Iklan

Wednesday, February 18, 2026, 8:54 PM WIB
Last Updated 2026-02-18T13:54:46Z
Crypto

Analyst Prediksi Bitcoin Segera Masuk Fase Kedua Pasar Bearish

Analyst Prediksi Bitcoin Segera Masuk Fase Kedua Pasar Bearish


  • Analis on-chain veteran Willy Woo memperingatkan bahwa tren penurunan Bitcoin (BTC) semakin kuat.
  • Pasar saat ini berada di akhir Fase 1 dan bersiap menuju Fase 2 yang dipicu oleh pelemahan ekuitas global.
  • Meskipun ada sinyal negatif, beberapa indikator lain menunjukkan Bitcoin masih berada di zona akumulasi historis.

LANGGAMPOS.COM - Analis kripto ternama, Willy Woo, baru saja membagikan pandangan yang cukup mengejutkan mengenai masa depan jangka pendek Bitcoin. Ia menyebut bahwa narasi optimistis yang selama ini beredar mungkin akan segera terpatahkan oleh realitas pasar yang memburuk.

Melalui unggahannya di media sosial X, Woo menjelaskan kerangka kerja tiga fase dalam pasar bearish. Menurutnya, Bitcoin saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang sangat krusial bagi para investor.

Fase pertama penurunan ini sebenarnya sudah dimulai sejak kuartal ketiga tahun 2025. Hal itu ditandai dengan rusaknya likuiditas yang kemudian diikuti oleh merosotnya harga aset kripto nomor satu tersebut.

Indikator utama yang digunakan para analis kuantitatif menunjukkan bahwa volatilitas Bitcoin terus meningkat. Secara historis, lonjakan volatilitas di tengah tren turun merupakan sinyal kuat bahwa tekanan jual masih akan berlanjut.

Woo memberikan sindiran bagi para "bullish sejati" yang menganggap kondisi ini hanya koreksi biasa. Ia menilai mereka seringkali gagal memberikan bukti nyata tentang adanya modal besar yang masuk ke pasar saat ini.

Memasuki fase kedua, Bitcoin diprediksi akan bereaksi lebih cepat dibandingkan pasar saham atau ekuitas global. Hal ini terjadi karena ukuran pasar kripto yang lebih kecil sehingga sangat sensitif terhadap perpindahan likuiditas.

Namun, ada titik terang di ujung terowongan bagi mereka yang mampu bertahan. Woo menyebutkan bahwa fase terakhir akan ditandai dengan stabilnya arus modal keluar sebelum akhirnya pasar berbalik arah.

Di sisi lain, tidak semua analis memiliki pandangan yang sama gelapnya. Axel Adler Jr menyebutkan bahwa metrik liveliness Bitcoin justru menunjukkan pola akumulasi yang biasanya berlangsung satu hingga dua tahun.

Indikator MVRV Z-Score juga menunjukkan angka di kisaran 0,48. Angka ini secara historis menempatkan Bitcoin pada zona diskon, bukan pada zona panas atau overheated.

Bagi sebagian investor, harga saat ini justru dianggap sebagai peluang untuk membeli aset dengan harga murah. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi kapitulasi harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Keputusan investasi kini kembali ke tangan masing-masing pelaku pasar. Memahami fase pasar sangat penting untuk menentukan strategi keluar atau masuk demi mengamankan modal di tengah ketidakpastian global.


(*)










Source: Crypto Potato
Advertisement
close