- Coinbase memperingatkan adanya risiko volatilitas tinggi akibat fenomena "negative gamma" di rentang harga $60.000 hingga $70.000.
- Bitcoin membutuhkan penembusan di atas level $82.000 untuk mengonfirmasi pemulihan harga yang berkelanjutan.
- Data on-chain menunjukkan adanya arus modal keluar sebesar $33 miliar dalam dua bulan terakhir, menandakan fase defensif pasar.
LANGGAMPOS.COM - Upaya Bitcoin untuk bangkit kembali ke level $66.000 setelah pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump ternyata belum cukup kuat untuk mengubah struktur pasar yang rapuh.
Laporan terbaru dari meja institusional Coinbase mengungkapkan adanya zona dukungan kritis di angka $60.000 yang menjadi penentu nasib aset kripto terbesar ini.
Jika level tersebut gagal dipertahankan, pasar berisiko menghadapi aksi jual yang terakselerasi secara masif.
Analisis Coinbase menyoroti dinamika pasar opsi, khususnya eksposur "gamma" yang saat ini berada di wilayah negatif antara rentang $60.000 hingga $70.000.
Kondisi "negative gamma" ini sangat berbahaya karena memaksa para dealer untuk menjual saat harga turun dan membeli saat harga naik, yang justru memperparah tren penurunan.
Sebaliknya, penguatan harga menuju $90.000 diprediksi akan berlangsung lambat karena adanya hambatan likuiditas di level atas.
Untuk mendapatkan momentum kenaikan yang stabil, Bitcoin harus mampu menembus dan bertahan di atas level resistensi utama $82.000.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh data on-chain yang menunjukkan penurunan modal terealisasi (Realized Cap) sebesar $33 miliar sejak November 2025.
Data dari Glassnode juga mengonfirmasi bahwa saat ini lebih banyak pemegang Bitcoin yang menjual dalam posisi rugi dibandingkan untung.
Meskipun sentimen di media sosial seperti X dan Telegram mencapai titik tertinggi dalam empat minggu, optimisme ritel yang berlebihan sering kali menjadi indikator pembalikan harga.
Para investor kini memperhatikan dengan saksama apakah level $60.000 mampu menahan tekanan jual atau justru menjadi pintu gerbang menuju koreksi yang lebih dalam.
Pasar kripto tetap berada dalam rezim defensif hingga likuiditas global menunjukkan tanda-tanda perbaikan nyata.
(*)

