- Taruhan terhadap penurunan harga Bitcoin (short) kini mencapai titik ekstrem yang terakhir kali terlihat pada Agustus 2024.
- Data funding rate yang negatif menunjukkan dominasi sentimen bearish yang sangat kuat di kalangan trader.
- Kondisi pasar saat ini menciptakan peluang terjadinya short squeeze yang berpotensi memicu lonjakan harga mendadak.
LANGGAMPOS.COM - Pasar kripto saat ini sedang menyaksikan fenomena menarik di mana mayoritas trader justru bertaruh bahwa harga Bitcoin akan terus merosot.
Data terbaru dari Santiment mengungkapkan bahwa jumlah posisi short Bitcoin telah melonjak drastis, menyamai level yang terjadi pada Agustus 2024.
Kala itu, tingkat ketakutan pasar sangat tinggi, namun sejarah mencatat bahwa titik tersebut justru menjadi dasar sebelum harga berbalik arah.
Indikator utama yang menjadi sorotan adalah funding rate agregat di berbagai bursa besar yang kini terjun bebas ke zona negatif.
Funding rate yang negatif berarti trader yang mengambil posisi short harus membayar biaya periodik kepada trader yang mengambil posisi long.
Situasi ini biasanya terjadi ketika kepanikan atau FUD (Fear, Uncertainty, Doubt) sedang menguasai pasar secara masif.
Menariknya, kondisi ekstrem seperti ini sering kali menjadi sinyal kontra-indikator yang memicu pemulihan harga yang kuat.
Sebagai perbandingan, setelah peristiwa serupa pada Agustus 2024, Bitcoin berhasil melonjak sekitar 83% hanya dalam waktu empat bulan.
Kenaikan harga yang tiba-tiba saat posisi short menumpuk dapat memaksa para penjual untuk menutup posisi mereka secara paksa.
Proses likuidasi massal ini akan menciptakan tekanan beli yang sangat besar, atau yang lebih dikenal dengan istilah short squeeze.
Meskipun posisi short yang besar tidak menjamin reli harga akan langsung terjadi, risiko volatilitas ke atas kini menjadi sangat tinggi.
Analis berpendapat bahwa para trader bearish kemungkinan besar tidak akan menutup posisi mereka secara sukarela dalam waktu dekat.
Oleh karena itu, penyelesaian yang paling masuk akal dari ketidakseimbangan pasar ini adalah pergerakan harga ke atas yang didorong oleh likuidasi.
Para pelaku pasar kini memantau dengan cermat apakah sejarah akan terulang kembali atau tekanan jual akan tetap bertahan.
Kondisi pasar tetap berisiko tinggi bagi mereka yang menggunakan leverage besar tanpa strategi manajemen risiko yang ketat.
Sebagai perbandingan, setelah peristiwa serupa pada Agustus 2024, Bitcoin berhasil melonjak sekitar 83% hanya dalam waktu empat bulan.
Kenaikan harga yang tiba-tiba saat posisi short menumpuk dapat memaksa para penjual untuk menutup posisi mereka secara paksa.
Proses likuidasi massal ini akan menciptakan tekanan beli yang sangat besar, atau yang lebih dikenal dengan istilah short squeeze.
Meskipun posisi short yang besar tidak menjamin reli harga akan langsung terjadi, risiko volatilitas ke atas kini menjadi sangat tinggi.
Analis berpendapat bahwa para trader bearish kemungkinan besar tidak akan menutup posisi mereka secara sukarela dalam waktu dekat.
Oleh karena itu, penyelesaian yang paling masuk akal dari ketidakseimbangan pasar ini adalah pergerakan harga ke atas yang didorong oleh likuidasi.
Para pelaku pasar kini memantau dengan cermat apakah sejarah akan terulang kembali atau tekanan jual akan tetap bertahan.
Kondisi pasar tetap berisiko tinggi bagi mereka yang menggunakan leverage besar tanpa strategi manajemen risiko yang ketat.
(*)

