpantau berhasil merangkak naik dan menembus kembali level psikologis US$64.000.

Di tengah pemulihan aset kripto nomor wahid tersebut, pergerakan dari sebagian besar altcoin utama justru tampak bervariasi dan cenderung tertekan, mencatatkan sentimen pasar yang masih dipenuhi kehati-hatian.

Pergerakan Harga Bitcoin dan Batas Konsolidasi


Berdasarkan data pasar dari crypto.news, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.262, yang mencatatkan kenaikan sekitar 1,2% dalam rentang waktu 24 jam terakhir serta menguat 0.5% secara mingguan.

Total kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di sekitar US$1,29 triliun dengan volume perdagangan harian yang mencapai kurang lebih US$21,6 miliar.

Pemulihan ini terjadi setelah melalui pekan yang cukup bergejolak, di mana para penjual (sellers) berulang kali memberikan tekanan pada area resistensi di kisaran US$64.400 hingga US$65.400.

Harga BTC sempat merosot ke level terendah di kisaran US$62.500 pada hari Jumat sebelum akhirnya mencatatkan rebound tipis di atas US$62.600 pada hari Senin lalu.

Secara historis dan teknikal, Bitcoin masih tertahan di dalam rentang konsolidasi yang cukup lebar, yakni antara US$60.000 hingga US$66.000, sebuah pola yang terbentuk sejak aksi jual tajam pada bulan Juni.

Meskipun kenaikan terbaru ini mendorong posisi harga ke paruh atas rentang konsolidasi, ruang gerak tersebut belum cukup kuat untuk memicu sebuah *breakout* yang definitif.

Analisis Struktur Teknikal dan Indikator Pasar


Berdasarkan grafik harian BTC/USDT, struktur makro secara keseluruhan masih terpantau lebih lemah dibandingkan level tertinggi pada bulan Mei lalu yang mendekati US$80.000.

Indikator teknikal Aroon Up tercatat berada di sekitar 71,43%, sementara Aroon Down berada di level 35,71%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa level harga tertinggi yang dicapai baru-baru ini memiliki bobot yang sedikit lebih besar dibandingkan titik terendahnya, meski indikator ini kerap berfluktuasi dan belum mengonfirmasi tren jangka panjang yang kuat.

Di sisi lain, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan posisi yang relatif netral.

Garis MACD berada di kisaran minus 96,84, sedikit di bawah garis sinyal yang berada di angka minus 95,49, dengan histogram mendekati minus 1,35. 

Angka-angka tersebut mengindikasikan momentum melemahnya tekanan jual (bearish momentum) ketimbang sebuah penurunan yang kian agresif.

Sejumlah analis pasar juga tengah memantau pergerakan rata-rata pergerakan sederhana (Simple Moving Average/SMA) 200 mingguan yang diestimasi berada di dekat level US$63.700.

Sejumlah pengamat pasar seperti Rekt Capital memperingatkan bahwa jika level ini gagal dipertahankan dan berubah fungsi menjadi area resistensi baru, hal itu dapat membuka peluang koreksi yang lebih dalam menuju deviasi penurunan lanjutan.

Divergensi Kinerja Altcoin Utama di Pasar


Dominasi pasar Bitcoin tercatat masih bertahan di bawah angka 57%, yang mengindikasikan bahwa aset altcoin secara kumulatif masih menguasai lebih dari dua perlima pangsa pasar kripto secara keseluruhan.

Kendati demikian, performa di dalam ekosistem altcoin sendiri menunjukkan perbedaan arah yang cukup mencolok.

Sejumlah aset berkapitalisasi besar dan token tertentu berhasil mencatatkan kinerja positif.


Token HYPE dari Hyperliquid, misalnya, naik 1,9% secara harian ke level US$59,90 dan mencatatkan apresiasi mingguan hingga 8,2%. 

Token lain seperti Zcash (ZEC) menguat sekitar 3%, Morpho naik 3,4%, Sky bertambah 4,5%, serta POL (sebelumnya MATIC) melonjak 5,9% dan menjadi salah satu aset likuid terkuat di jajaran 100 besar kapitalisasi pasar.

