DFSK E5 Plus Meluncur di GIIAS 2026, SUV Plug-in Hybrid Berteknologi Dual-Energy
![]() |
| DFSK E5 Plus Meluncur di GIIAS 2026, SUV Plug-in Hybrid Berteknologi Dual-Energy |
DFSK E5 Plus resmi meluncur di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp479 juta. Hadirkan teknologi Dual-Energy, jangkauan 1.400 km, dan fitur premium untuk keluarga.
GIIAS 2026, SUV Plug-in Hybrid, mobil hybrid DFSK, harga DFSK E5 Plus, spesifikasi DFSK E5 Plus
LANGGAMPOS.COM - Pemilihan kendaraan di Indonesia sering kali dihadapkan pada dilema antara efisiensi bahan bakar di jalur perkotaan yang padat atau ketangguhan performa untuk perjalanan lintas provinsi.
Selama bertahun-tahun, konsumen harus berkompromi memilih salah satu karakter tersebut.
Mengakhiri dilema itu, DFSK secara resmi meluncurkan DFSK E5 Plus dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2026) yang berlangsung di ICE BSD City.
Mengusung konsep Dual-Energy Premium Urban SUV, kendaraan ini memadukan dua dapur energi sekaligus untuk menjawab berbagai tantangan mobilitas harian hingga perjalanan jarak jauh tanpa rasa khawatir.
Ringkasan Utama: DFSK E5 Plus resmi menggebrak pasar SUV Plug-in Hybrid Indonesia di ajang GIIAS 2026 dengan banderol harga spesial Rp479 juta OTR Jakarta.
Ringkasan Utama: DFSK E5 Plus resmi menggebrak pasar SUV Plug-in Hybrid Indonesia di ajang GIIAS 2026 dengan banderol harga spesial Rp479 juta OTR Jakarta.
Dibekali teknologi Dual-Energy Intelligent (DE-i), kendaraan ini menggabungkan motor listrik berdaya 160 kW dengan baterai 25 kWh dan mesin bensin, yang diklaim mampu menawarkan jarak tempuh gabungan hingga 1.400 kilometer guna mengatasi masalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan kemacetan ekstrem di tanah air.
Kemacetan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung telah menjadi isu harian yang menyita banyak waktu produktif.
Solusi Mobilitas Perkotaan Lewat Dapur Energi Pertama
Kemacetan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung telah menjadi isu harian yang menyita banyak waktu produktif.
Berdasarkan data TomTom Traffic Index 2025 yang dirilis pada Januari 2026, perjalanan sejauh 10 kilometer di Jakarta kini rata-rata memakan waktu 26 menit 19 detik dengan tingkat kemacetan mencapai 59,8 persen.
Kondisi ini membuat pengendara di ibu kota kehilangan sekitar 125 jam setiap tahunnya hanya di dalam kabin saat jam sibuk.
Pada situasi lalu lintas padat di mana kendaraan konvensional membakar bahan bakar secara boros, DFSK E5 Plus mengandalkan dapur energi pertamanya.
Pada situasi lalu lintas padat di mana kendaraan konvensional membakar bahan bakar secara boros, DFSK E5 Plus mengandalkan dapur energi pertamanya.
Kombinasi motor listrik berdaya hingga 160 kW dan baterai berkapasitas 25 kWh yang ditenagai teknologi DE-i (Dual Energy Intelligent) memungkinkan mobil melaju dalam mode listrik murni sejauh kurang lebih 140 kilometer berdasarkan siklus pengujian NEDC.
Dengan rata-rata perjalanan komuter harian masyarakat urban berkisar antara 40 hingga 60 kilometer, pemilik kendaraan dapat mengisi daya baterai semalaman di rumah layaknya mengisi daya telepon genggam.
Dengan rata-rata perjalanan komuter harian masyarakat urban berkisar antara 40 hingga 60 kilometer, pemilik kendaraan dapat mengisi daya baterai semalaman di rumah layaknya mengisi daya telepon genggam.
Pendekatan ini membuat mobilitas harian di dalam kota dapat ditempuh tanpa harus menghidupkan mesin bensin sama sekali.
Selain itu, kendaraan ini dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) berkapasitas 25 kWh, yang memungkinkan mobil berfungsi sebagai genset portabel untuk menyuplai perangkat elektronik luar ruangan saat keadaan darurat atau berkemah.
Meskipun penggunaan harian di perkotaan dapat diandalkan melalui motor listrik, perjalanan jarak jauh ke luar kota sering kali memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi pengguna kendaraan elektrifikasi.
Ketangguhan Lintas Provinsi dan Dapur Energi Kedua
Meskipun penggunaan harian di perkotaan dapat diandalkan melalui motor listrik, perjalanan jarak jauh ke luar kota sering kali memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi pengguna kendaraan elektrifikasi.
