Iklan

Friday, January 23, 2026, 2:08 PM WIB
Last Updated 2026-01-23T07:08:18Z
Economy

Pertumbuhan Uang Beredar Desember 2025 Meningkat Pesat Menembus Rp 10.133 Triliun

Pertumbuhan Uang Beredar Desember 2025 Meningkat Pesat Menembus Rp 10.133 Triliun


Ringkasan:

  • Likuiditas perekonomian Indonesia (M2) pada Desember 2025 melonjak hingga Rp 10.133,1 triliun.
  • Pertumbuhan uang beredar mencapai 9,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 8,3 persen.
  • Pendorong utama kenaikan ini adalah masifnya penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.

LANGGAMPOS.COM - Bank Indonesia (BI) melaporkan akselerasi signifikan pada jumlah uang beredar di masyarakat menjelang penutupan tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan kondisi likuiditas nasional yang semakin longgar untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa posisi uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai angka fantastis sebesar Rp 10.133,1 triliun.

Secara tahunan, angka tersebut tumbuh 9,6 persen (yoy). Laju ini melampaui capaian pada bulan November 2025 yang tercatat tumbuh sebesar 8,3 persen (yoy).

"Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Melihat komposisinya, lonjakan ini ditopang oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) yang melesat hingga 14 persen (yoy). Sementara itu, komponen uang kuasi turut memberikan andil dengan pertumbuhan sebesar 5,5 persen (yoy).

Bank sentral mencatat bahwa pergerakan M2 pada akhir tahun lalu sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni tagihan bersih kepada pemerintah pusat serta penyaluran kredit perbankan.

Sektor perbankan tercatat semakin ekspansif dengan penyaluran kredit yang tumbuh 9,3 persen (yoy). Angka ini meningkat dibanding bulan sebelumnya yang hanya berada di level 7,9 persen (yoy).

Sejalan dengan itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat melompat tinggi sebesar 13,6 persen (yoy). Pertumbuhan ini jauh melampaui capaian November 2025 yang hanya 8,7 persen (yoy).

Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,9 persen (yoy). Angka ini sedikit melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 9,7 persen (yoy).

Sebagai catatan, cakupan uang beredar M2 meliputi uang kartal, giro rupiah, uang elektronik, dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu. Selain itu, terdapat pula komponen uang kuasi serta surat berharga jangka pendek di bawah satu tahun.

Kenaikan likuiditas ini diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun 2026.


(*)







Sumber: Kompas
Advertisement
close