- Krisis chip memori global yang diprediksi terjadi pada 2026 mulai menekan industri komputer dunia.
- Produsen besar seperti Lenovo terpaksa menaikkan harga jual untuk menutupi lonjakan biaya produksi.
- Meski pendapatan naik, laba bersih perusahaan mengalami penurunan akibat beban restrukturisasi.
LANGGAMPOS.COM - Industri perangkat komputer personal (PC) sedang berada dalam tekanan hebat menyusul kelangkaan chip memori global yang kian parah di tahun 2026. Kondisi ini memaksa produsen menaikkan harga jual di tingkat konsumen, yang berimbas pada kelesuan daya beli di pasar.
Chief Executive Lenovo, Yang Yuanqing, mengungkapkan bahwa pihaknya harus mengambil langkah penyesuaian harga. Hal ini dilakukan demi mengimbangi meroketnya biaya pengadaan komponen chip yang semakin sulit didapat.
"Kami memperkirakan penjualan unit PC akan menghadapi tekanan, tetapi kami yakin kami masih dapat meningkatkan pendapatan dan mempertahankan profitabilitas," kata Yang, dikutip dari Reuters.
Kelangkaan ini dipicu oleh tingginya permintaan chip untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sedang tumbuh pesat. Para produsen kini harus berebut alokasi komponen, yang pada akhirnya menekan margin keuntungan perusahaan.
Berdasarkan laporan kinerja kuartal ketiga, pendapatan Lenovo sebenarnya tumbuh 18% menjadi US$ 22,2 miliar. Angka ini melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya diprediksi hanya sebesar US$ 20,6 miliar.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut tidak dibarengi dengan kenaikan laba bersih. Laba bersih perusahaan tercatat turun 21% menjadi US$ 546 juta karena adanya beban restrukturisasi yang mencapai US$ 285 juta.
Restrukturisasi ini dilakukan Lenovo untuk mempertajam fokus pada pasar inferensi AI. Perusahaan menargetkan penghematan biaya hingga US$ 200 juta dalam tiga tahun ke depan melalui strategi tersebut.
Di sisi lain, bisnis server AI Lenovo menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan pendapatan dua digit. Hal ini didorong oleh pergeseran tren AI dari tahap pelatihan ke tahap inferensi yang lebih aplikatif.
Meski lini infrastruktur digital masih mencatat rugi operasional sebesar US$ 11 juta, Lenovo optimistis pasar ini akan tumbuh tiga kali lipat pada 2028. Perusahaan pun terus memperkuat portofolio server enterprise mereka bersama mitra strategis seperti AMD dan Nvidia.
Kenaikan harga ini diprediksi akan terus membayangi pasar komputer sepanjang tahun. Konsumen kini harus bersiap merogoh kocek lebih dalam jika ingin membeli perangkat baru di tengah situasi krisis komponen yang belum mereda.
Restrukturisasi ini dilakukan Lenovo untuk mempertajam fokus pada pasar inferensi AI. Perusahaan menargetkan penghematan biaya hingga US$ 200 juta dalam tiga tahun ke depan melalui strategi tersebut.
Di sisi lain, bisnis server AI Lenovo menunjukkan performa positif dengan pertumbuhan pendapatan dua digit. Hal ini didorong oleh pergeseran tren AI dari tahap pelatihan ke tahap inferensi yang lebih aplikatif.
Meski lini infrastruktur digital masih mencatat rugi operasional sebesar US$ 11 juta, Lenovo optimistis pasar ini akan tumbuh tiga kali lipat pada 2028. Perusahaan pun terus memperkuat portofolio server enterprise mereka bersama mitra strategis seperti AMD dan Nvidia.
Kenaikan harga ini diprediksi akan terus membayangi pasar komputer sepanjang tahun. Konsumen kini harus bersiap merogoh kocek lebih dalam jika ingin membeli perangkat baru di tengah situasi krisis komponen yang belum mereda.
(*)

