- Penurunan Drastis: Tingkat kesulitan penambangan (mining difficulty) Bitcoin merosot lebih dari 10%, menjadi penurunan terbesar kedua sepanjang tahun ini.
- Aktivitas Menurun: Total daya komputasi atau hash rate global menyusut ke bawah 790 EH/s, mengindikasikan banyak penambang yang mulai mematikan mesin mereka.
- Krisis Finansial Penambang: Para penambang BTC kini memasuki "zona stres" akibat pendapatan yang tergerus dan kondisi pasar aset kripto yang sedang lesu.
LANGGAMPOS.COM - Kondisi kesehatan jaringan Bitcoin global dilaporkan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Dua indikator fundamental utama, yakni tingkat kesulitan penambangan (mining difficulty) dan total daya komputasi (hash rate), kompak menunjukkan tren merosot tajam.
Penyusutan ini terjadi di tengah laporan bahwa para pelaku industri penambangan, yang menjadi tulang punggung ekosistem blockchain terbesar di dunia ini, terus menghadapi tekanan finansial yang berat akibat lesunya situasi pasar kripto.
Mengapa Tingkat Kesulitan Penambangan Bitcoin Turun Drastis?
Satoshi Nakamoto, pencipta anonim Bitcoin, merancang mekanisme penyesuaian otomatis setiap sekitar dua minggu sekali atau per 2.016 blok.
Fitur ini berfungsi menjaga stabilitas durasi produksi blok baru agar tetap berada di kisaran waktu ideal, yaitu sekitar 10 menit.
Ketika jumlah kompetitor di jaringan menyusut, sistem secara otomatis akan memangkas tingkat kesulitan agar penambangan menjadi lebih mudah.
Berdasarkan data pemantauan on-chain terbaru akhir pekan ini, tingkat kesulitan penambangan terpangkas hingga sedikit di atas 10 persen.
Angka tersebut mencatatkan diri sebagai koreksi negatif terbesar kedua sepanjang tahun, mengekor rekor penurunan 11,16 persen pada awal Februari lalu.
Proyeksi Kemerosotan yang Lebih Dalam
Secara angka, metrik kesulitan ini meluncur dari posisi hampir 138T menuju ke level di bawah 125T.
Meski jadwal evaluasi berikutnya masih cukup lama, estimasi awal saat ini memprediksi penurunan lanjutan yang jauh lebih dalam hingga menyentuh angka 16 persen.
Kejatuhan Hash Rate Global
Sejalan dengan hal tersebut, grafik hash rate Bitcoin terpantau terus melandai berdasarkan himpunan data komersial dari Coinwarz.
Kekuatan komputasi kolektif yang menyokong pemrosesan transaksi dan pencetakan koin baru tersebut kini terkikis hingga ke bawah level 790 EH/s.
Performa teranyar ini berbanding terbalik dari pencapaian rekor tertinggi setahun lalu yang sempat menembus angka di atas 1,2 ZH/s.
Tekanan Finansial Memaksa Para Penambang Menyerah
Dinamika penurunan performa ini menjadi indikasi kuat bahwa sebagian operator penambangan berskala besar maupun kecil memilih untuk menonaktifkan perangkat keras mereka.
Langkah ekstrem tersebut diambil menyusul penurunan margin pendapatan yang tidak lagi mampu menutup biaya operasional akibat tren pelemahan harga aset digital belakangan ini.
Kondisi riil di lapangan menggambarkan situasi pelik bagi kelangsungan bisnis para penyedia validasi transaksi blockchain tersebut.
Analis pasar kripto, Axel Adler Jr., mengonfirmasi situasi tersebut dan mendeskripsikan fase kritis ini sebagai bentuk nyata dari area tekanan bagi para pelaku industri.
Indikator Puell Multiple dengan rerata pergerakan 30 hari memperlihatkan penyusutan sedalam 11 persen dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.
Jika merujuk pada formula mentah Puell Multiple, posisinya bahkan jauh lebih rendah dari estimasi matematis rata-rata.
Di sisi lain, metrik Kapitulasi Penambang (Miner Capitulation) yang mengukur persentase fluktuasi harga koin BTC sejak titik terendah tingkat kesulitan terakhir, menunjukkan penurunan performa sebesar 21 persen.
Fase menyerah atau kapitulasi ini biasanya menjadi alarm krusial yang menandai adanya pergeseran peta kekuatan ekonomi di dalam ekosistem aset kripto secara global.
(*)
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa itu mining difficulty dalam jaringan Bitcoin?
Mining difficulty adalah ukuran matematis yang menentukan tingkat kesulitan bagi para penambang untuk menemukan solusi algoritma dalam memvalidasi blok baru di blockchain Bitcoin. Angka ini disesuaikan otomatis setiap 2.016 blok sekali.
Mengapa hash rate Bitcoin bisa turun?
Hash rate turun ketika para penambang mematikan mesin mining mereka (seperti perangkat ASIC). Keputusan ini umumnya diambil saat harga Bitcoin turun atau biaya listrik lebih tinggi daripada keuntungan koin yang didapatkan.
Apa dampak kapitulasi penambang bagi investor ritel?
Secara historis, kapitulasi penambang sering kali menandai fase terbawah (bottom) dari siklus pasar beruang (bearish). Ketika penambang kecil yang tidak efisien keluar dari pasar, tekanan jual koin dari sisi penambang biasanya akan berkurang secara bertahap.
#Bitcoin #CryptoMining #HashRate #BitcoinDifficulty #BlockchainNews