Sementara itu, Venice Token (VVV) memimpin jajaran aset dengan kenaikan harian tertinggi sebesar 12,5% hingga menyentuh US$13,70 setelah mengklaim pencapaian pendapatan tahunan yang melampaui US$100 juta.

Sebaliknya, tekanan jual yang cukup tajam dialami oleh sejumlah aset lain. Worldcoin (WLD) memimpin jajaran aset yang merosot dengan penurunan harian mencapai 10,8% ke kisaran US$0,324.

Penurunan signifikan juga dialami oleh Filecoin (FIL) yang turun 6,5% dan Bitway yang terkoreksi 6,1%. 

Di jajaran aset utama, Cardano (ADA) melemah 1,9%, XRP terkoreksi tipis 0,4% di bawah level US$1, BNB turun 0,3% ke US$603,48, serta Dogecoin yang bergerak melemah di bawah US$0,07.

Tekanan Eksternal dari Sektor Makroekonomi


Di luar faktor internal aset digital, kondisi pasar global turut dibayangi oleh perkembangan makroekonomi, terutama dari pasar energi.

Harga minyak mentah Brent dilaporkan menguat hingga mencapai kisaran US$91,76 per barel akibat memudarnya harapan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta kekhawatiran terhadap pasokan jalur pengapalan melalui Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak dunia ini memicu kekhawatiran baru di kalangan investor terkait potensi lonjakan inflasi lanjutan serta arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Sebagai dampaknya, pasar ekuitas dan obligasi di kawasan Asia terpantau mengalami pelemahan. 

Meskipun Bitcoin sempat menunjukkan kekuatan relatifnya terhadap pasar aset berisiko tradisional pada sesi perdagangan hari ini, para pelaku pasar diingatkan bahwa volatilitas makro masih berpotensi memengaruhi arah likuiditas global secara keseluruhan.

Ke depan, para trader dan investor tetap memfokuskan perhatian pada level-level penting, yakni zona resistensi di US$65.000 hingga US$66.000 pada sisi atas, serta area dukungan (support) di kisaran US$62.000 hingga US$63.000 pada sisi bawah.


Penembusan tegas di bawah kisaran support tersebut berisiko menyeret harga kembali menguji lantai konsolidasi di sekitar US$60.000.

(*)

FAQ:

1. Berapa harga perdagangan Bitcoin saat laporan ini dirilis?


Harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran US$64.262, mencatatkan kenaikan harian sebesar 1,2%.

2. Di mana batas kisaran konsolidasi harga Bitcoin saat ini?


Bitcoin bergerak di dalam rentang konsolidasi antara US$60.000 hingga US$66.000 sejak penurunan tajam yang terjadi pada bulan Juni.

3. Bagaimana performa altcoin di tengah kenaikan harga Bitcoin?


Performa altcoin terpantau sangat beragam (divergen). Sejumlah token seperti HYPE dan POL mencatatkan kenaikan, sementara aset lain seperti Worldcoin (WLD) dan Filecoin (FIL) justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam.

4. Apa faktor makroekonomi utama yang sedang membebani pasar global?


Kenaikan harga minyak mentah Brent ke level sekitar US$91,76 per barel memicu kekhawatiran inflasi baru dan pengetatan ekonomi global yang turut memengaruhi pasar aset berisiko.

5. Level teknikal apa saja yang menjadi fokus utama para analis saat ini?


Para analis mengamati zona resistensi di kisaran US$65.000 hingga US$66.000 untuk potensi kelanjutan tren naik, serta level dukungan di US$62.000 hingga US$63.000 untuk mengantisipasi risiko penurunan lanjutan.


Tag Artikel:

#Bitcoin #BTC #HargaBitcoin #Altcoin #Kripto #PasarKripto #AnalisisTeknikal #Blockchain #InvestasiKripto #EkonomiMakro #Hyperliquid #HYPE #CryptoNews #BeritaKripto

This article was released under the title: 
Bitcoin Kembali Tembus US$64 Ribu Saat Sejumlah Altcoin Utama Masih Tertekan
Bantu Kami terus Berkembang, dan Jadikan Langgampos.com sebagai Sumber Pilihan Google
Foto Pilihan Selengkapnya >
Memuat foto pilihan...
Crypto
Memuat artikel...
Lihat Selengkapnya →

Education

Indeks ›

Economy

Indeks ›