Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
HEADLINE
Rekomendasi
Memuat Headline...
HEADLINE
News
Memuat artikel...
IKUTI SEPUTAR

UPDATE TEKNO TERBARU

Techno
Memuat artikel...

Gara-gara Ulah Gibran PM Malaysia Anwar Ibrahim Alami Kerugian Rp 881 Miliar

Gara-gara Ulah Gibran PM Malaysia Anwar Ibrahim Alami Kerugian Rp 881 Miliar
Gara-gara Ulah Gibran PM Malaysia Anwar Ibrahim Alami Kerugian Rp 881 Miliar


LANGGAMPOS.COM - Dunia bisnis dan teknologi regional kembali diguncang oleh kelanjutan kasus pelik yang mendera salah satu pionir rintisan teknologi akuakultur paling bersinar di Asia Tenggara.

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, secara terbuka mengonfirmasi bahwa lembaga pengelola dana pensiun negeri jiran, Retirement Fund Inc (KWAP), turut menjadi korban terseret dalam arus skandal penipuan berencana yang dilakukan oleh startup agritech asal Indonesia, eFishery.

Pernyataan resmi ini sontak membuka kembali lembaran hitam tata kelola perusahaan rintisan berstatus unicorn yang dulunya diagung-agungkan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan berbasis digital.

Di tengah gegap gempita inovasi sektor perikanan darat yang diusungnya, eFishery ternyata menyimpan borok manipulasi finansial sistematis yang kini merugikan investor institusional lintas negara hingga ratusan miliar rupiah.

Dampak Telak Terhadap Portofolio KWAP dan Konsorsium Global


Dalam sesi jawaban tertulis di Parlemen Malaysia yang dipublikasikan pada Sabtu (1/8/2026), Anwar Ibrahim membeberkan angka kerugian fantastis yang harus ditanggung oleh KWAP.

Dana pensiun pegawai negeri Malaysia tersebut tercatat menanamkan modal hampir mendekati nominal RM 200 juta, atau setara dengan kisaran Rp 881 miliar.

Keputusan investasi strategis yang diambil pada masa lalu tersebut, menurut Anwar, sebenarnya telah melalui prosedur operasional baku yang ketat.

Proses evaluasi dan tata kelola dijalankan berdasarkan instrumen informasi yang tersedia kala itu, lengkap dengan verifikasi laporan keuangan sah yang dikeluarkan oleh auditor bersertifikat berstandar internasional.

"Namun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan sebelumnya, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," tegas Anwar di hadapan para legislator parlemen.

Sebelum gelontoran modal disetujui, konsorsium investor global—termasuk di dalamnya KWAP—telah melaksanakan uji tuntas atau due diligence secara independen demi memastikan validitas setiap data yang disodorkan pihak korporasi.

Bukan Hanya Malaysia: Raksasa Investasi Dunia Ikut Terkecoh


Skandal manipulasi finansial ini membuktikan bahwa muslihat yang dijalankan oleh petinggi perusahaan rintisan tersebut dirancang dengan tingkat kecohan yang tinggi.

KWAP ternyata bukanlah satu-satunya institusi keuangan berkaliber kakap yang terjebak dalam pusaran keliru.

Deretan investor institusi global dan dana teknologi terkemuka dunia lainnya turut menyalurkan modal dalam skala masif ke eFishery.

Nama-nama besar seperti Temasek dari Singapura, SoftBank asal Jepang, 42XFund, hingga Northstar tercatat ikut membenamkan dana segar dalam aksi korporasi tersebut.

Sebagai kilas balik, pada tahun 2023 silam eFishery sukses meraup pendanaan Seri D senilai US$ 200 juta. Dari total akumulasi dana segar itu, KWAP menyumbang porsi investasi sebesar US$ 47,7 juta, yang jika dikalkulasikan kala itu bernilai sekitar RM 194,35 juta.

Pengungkapan fakta ini merupakan respons langsung atas pertanyaan kritis yang dilayangkan oleh anggota parlemen kawasan Subang, Wong Chen.

Ia mendesak adanya bentuk pertanggungjawaban serta evaluasi pengawasan ketat dari dewan direksi serta jajaran manajemen senior KWAP atas penempatan dana berukuran jumbo tersebut.

Langkah Hukum Tegas dan Restrukturisasi Internal Lembaga Pensiun


Menanggapi desakan publik dan parlemen terkait akuntabilitas penanganan krisis, Anwar memastikan bahwa konsorsium investor tidak tinggal diam.

Berbagai upaya hukum komprehensif telah ditempuh demi memulihkan kembali dana institusi yang telanjur amblas akibat tipu daya korporasi.

Di samping proses litigasi hukum di pengadilan, lembaga pengelola dana pensiun tersebut juga telah merampungkan audit internal secara menyeluruh.

Hasil investigasi mendalam ini telah diserahkan langsung kepada dewan pengurus KWAP sebagai landasan evaluasi struktural.

