Iklan

Wednesday, February 11, 2026, 8:45 PM WIB
Last Updated 2026-02-11T13:45:24Z
BusinessNews

Kemenaker Gandeng Shopee Cetak 60 Ribu Affiliate Perluas Lapangan Kerja Digital

Kemenaker Gandeng Shopee Cetak 60 Ribu Affiliate Perluas Lapangan Kerja Digital


  • Kemenaker dan Shopee menargetkan pencetakan 60.000 affiliate baru sepanjang tahun 2026.
  • Program dimulai dengan pelatihan 100 instruktur dari 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia.
  • Langkah ini bertujuan mengoptimalkan potensi ekonomi digital nasional yang diprediksi menembus angka Rp1.550 triliun.

LANGGAMPOS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi memulai langkah masif untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional. Berkolaborasi dengan platform e-commerce Shopee, Kemenaker menargetkan lahirnya 60.000 tenaga affiliate baru pada tahun 2026 sebagai solusi perluasan kesempatan kerja.

Strategi ini menjadi bagian dari transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar tetap relevan dengan tren industri modern. Peluang kerja saat ini dinilai telah bergeser ke ranah informal digital yang menawarkan fleksibilitas tinggi bagi masyarakat luas.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menjelaskan bahwa skema pelatihan ini dirancang secara berjenjang. Para instruktur yang telah dilatih nantinya akan menyebarkan ilmu pemasaran digital tersebut ke berbagai daerah.

"Kalau 100 trainer ini kembali ke unit masing-masing dan melatih minimal 600 peserta, berarti kita bisa mencetak 60 ribu affiliate baru. Ini peluang nyata untuk memperluas kesempatan kerja," ujar Yassierli saat meresmikan Program Akademi Pengajar Shopee di BBPVP Kota Bekasi, Rabu (11/2/2026).

Pada tahap awal, sebanyak 100 instruktur dari 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenaker mengikuti training of trainers selama tiga hari. Kurikulum pelatihan difokuskan pada penguasaan fitur live streaming dan pembuatan video pendek untuk memasarkan produk secara kreatif.

Yassierli menekankan bahwa profesi ini sangat inklusif karena tidak menuntut modal besar. Menurutnya, keberhasilan program ini akan diukur dari sejauh mana para peserta mampu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka melalui penghasilan digital.

"Kebahagiaan seorang instruktur adalah ketika peserta yang dia latih berhasil. Kalau satu affiliate bisa menopang keluarganya, dampaknya akan sangat luas," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menyatakan bahwa kesiapan sumber daya manusia adalah kunci utama dalam transformasi teknologi. Ia melihat ekosistem digital sebagai jembatan ekonomi bagi masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses sektor formal.

"Teknologi itu alat. Yang menentukan dampaknya adalah manusianya. Ekosistem digital membuka peluang belajar dan bekerja, termasuk bagi mereka yang sebelumnya jauh dari akses ekonomi," ujarnya.

Data internal Shopee menunjukkan bahwa 67% affiliate di tanah air telah merasakan tambahan penghasilan yang signifikan. Produk kategori kecantikan, fesyen, dan perlengkapan rumah tangga tercatat menjadi komoditas yang paling laris dipromosikan melalui kanal ini.

Pemerintah optimistis kolaborasi ini akan mempercepat pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Indonesia yang diproyeksi melonjak hingga angka 140 pada tahun 2030. Untuk menjaga kualitas, para instruktur dalam program ini juga dibekali sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi jutaan talenta digital di seluruh pelosok Indonesia.


(*)
Advertisement
close