- Elon Musk menyatakan bahwa menabung untuk masa pensiun tidak akan lagi menjadi masalah di masa depan berkat bantuan AI dan robot.
- Peningkatan produktivitas dari teknologi AI diprediksi akan membuat perencanaan finansial konvensional menjadi tidak relevan lagi bagi pekerja.
- CEO Nvidia Jensen Huang memberikan pandangan berbeda dengan menyebutkan bahwa AI justru akan membuat manusia semakin sibuk dengan ide-ide baru.
LANGGAMPOS.COM - Strategi menabung untuk pensiun yang selama ini menjadi andalan anak muda dalam merencanakan masa tua diprediksi akan segera berakhir seiring dengan ledakan kecerdasan buatan atau AI.
Elon Musk, orang terkaya di dunia, memberikan pernyataan mengejutkan bahwa aktivitas mengumpulkan uang untuk hari tua bukan lagi merupakan sebuah masalah besar di masa depan.
"Jangan khawatir soal menabung uang untuk pensiun 10 atau 20 tahun ke depan. Itu tidak akan jadi masalah," kata Musk dalam sebuah wawancara podcast, dikutip dari Qz, Rabu (14/1/2026).
Pria dengan kekayaan US$713,2 miliar atau setara Rp 12.031 triliun ini mengaitkan konsep pensiun dengan perkembangan pesat AI dan robotika.
Menurut Musk, kedua elemen teknologi tersebut akan mendorong produktivitas seseorang hingga ke titik maksimal, sehingga perencanaan pensiun menjadi usang.
Ia berargumen bahwa saat produktivitas meningkat tajam, AI dapat terus bekerja secara mandiri untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi manusia.
"Menabung untuk pensiun menjadi tidak relevan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Musk menggambarkan kehadiran AI dan robotika seperti sebuah 'tsunami supersonik' yang datang menerjang tanpa jeda.
Ia menilai perkembangan ini tidak akan berhenti, melainkan akan terus berjalan dengan kecepatan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Musk mengakui bahwa peralihan dunia kerja akibat teknologi ini mungkin tidak selalu berjalan mulus bagi semua orang.
Meski demikian, bos Tesla ini menjanjikan bahwa proses transformasi besar-besaran tersebut akan terjadi secara bergelombang.
Di sisi lain, pandangan berbeda muncul dari CEO Nvidia, Jensen Huang, terkait dampak kecerdasan buatan pada beban kerja manusia.
Huang mengakui AI memang mempermudah pekerjaan, namun ia meyakini manusia justru akan melakukan lebih banyak aktivitas di masa depan.
"Kita akan lebih produktif dan lebih sibuk, karena memiliki begitu banyak ide," jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran fundamental dalam cara manusia memandang kemapanan finansial dan produktivitas di tengah gempuran teknologi masa depan.
(*)
Sumber: CNBC Indonesia