Laporan PwC Electric Vehicle Readiness (eReadiness) 2025 yang dipublikasikan pada November 2025 mencatat bahwa 55 persen responden di Indonesia masih menganggap keterbatasan jarak tempuh sebagai hambatan utama dalam mengadopsi kendaraan listrik murni, disusul oleh keraguan terhadap daya tahan baterai sebesar 53 persen dan waktu pengisian daya sebanyak 42 persen.
Untuk menjawab tantangan infrastruktur pengisian daya yang belum merata di luar wilayah metropolitan, DFSK E5 Plus mengaktifkan dapur energi keduanya secara otomatis. Begitu kendaraan meninggalkan kawasan perkotaan dan beralih ke jalur tol antarprovinsi, mesin bensin mengambil alih peran tanpa memerlukan intervensi manual dari pengemudi.
Untuk menjawab tantangan infrastruktur pengisian daya yang belum merata di luar wilayah metropolitan, DFSK E5 Plus mengaktifkan dapur energi keduanya secara otomatis. Begitu kendaraan meninggalkan kawasan perkotaan dan beralih ke jalur tol antarprovinsi, mesin bensin mengambil alih peran tanpa memerlukan intervensi manual dari pengemudi.
Berdasarkan siklus NEDC, total jangkauan gabungan antara motor listrik dan mesin bensin ini diklaim mampu menembus angka hingga 1.400 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Pendekatan teknologi ini sejalan dengan temuan 2026 Global Automotive Consumer Study dari Deloitte yang dirilis awal tahun ini, di mana permintaan terhadap kendaraan listrik murni cenderung berhati-hati, sementara daya tarik kendaraan hybrid semakin menguat di mata konsumen global berkat faktor kepraktisan dan kemudahan akses pengisian energinya.
Marketing Director DFSK Indonesia, Alexander Barus, menjelaskan bahwa lini produk ini dirancang agar mudah diterima oleh masyarakat luas melalui konsep pelayanan yang praktis.
"Kami mengusung konsep NiCE agar konsumen Indonesia lebih mudah memahami berbagai fitur yang dimiliki kendaraan ini. E5 Plus menawarkan efisiensi tinggi, teknologi cerdas, sekaligus kenyamanan untuk keluarga," ujar Alexander Barus.
Selain sektor performa dan efisiensi energi, DFSK E5 Plus dirancang untuk meminimalkan kelelahan penumpang selama perjalanan jauh melalui dimensi bodi yang lapang.
Pendekatan teknologi ini sejalan dengan temuan 2026 Global Automotive Consumer Study dari Deloitte yang dirilis awal tahun ini, di mana permintaan terhadap kendaraan listrik murni cenderung berhati-hati, sementara daya tarik kendaraan hybrid semakin menguat di mata konsumen global berkat faktor kepraktisan dan kemudahan akses pengisian energinya.
Marketing Director DFSK Indonesia, Alexander Barus, menjelaskan bahwa lini produk ini dirancang agar mudah diterima oleh masyarakat luas melalui konsep pelayanan yang praktis.
"Kami mengusung konsep NiCE agar konsumen Indonesia lebih mudah memahami berbagai fitur yang dimiliki kendaraan ini. E5 Plus menawarkan efisiensi tinggi, teknologi cerdas, sekaligus kenyamanan untuk keluarga," ujar Alexander Barus.
Kenyamanan Kabin dan Fitur Keselamatan Kelas Premium
Selain sektor performa dan efisiensi energi, DFSK E5 Plus dirancang untuk meminimalkan kelelahan penumpang selama perjalanan jauh melalui dimensi bodi yang lapang.
Kendaraan ini memiliki panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 2.785 mm yang menaungi konfigurasi tiga baris bangku berbalut kulit untuk kapasitas tujuh penumpang.
Beberapa keunggulan kenyamanan yang disematkan meliputi:
Selama penyelenggaraan pameran GIIAS 2026, DFSK E5 Plus dipasarkan dengan harga spesial Rp479 juta On The Road (OTR) Jakarta. Selepas pameran berakhir, banderol harganya akan kembali normal menjadi Rp499 juta. Sebelum pengumuman harga resmi ini, pihak pabrikan mencatat angka pre-booking telah melampaui 1.200 unit.
President of DFSK, Amy Gong, menyampaikan komitmen strategis perusahaan terhadap pasar otomotif tanah air melalui peluncuran model terbaru ini.
"Peluncuran DFSK E5 PLUS di Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan global DFSK menuju era mobilitas energi baru. Indonesia adalah salah satu pasar strategis kami, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan nilai nyata bagi pelanggan," tutur Amy Gong.
Senada dengan hal tersebut, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, optimis bahwa produk ini mampu merebut pangsa pasar yang signifikan di segmen SUV Plug-in Hybrid.
