Iklan

Redaksi
Monday, July 13, 2026, 11:57 AM WIB
Last Updated 2026-07-13T04:58:51Z
Lifestyle

Isu Rasial Hangatkan Semifinal: Mengapa Timnas Prancis Terus Diserang Narasi Asal-usul Pemain?

Isu Rasial Hangatkan Semifinal: Mengapa Timnas Prancis Terus Diserang Narasi Asal-usul Pemain


LANGGAMPOS.COM
- Pernyataan kontroversial mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, baru-baru ini memicu gelombang kemarahan publik setelah dirinya mengklaim bahwa skuad tim nasional Prancis sama sekali tidak dihuni oleh pemain asli Prancis.

Opini tajam yang dirilis melalui media digital Spanyol El Debate tersebut langsung memantik reaksi keras dari berbagai media di Prancis yang mengecam keras tulisan itu sebagai bentuk fitnah rasis yang tidak berdasar.

Dalam kolom opininya yang terbit pada tanggal 10, Rajoy sebenarnya memuji kualitas taktis anak asuh Didier Deschamps sebagai tim dengan level permainan yang sangat tinggi.

Kendati demikian, pandangannya langsung berubah menjadi polemik ketika ia menambahkan kalimat bahwa "tidak ada pemain Prancis" di dalam skuad semifinalis tersebut.

Media-media Prancis segera meluncurkan protes massal untuk membela kehormatan tim nasional mereka dari tuduhan yang dinilai sangat merendahkan martabat olahragawan tersebut.

Gelombang penolakan ini menegaskan bahwa menyudutkan latar belakang imigran para pemain sepak bola modern merupakan tindakan diskriminatif yang mencederai nilai sportifitas.

Kasus yang menyeret nama Rajoy ini seolah membuka kembali luka lama dari insiden serupa yang terjadi pada babak gugur tanggal 4 sebelumnya.

Saat itu, seorang senator asal Paraguay melontarkan hinaan rasial yang sangat personal kepada kapten timnas Prancis, Kylian Mbappe, lewat platform media sosial.

Politikus tersebut menyebut penyerang andalan Real Madrid itu sebagai "orang Kamerun yang terjajah dan berpura-pura menjadi orang Prancis." Respons tegas langsung datang dari Mbappe yang membalas ucapan tersebut dengan menyebut sang senator sebagai "orang hina yang tidak layak untuk pekerjaannya."

Pemerintah Prancis tidak tinggal diam melihat simbol sepak bola mereka dilecehkan secara terbuka di ranah internasional.

Presiden Prancis mengutuk keras pernyataan sang senator, sementara pihak kejaksaan kini telah resmi meluncurkan penyelidikan hukum menyeluruh atas kasus yang bertransformasi menjadi isu sosial nasional ini.

Narasi miring mengenai asal-usul pemain ini kerap kali mengabaikan fakta hukum, mengingat Kylian Mbappe sendiri lahir, tumbuh besar, dan memegang kewarganegaraan Prancis secara sah, meskipun ayahnya berasal dari Kamerun.

Fenomena keragaman latar belakang pemain ini sebenarnya bukan hal baru dalam ekosistem sepak bola global yang makin dinamis.

Berdasarkan studi komprehensif dari Universitas Oxford di Inggris, tercatat sekitar 23,6% dari total pemain yang berlaga di turnamen akbar ini memang lahir di luar wilayah negara yang mereka bela.

Di dalam tubuh timnas Prancis, tercatat hanya ada tiga nama yang masuk ke dalam kategori tersebut, yaitu Michael Olise yang lahir di Inggris, Brice Samba dari Republik Kongo, serta Chulam yang lahir di Italia.

Langkah hukum tegas dan kecaman publik global terhadap narasi diskriminatif ini diharapkan mampu memberikan efek jera yang nyata.

Upaya memurnikan sepak bola dari segala bentuk prasangka rasial kini menjadi agenda mendesak demi menjaga sportivitas di atas lapangan hijau.

(*)


#FAQ:

1. Apa yang dikatakan Mariano Rajoy tentang timnas Prancis?


Mantan PM Spanyol Mariano Rajoy menulis di media El Debate bahwa timnas Prancis adalah tim tingkat tinggi, tetapi "tidak memiliki pemain Prancis" di dalam skuadnya.

2. Bagaimana respons Kylian Mbappe saat mendapat hinaan rasial dari senator Paraguay?


Kylian Mbappe memberikan jawaban menohok dengan menyebut senator tersebut sebagai "orang hina yang tidak layak untuk pekerjaannya."

3. Berapa banyak pemain timnas Prancis yang sebenarnya lahir di luar negeri menurut data Oxford?


Berdasarkan riset Universitas Oxford, hanya ada tiga pemain timnas Prancis dalam turnamen ini yang lahir di luar negeri, yaitu Olise (Inggris), Samba (Republik Kongo), dan Chulam (Italia).

4. Apakah Kylian Mbappe lahir di luar Prancis?


Tidak. Meskipun sang ayah memiliki darah Kamerun, Kylian Mbappe lahir dan dibesarkan secara sah di Prancis.


#Hashtag: #TimnasPrancis #MarianoRajoy #KylianMbappe #RasismeSepakBola #BeritaSepakBola #LesBleus


Sumber: sponichi 
Advertisement
Pilihan Redaksi Lainnya
close