Iklan

Saturday, February 14, 2026, 10:25 AM WIB
Last Updated 2026-02-14T03:25:43Z
News

Kendaraan Listrik Jadi Solusi Transportasi Kuba di Tengah Blokade Minyak

Kendaraan Listrik Jadi Solusi Transportasi Kuba di Tengah Blokade Minyak


  • Kuba menghadapi krisis bahan bakar terparah akibat pengetatan blokade minyak oleh Amerika Serikat.
  • Warga mulai beralih dari mobil klasik Amerika ke kendaraan listrik seperti roda tiga untuk mobilitas harian.
  • Pemerintah menerapkan rencana penjatahan bahan bakar demi melindungi layanan publik yang esensial.


LANGGAMPOS.COM - Suara gemuruh mesin Chevrolet tahun 1959 yang selama puluhan tahun menjadi simbol jalanan Havana kini mulai memudar. 

Di tengah krisis bahan bakar paling kritis dalam beberapa tahun terakhir, kesunyian kendaraan listrik perlahan menggantikan deru mobil antik tersebut.

Selama enam dekade, lanskap transportasi di Kuba hampir tidak berubah dengan dominasi mobil-mobil berwarna-warni peninggalan masa lalu. 

Namun, kelangkaan BBM yang kian mencekik memaksa penduduk setempat untuk mencari alternatif yang lebih mandiri dari ketergantungan fosil.

Krisis ini semakin memburuk setelah Amerika Serikat menghentikan ekspor minyak dari Venezuela, sekutu utama Kuba, serta mengancam akan menghukum negara lain yang membantu. 

Administrasi Presiden Donald Trump bahkan melabeli Kuba sebagai ancaman luar biasa bagi keamanan nasional AS.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kehidupan di pinggiran kota seperti Alamar, di mana transportasi publik konvensional mulai lumpuh. 

Kendaraan listrik kini menjadi tumpuan utama masyarakat untuk tetap bisa beraktivitas di tengah tekanan ekonomi yang kian berat.

Eugenio Gainza, seorang pengemudi trike listrik milik negara, menavigasi jalanan berlubang untuk mengangkut penumpang yang setia menunggu. 

"Kami melakukan 16 perjalanan sehari," katanya. "Tidak ada bahan bakar. Ini satu-satunya sarana transportasi yang mendukung area ini."

Bagi penduduk seperti Maria Caridad Gonzalez, keberadaan kendaraan listrik yang dikelola pemerintah adalah penyelamat nyawa. 

Meski ada layanan transportasi pribadi, harganya jauh lebih mahal bagi warga yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi akibat kebijakan penjatahan.

Baru-baru ini, pemerintah Kuba telah merinci rencana luas untuk merasionalisasi penggunaan bahan bakar guna menjaga layanan penting tetap berjalan. 

Langkah ini diambil agar fungsi dasar negara tidak berhenti total akibat embargo yang terus diperketat.

Warga lokal, Barbaro Castaneda, berpendapat bahwa transisi menuju energi terbarukan adalah satu-satunya cara agar pulau tersebut tetap bisa bergerak. 

"Bersama-sama, inilah yang membantu negara untuk maju," katanya. "Jika tidak, kami akan benar-benar lumpuh."


(*)






Sumber: Investing.com
Advertisement
close