Iklan

Friday, February 27, 2026, 8:07 PM WIB
Last Updated 2026-02-27T13:07:10Z
Economy

Fenomena Gelap di Balik Optimisme Ekonomi RI Banyak Sarjana Jadi Pengangguran

Fenomena Gelap di Balik Optimisme Ekonomi RI Banyak Sarjana Jadi Pengangguran


  • Angka pengangguran di Indonesia masih menyentuh 7,35 juta orang per November 2025.
  • Lulusan SMK, SMA, hingga sarjana mendominasi daftar pencari kerja yang belum terserap pasar.
  • Pendidikan formal dan beasiswa bergengsi seperti LPDP belum menjamin kemudahan mendapat pekerjaan.


LANGGAMPOS.COM - Optimisme ekonomi nasional yang sering didengungkan ternyata menyimpan sisi kelam bagi generasi muda yang sedang berjuang di pasar tenaga kerja.

Realitas pahit ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah karena lapangan kerja yang tersedia tidak mampu menampung ledakan lulusan baru.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, jumlah pengangguran di Tanah Air masih berada di angka yang mengkhawatirkan.

Tercatat ada 7,35 juta orang yang belum mendapatkan pekerjaan, sebuah angka yang jauh lebih bermakna daripada sekadar deretan statistik di atas kertas.

Ironisnya, mayoritas pengangguran justru berasal dari kelompok usia produktif yang memiliki latar belakang pendidikan formal.

Kelompok ini didominasi oleh lulusan SMK dan SMA, namun tren ini juga merambat ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Lulusan sarjana dan diploma kini semakin banyak yang terjebak dalam antrean panjang pencari kerja tanpa kepastian.

Bahkan, memiliki status sebagai alumni penerima beasiswa bergengsi seperti LPDP tidak lagi menjadi jaminan otomatis seseorang akan langsung mendapatkan posisi di dunia kerja.

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bagi dunia pendidikan bahwa ijazah belum sepenuhnya menjadi jembatan yang kokoh menuju karir profesional.

Ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dengan ketersediaan lapangan kerja memicu pertanyaan besar tentang relevansi kurikulum saat ini.

Paparan lebih dalam mengenai fenomena ini disampaikan oleh Crysania Suhartanto dalam program Power Lunch CNBC Indonesia pada Jumat, 27 Februari 2026.

Persaingan yang semakin ketat dan kualifikasi yang terus berubah membuat ujian bagi anak muda di dunia kerja terasa semakin berat.

Pemerintah dan pelaku industri perlu duduk bersama guna mencari solusi agar angka jutaan pengangguran ini tidak menjadi bom waktu di masa depan.

Upaya menciptakan lapangan kerja berkualitas harus segera direalisasikan agar potensi besar generasi produktif Indonesia tidak terbuang sia-sia.



(*)





Advertisement
close