Iklan

Monday, May 25, 2026, 9:13 PM WIB
Last Updated 2026-05-25T14:13:52Z
Techno

Strategi Cerdas Honor Indonesia Dongkrak Penjualan Gadget di Tengah Lesunya Daya Beli

Strategi Cerdas Honor Indonesia Dongkrak Penjualan Gadget di Tengah Lesunya Daya Beli




  • Nilai tukar dolar AS yang menyentuh Rp17.750 memicu lonjakan harga barang, termasuk perangkat elektronik.
  • Guna merangsang minat belanja masyarakat yang lesu, Honor Indonesia mengandalkan program promo terbatas dan ekspansi toko pinggir jalan.
  • Penjualan komputer tablet Honor melonjak hingga 40 persen akibat krisis komponen RAM yang melambungkan harga laptop.


LANGGAMPOS.COM - Tekanan ekonomi akibat lonjakan dolar AS yang menembus Rp17.750 kian menggerus daya beli masyarakat terhadap produk elektronik.

Situasi ini diperparah oleh kelangkaan komponen RAM global yang memaksa produsen laptop dan ponsel memutar otak akibat biaya produksi yang membengkak.

Menyikapi kelesuan pasar tersebut, Honor Indonesia meluncurkan strategi khusus demi menjaga minat belanja konsumen tetap bergairah.

Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor Honor di Indonesia, Aryo Meidianto Aji, mengungkapkan bahwa konsumen saat ini menjadi jauh lebih selektif.

Aspek nilai tambah dan bonus komplementer kini menjadi pertimbangan utama masyarakat sebelum memantapkan diri memboyong sebuah perangkat baru.

Demi menstimulus pasar, Honor Indonesia menawarkan berbagai program penjualan menarik dengan lini masa yang terukur.

"Misalkan kayak Mayday Pay, itu salah satu yang membuat mereka untuk dirangsang biar mereka cepat-cepat beli perangkatnya dalam waktu yang terbatas," jelasnya saat ditemui di Honor Experience Store, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Aryo tidak menampik adanya realitas penurunan daya beli yang tengah membayang-bayangi industri retail saat ini.

Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa performa penjualan gawai sangat dipengaruhi oleh ketepatan dalam pemilihan lokasi gerak toko.

Gerai yang beroperasi di pusat perbelanjaan modern atau mal saat ini mengalami tantangan berat akibat merosotnya jumlah pengunjung.

Sebagai langkah antisipasi, Honor mengoptimalkan jaringan penjualan yang tersebar di area luar pusat perbelanjaan atau street-level store.

"Tapi kita masih bisa mengandalkan untuk daya beli itu di toko-toko yang memang ada di pinggir jalan. Karena kita kebanyakan berkaitan sama Erafone. Jadi Erafone yang di pinggir-pinggir jalan itu sebenarnya mendorong paling besar. Karena orang ke mall sekarang kayak, jarang ya mau beli-beli," ucapnya.

Langkah taktis ini berjalan beriringan dengan komitmen perusahaan untuk menjaga stabilitas harga produk di tengah badai krisis komponen.

Selain penyesuaian saluran distribusi, dinamika pasar juga mendorong terjadinya pergeseran preferensi berbelanja di lini produk Honor.

Perusahaan kini lebih agresif menggelontorkan varian komputer tablet ke pasar domestik dibandingkan dengan produk komputasi konvensional.

Langkah ini diambil setelah melihat tren permintaan perangkat tablet yang terus merangkak naik dalam beberapa tahun terakhir.

Fenomena tersebut mendapat momentum berkat mahalnya harga memori penyimpanan yang memukul telak industri laptop global.

Konsumen menyadari anggaran sekitar Rp5 jutaan kini sulit untuk mendapatkan laptop baru dengan spesifikasi yang andal.

Sebagai alternatif, perangkat tablet hadir menawarkan performa dan spesifikasi yang jauh lebih kompetitif pada rentang harga tersebut.

Meski masih memiliki lini produk laptop, Honor memilih untuk lebih rasional dengan melipatgandakan pasokan komputer tablet mereka.

Imbas dari krisis RAM yang mengerek harga laptop ini rupanya membawa berkah tersendiri bagi lini tablet Honor yang tumbuh signifikan.

"Mungkin sekitar 30-40% naik tablet dari mereka (laptop) kena isu harga," jelas Aryo mengakhiri penjelasan terkait peta persaingan pasar gawai terkini.


(*)
Advertisement
close