- Penelitian terbaru dari Universitas Harvard selama 43 tahun menunjukkan konsumsi rutin kopi dan teh dapat menurunkan risiko demensia.
- Kopi berkafein ditemukan memiliki efek perlindungan yang sedikit lebih kuat yakni sebesar 18% dibandingkan teh yang mencapai 14%.
- Kandungan kafein diduga menjadi komponen kunci karena kopi tanpa kafein tidak menunjukkan manfaat serupa pada fungsi kognitif.
LANGGAMPOS.COM - Memilih minuman di pagi hari ternyata bukan hanya soal selera lidah semata.
Sebuah studi besar terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan minum kopi atau teh berkaitan erat dengan kesehatan otak jangka panjang.
Riset yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Harvard ini melibatkan lebih dari 131.000 partisipan.
Para ahli memantau kebiasaan konsumsi para responden tersebut selama kurang lebih 43 tahun.
Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi kopi berkafein memiliki risiko demensia 18% lebih rendah.
Sementara itu, para pecinta teh mencatatkan penurunan risiko demensia sebesar 14% dibandingkan mereka yang jarang meminumnya.
"Hubungan terkuat terlihat pada konsumsi moderat dan konsisten," tulis peneliti dalam laporan yang diterbitkan di jurnal medis JAMA.
Manfaat paling optimal didapatkan jika Anda meminum dua hingga tiga cangkir kopi berkafein setiap harinya.
Untuk teh, asupan yang disarankan adalah sekitar satu hingga dua cangkir per hari dengan ukuran 240 mililiter.
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa kopi tanpa kafein atau decaf tidak memberikan efek perlindungan yang sama.
"Hal ini mengindikasikan bahwa kafein kemungkinan menjadi komponen kunci yang berkontribusi pada efek protektif terhadap otak," tulis tim peneliti.
Data menunjukkan bahwa peminum kopi dan teh berkafein lebih jarang mengeluh soal penurunan daya ingat.
Mereka juga memiliki skor yang lebih baik dalam tes kinerja kognitif secara objektif.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hasil ini tidak serta-merta menjadi solusi tunggal pencegahan kepikunan.
Kesehatan otak tetap bergantung pada gaya hidup sehat secara menyeluruh, seperti olahraga dan pola makan seimbang.
"Kopi dan teh bukan solusi tunggal untuk mencegah demensia, tetapi dapat menjadi bagian dari pendekatan gaya hidup sehat secara keseluruhan," tulis peneliti.
Kebiasaan minum harian ini bisa menjadi investasi sederhana untuk menjaga fungsi otak tetap tajam di masa tua.
(*)