"KWAP tetap berkomitmen mengelola dana pensiun pegawai negeri secara transparan, etis, dan akuntabel. Perbaikan telah diterapkan untuk memperkuat perlindungan terhadap investasi di masa depan," pungkas pemimpin negeri jiran tersebut.

Ujung Palu Hakim Vonis 9 Tahun Penjara Bagi Mantan CEO eFishery Gibran Huzaifah


Kasus rekayasa laporan keuangan yang menjerat perusahaan rintisan dengan valuasi tinggi ini pada akhirnya harus berujung di kursi pesakitan peradilan hukum Indonesia.

Pada April lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis pidana penjara selama 9 tahun kepada mantan Chief Executive Officer (CEO) eFishery, Gibran Huzaifah.

Vonis berat tersebut dijatuhkan setelah Gibran terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana manipulasi laporan keuangan serta pencucian uang.

Selain hukuman badan, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan subsider kurungan pengganti selama 190 hari.

Tidak berjalan sendirian di ruang sidang, dua orang rekan kerjanya di jajaran manajemen puncak, yakni Angga Hadrian Raditya dan Andri Yadi, turut terseret dan dijatuhi sanksi hukum akibat keterlibatan langsung mereka dalam skema kejahatan korporasi tersebut.

Kronologi Terbongkarnya Kedok Manipulasi Finansial eFishery


Praktik culas dan rekayasa angka yang dilakukan oleh manajemen eFishery pertama kali terkuak ke permukaan berkat laporan dari seorang pembocor rahasia atau whistleblower. Temuan awal tersebut kemudian diperkuat oleh hasil investigasi independen yang dilakukan oleh lembaga auditor FTI Consulting.

Hasil audit investigatif menunjukkan indikasi kuat adanya pemalsuan pos pendapatan perusahaan hingga mendekati angka fantastis US$ 600 juta.

Temuan mengejutkan ini kemudian ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum melalui investigasi internal Bareskrim Polri serta laporan mendalam dari media investigasi ekonomi DealStreetAsia pada penghujung tahun 2024, yang mengonfirmasi adanya penggelembungan dana secara sistematis oleh para petinggi perusahaan sejak awal tahun operasional tersebut.

(*)

Frequently Asked Questions (FAQ)

Berapa besar kerugian yang dialami oleh dana pensiun Malaysia (KWAP) akibat kasus eFishery?


Lembaga pengelola dana pensiun Malaysia, KWAP, mengalami kerugian hampir mencapai RM 200 juta atau sekitar Rp 881 miliar akibat aksi penipuan dan manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen eFishery.

Siapa saja investor global selain KWAP yang turut terjebak dalam pendanaan eFishery?


Selain KWAP, sejumlah investor institusi global terkemuka yang ikut menanamkan modal dan terdampak meliputi Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar Group.

Apa hasil putusan pengadilan terhadap mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah?


Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung memvonis mantan CEO eFishery, Gibran Huzaifah, dengan hukuman 9 tahun penjara serta denda sebesar Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan atas kasus manipulasi laporan keuangan dan pencucian uang.

Bagaimana praktik manipulasi keuangan di eFishery pertama kali terbongkar?


Kecurangan ini pertama kali terungkap dari laporan seorang whistleblower serta temuan investigasi independen FTI Consulting, yang kemudian dikonfirmasi oleh Bareskrim Polri dan media DealStreetAsia pada akhir 2024.

Langkah apa saja yang diambil oleh konsorsium investor untuk menyelamatkan dana mereka?


Konsorsium investor telah menempuh jalur hukum untuk memulihkan dana investasi yang hilang, serta melakukan audit internal menyeluruh guna memperketat tata kelola investasi di masa mendatang.


Tag Artikel: 

eFishery, KWAP Malaysia, Gibran Huzaifah, Anwar Ibrahim, Skandal eFishery, Manipulasi Laporan Keuangan, Startup Indonesia, Berita Bisnis, Ekonomi Global



Foto Pilihan Selengkapnya >
Memuat foto pilihan...
Crypto
Memuat artikel...

Education

Indeks ›

Economy

Indeks ›
Dukungan Kreatif & Layanan

Suka dengan Artikel & Bantuan Langgam Pos?

Dukung kelanjutan operasional kami agar terus konsisten menyajikan konten informasi bermanfaat, ulasan mendalam, dan layanan bantuan terbaik setiap hari.

Terima kasih atas apresiasi dan dukungan tulus Anda ✨
QRIS Langgam Pos
NMID: ID1024337711724
Transaksi Mudah & Aman

Scan Pakai Apa Saja

  • GoPay, OVO, DANA & ShopeePay
  • BCA Mobile, Livin' by Mandiri
  • Semua Aplikasi M-Banking & QRIS Lainnya
Diawasi oleh Bank Indonesia & ASPI
Berita TRENDING