Iklan

Monday, March 2, 2026, 11:27 AM WIB
Last Updated 2026-03-02T04:27:53Z
Economy

Emas Dunia Mengamuk Tembus US$ 5.300 Prediksi Harga Terbaru JP Morgan Bikin Geger

Emas Dunia Mengamuk Tembus US$ 5.300 Prediksi Harga Terbaru JP Morgan Bikin Geger


  • Harga emas dunia melonjak hingga menembus level US$ 5.360 per troy ons akibat memanasnya perang antara AS-Israel melawan Iran.
  • Lembaga keuangan global seperti J.P. Morgan memprediksi harga emas bisa meroket hingga US$ 6.300 pada akhir tahun 2026.
  • Peningkatan status safe haven, pembelian oleh bank sentral, dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi pendorong utama kenaikan harga.

LANGGAMPOS.COM - Harga emas dunia diprediksi akan semakin moncer di masa depan. Permintaan sebagai safe haven meningkat pesat di tengah kerusuhan perang yang kian panas.

Konflik antara AS-Israel melawan Iran menjadi pemicu utama. Laporan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur setelah perang pecah Sabtu lalu terus bertambah.

Kondisi ini memicu kekhawatiran global yang mendalam. Ketidakpastian pasar keuangan pun meningkat secara signifikan.

Situasi tersebut langsung tercermin pada pergerakan harga emas. Logam mulia ini kembali menjadi sorotan utama sebagai aset lindung nilai.

Pada Senin (2/3/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas terbang 1,4% ke level US$ 5.360,49 per troy ons. Ini adalah momen pertama emas menyentuh level US$ 5.300 sejak Desember 2025.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas global ditutup pada level US$ 5.277,29 pada Jumat sebelumnya. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Pelaku pasar memproyeksi harga emas masih akan terus merangkak naik. Huru-hara geopolitik di Timur Tengah menjadi bensin utama bagi kenaikan ini.

Lembaga keuangan internasional mulai merilis ramalan terbaru mereka. Update dari J.P. Morgan melihat permintaan besar dari bank sentral dan investor tahun ini.

J.P. Morgan memprediksi harga emas bisa mencapai US$ 6.300 per troy ons pada akhir 2026. Angka ini menjadi target tertinggi yang pernah dipublikasikan sejauh ini.

ANZ juga memberikan pandangan yang sangat optimis. Mereka memperkirakan harga emas menembus US$ 5.800 per troy ons pada kuartal kedua tahun ini.

Ada empat faktor utama yang menopang optimisme tersebut. Pertama adalah pembelian emas secara masif oleh bank sentral negara berkembang.

Rata-rata pembelian mencapai 60 ton per bulan sebagai langkah diversifikasi dari dolar AS. Kedua, adanya kekhawatiran terhadap defisit fiskal dan utang pemerintah Amerika Serikat.

Ketiga, pasar menantikan ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Emas menjadi menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga saat suku bunga turun.

Keempat, ketegangan geopolitik yang belum mereda menjelang pemilu sela di Amerika Serikat. Hal ini menjaga daya tarik emas sebagai aset aman.

Namun, analis HSBC memberikan peringatan untuk tetap waspada. Meski dikenal sebagai safe haven, harga emas tetap rentan terhadap fluktuasi pasar.

Citigroup bahkan melihat peluang 50 persen untuk skenario penurunan harga ke US$ 3.650. Hal ini bisa terjadi jika ekonomi AS stabil dan risiko geopolitik mereda secara signifikan.

Selain emas, harga perak global juga ikut melambung tinggi. Pada Senin pagi, harga perak melesat 6,2% dan berada di level US$ 93,82.

Kenaikan harga logam mulia ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar global sedang dalam kondisi waspada tinggi. Perang dan ketidakpastian ekonomi menjadi penggerak utama tren investasi saat ini.


(*)
Advertisement
close