- Presiden Prabowo Subianto menyerap pengalaman para tokoh ekonomi senior yang sukses membawa Indonesia keluar dari krisis 2008 sebagai modal menghadapi ketidakpastian global 2026.
- Fundamental ekonomi Indonesia saat ini dinilai lebih kokoh dengan tingkat depresiasi Rupiah yang lebih terkendali dibandingkan krisis-krisis periode sebelumnya.
- Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia resmi diberlakukan mulai 1 Juni 2026 untuk memperkuat cadangan devisa negara.
LANGGAMPOS.COM – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat membentengi stabilitas ekonomi nasional dengan mengumpulkan para maestro ekonomi lintas generasi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipatif menghadapi eskalasi ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas yang kian dinamis saat ini.
Pemerintah memfokuskan perhatian pada penguatan fundamental makro, tata kelola sektor keuangan, serta optimalisasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) sebagai pilar utama ketahanan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang serap aspirasi dari para tokoh yang berpengalaman menjinakkan krisis.
“Tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau Gubernur Bank Indonesia. Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008,” jelas Airlangga.
Para begawan ekonomi tersebut membedah kembali anatomi krisis masa lalu, mulai dari lonjakan harga minyak mentah hingga tekanan inflasi yang sempat mengguncang nilai tukar.
Meski dibayangi tantangan global, Airlangga menegaskan bahwa posisi tawar ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih tangguh dibandingkan periode krisis yang terjadi sebelumnya.
Indikator makro menunjukkan performa impresif, di mana depresiasi Rupiah terjaga di angka 5 persen, sebuah angka yang relatif stabil di tengah badai ekonomi dunia.
“Kalau kita cek dengan konteks hari ini, relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat. Dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya,” tambah Airlangga.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan pemantauan ketat terhadap seluruh regulasi guna menjamin prinsip kehati-hatian pada industri perbankan nasional.
Penguatan modal perbankan menjadi agenda krusial yang ditegaskan Presiden demi memastikan sistem keuangan domestik tetap imun terhadap potensi guncangan eksternal.
Sisi lain yang menjadi sorotan adalah pematangan tata kelola ekspor sumber daya alam melalui badan baru, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Lembaga ini dirancang untuk memaksimalkan penerimaan negara sekaligus memastikan setiap dolar hasil ekspor memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Airlangga melaporkan bahwa dunia usaha, baik investor domestik maupun mancanegara, merespons positif skema baru pengelolaan devisa yang akan digulirkan pemerintah tersebut.
“Kami laporkan terkait kemarin pertemuan dengan para asosiasi pengusaha baik dalam maupun luar negeri, sosialisasi dari devisa hasil ekspor dan sosialisasi daripada ekspor melalui badan usaha milik negara,” tuturnya.
Implementasi kebijakan DHE ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026 secara bertahap, dengan pengawasan ketat selama tiga bulan pertama masa transisi.
Sistem pemantauan akan dilakukan secara otomatis dan terintegrasi melalui kolaborasi Direktorat Jenderal Bea Cukai serta PT Danantara guna menjamin transparansi penuh.
Dalam agenda diskusi tingkat tinggi tersebut, hadir pula tokoh-tokoh berpengaruh seperti mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan mantan Kepala Bappenas Paskah Suzetta.
Kehadiran Lukita Dinarsyah Tuwo, mantan Wakil Menteri PPN, turut melengkapi barisan ahli yang memberikan masukan strategis bagi arah kebijakan ekonomi masa depan.
Rangkaian kebijakan ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang tidak hanya tangguh secara angka, namun juga adaptif menghadapi dinamika global.
(*)

