Iklan

Tuesday, February 17, 2026, 8:43 PM WIB
Last Updated 2026-02-17T13:43:08Z
Crypto

Strategi Berani Akumulasi Bitcoin di Tengah Penurunan Harga Pasar

Strategi Berani Akumulasi Bitcoin di Tengah Penurunan Harga Pasar


  • Entitas korporasi terbesar pemegang Bitcoin kembali menambah muatan sebanyak 2.486 BTC di tengah penurunan harga pasar.
  • Total kepemilikan kini mencapai 717.131 BTC, namun posisi portofolio saat ini berada dalam kondisi kerugian yang belum direalisasikan (unrealized loss).
  • Meski menghadapi volatilitas pasar dan penurunan nilai saham perusahaan, strategi "HODL" jangka panjang tetap dipertahankan tanpa rencana penjualan.


LANGGAMPOS.COM - Dunia kripto baru saja dikejutkan dengan langkah agresif dari pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Di saat pasar sedang mengalami kelesuan, mereka justru memilih untuk memperkuat portofolio mereka.

Mengutip laporan dari CryptoPotato, Michael Saylor melalui perusahaannya baru saja mengumumkan pembelian tambahan sebesar 2.486 BTC. Langkah ini diambil saat harga Bitcoin berada di bawah level $70.000.

Investasi terbaru ini menelan biaya sekitar $170 juta. Jika dirata-rata, harga pembelian aset baru tersebut berada di kisaran $67.710 per unit Bitcoin.

Secara kumulatif, raksasa teknologi ini kini menguasai total 717.131 BTC. Namun, harga rata-rata keseluruhan koleksi mereka berada di angka $76.027, yang berarti lebih tinggi dari harga pasar saat ini.

Kondisi ini menyebabkan portofolio perusahaan mencatat kerugian yang belum direalisasikan (unrealized loss). Nilainya cukup fantastis, yakni menembus angka lebih dari $5 miliar.

Meskipun angka kerugian terlihat besar di atas kertas, perusahaan tetap menunjukkan komitmen baja. Mereka menegaskan tidak memiliki rencana untuk melepas atau menjual aset digital tersebut dalam waktu dekat.

Bagi investor retail, langkah ini memberikan pelajaran penting mengenai manajemen risiko dan visi jangka panjang. Berikut adalah poin-poin penting dari strategi yang diterapkan:

  • Dollar Cost Averaging (DCA): Terus membeli aset secara bertahap saat harga turun untuk memperbaiki harga rata-rata masuk.
  • Keyakinan Fundamental: Mengabaikan fluktuasi harga jangka pendek demi potensi pertumbuhan nilai di masa depan.
  • Manajemen Emosi: Tetap tenang meskipun portofolio menunjukkan angka merah atau kerugian sementara.
  • Ketahanan Operasional: Memastikan perusahaan memiliki likuiditas yang cukup sehingga tidak terpaksa menjual aset saat pasar jatuh.
Gejolak ini tidak hanya berdampak pada aset kripto mereka, tetapi juga pada harga saham perusahaan di bursa NASDAQ. Sempat terjadi volatilitas yang membuat harga saham turun sebelum akhirnya kembali stabil.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa investasi aset digital memerlukan kesiapan mental yang kuat. Penurunan harga seringkali dipandang sebagai peluang oleh institusi besar, bukan sebagai alasan untuk panik.

Langkah berani ini menunjukkan bahwa strategi akumulasi tetap berjalan meski badai pasar menerjang. Keputusan untuk tetap bertahan menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika industri blockchain yang sangat cair.

Semoga edukasi mengenai pergerakan paus kripto ini memberikan wawasan baru bagi strategi investasi Anda. Kesabaran dan riset mendalam tetap menjadi senjata terbaik dalam mengarungi ekosistem keuangan masa depan.


(*)
Advertisement
close