"Dengan harga spesial Rp479 juta khusus selama pameran GIIAS 2026, dan harga normal Rp499 juta setelah periode pameran berakhir, DFSK E5 Plus menawarkan kombinasi teknologi elektrifikasi, kenyamanan premium, serta fitur yang sangat kompetitif di kelasnya," ungkap Cing Hok Rifin.
Guna memperkuat kepercayaan konsumen terhadap lini purnajualnya, DFSK menghadirkan program perawatan gratis selama lima tahun atau setara 100.000 kilometer. Program ini mencakup biaya jasa servis berkala, penggantian oli mesin, serta filter oli, yang dirancang khusus untuk mengeliminasi kekhawatiran calon pembeli terhadap biaya pemeliharaan jangka panjang.
Beberapa keunggulan kenyamanan yang disematkan meliputi:
- Kursi Berventilasi (Ventilated Seat): Tersedia pada baris pertama dan kedua untuk menjaga suhu tubuh tetap sejuk di iklim tropis.
- Redaman Frekuensi Selektif (Frequency Selective Damping): Suspensi cerdas yang mampu menyesuaikan tingkat redaman berdasarkan karakteristik permukaan jalan.
- Kesenyapan Kabin: Didukung oleh lebih dari 300 titik peredam suara serta sistem penjernih udara kabin yang mampu menyaring partikel hingga ukuran 2,5 mikron.
- Hiburan dan Teknologi: Layar sentuh infotainment utama berukuran 15,6 inci yang disandingkan dengan Rear Entertainment Display berukuran sama di baris kedua, tata suara 13 speaker, serta prosesor Qualcomm Snapdragon 8155 yang mendukung asisten suara pintar.
- Keselamatan Berkendara: Dilengkapi paket sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut atau ADAS Level 2.
Strategi Harga Resmi dan Program Purna Jual GIIAS 2026
Selama penyelenggaraan pameran GIIAS 2026, DFSK E5 Plus dipasarkan dengan harga spesial Rp479 juta On The Road (OTR) Jakarta. Selepas pameran berakhir, banderol harganya akan kembali normal menjadi Rp499 juta. Sebelum pengumuman harga resmi ini, pihak pabrikan mencatat angka pre-booking telah melampaui 1.200 unit.
President of DFSK, Amy Gong, menyampaikan komitmen strategis perusahaan terhadap pasar otomotif tanah air melalui peluncuran model terbaru ini.
"Peluncuran DFSK E5 PLUS di Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan global DFSK menuju era mobilitas energi baru. Indonesia adalah salah satu pasar strategis kami, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan nilai nyata bagi pelanggan," tutur Amy Gong.
Senada dengan hal tersebut, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, optimis bahwa produk ini mampu merebut pangsa pasar yang signifikan di segmen SUV Plug-in Hybrid.
"Dengan harga spesial Rp479 juta khusus selama pameran GIIAS 2026, dan harga normal Rp499 juta setelah periode pameran berakhir, DFSK E5 Plus menawarkan kombinasi teknologi elektrifikasi, kenyamanan premium, serta fitur yang sangat kompetitif di kelasnya," ungkap Cing Hok Rifin.
Guna memperkuat kepercayaan konsumen terhadap lini purnajualnya, DFSK menghadirkan program perawatan gratis selama lima tahun atau setara 100.000 kilometer. Program ini mencakup biaya jasa servis berkala, penggantian oli mesin, serta filter oli, yang dirancang khusus untuk mengeliminasi kekhawatiran calon pembeli terhadap biaya pemeliharaan jangka panjang.
(*)
FAQ: Tanya Jawab Seputar DFSK E5 Plus
Berapa harga resmi DFSK E5 Plus selama GIIAS 2026?
Selama periode pameran GIIAS 2026 di ICE BSD City, DFSK E5 Plus dipasarkan dengan harga spesial Rp479 juta OTR Jakarta, yang kemudian akan menyesuaikan menjadi Rp499 juta setelah pameran selesai.
Apa teknologi utama yang digunakan oleh DFSK E5 Plus?
Kendaraan ini menggunakan teknologi Dual-Energy Intelligent (DE-i) yang menggabungkan motor listrik bertenaga 160 kW, baterai 25 kWh untuk penggunaan perkotaan, serta mesin bensin konvensional untuk perjalanan lintas provinsi.
Berapa jarak tempuh maksimal yang ditawarkan oleh SUV hybrid ini?
Dalam mode listrik murni (pure electric), mobil ini mampu menjangkau jarak sekitar 140 kilometer, sementara total jangkauan gabungan dengan tangki bensin penuh dapat mencapai hingga 1.400 kilometer berdasarkan siklus pengujian NEDC.
Artikel ini telah terbit dalam judul: DFSK E5 Plus Meluncur di GIIAS 2026, SUV Plug-in Hybrid Berteknologi Dual-Energy
