- Metode Kakeibo menekankan pencatatan keuangan secara manual menggunakan buku dan pena untuk meningkatkan kesadaran finansial.
- Strategi ini memprioritaskan tabungan di awal bulan sebelum mengalokasikan dana ke empat pos pengeluaran utama.
- Penerapan jeda 24 jam dan penggunaan uang tunai menjadi kunci dalam menekan perilaku belanja impulsif.
Kakeibo bukan sekadar mencatat angka. Metode ini diklaim mampu membantu seseorang memangkas pengeluaran yang tidak perlu hingga 25 persen.
Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh jurnalis Makoto Hani pada tahun 1994. Kemudian, cara ini semakin mendunia setelah Fumiko Chiba merilis buku berjudul Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money pada 2017 lalu.
Keunikan Kakeibo terletak pada penggunaan media fisik. Anda disarankan tidak menggunakan aplikasi digital atau Excel, melainkan menulis secara manual di buku sebagai bentuk meditasi untuk mengamati kebiasaan belanja.
Sebelum membeli sesuatu, metode ini mengharuskan Anda mengajukan beberapa pertanyaan reflektif kepada diri sendiri:
"Bisakah saya hidup tanpa barang ini?"
"Berdasarkan situasi keuangan saya saat ini, apakah saya mampu membelinya?"
"Apakah saya akan benar-benar menggunakannya?"
"Apakah saya punya tempat untuk itu?"
"Bagaimana saya pertama kali menemukan barang ini?"
"Bagaimana keadaan emosi saya hari ini?"
"Bagaimana perasaan saya tentang membelinya?"
Selain refleksi tersebut, berikut adalah enam langkah praktis menabung ala orang Jepang yang bisa Anda terapkan:
1. Catat Seluruh Pemasukan secara Manual
Mulailah dengan mencatat semua pendapatan di awal bulan, baik gaji rutin maupun penghasilan tambahan. Gunakan pena dan buku agar Anda lebih meresapi setiap angka yang ditulis.
2. Tabung Dulu Baru Alokasikan Sisa Dana
Berbeda dengan kebiasaan umum, Kakeibo menyarankan untuk menyisihkan uang tabungan di awal. Setelah itu, sisa uang baru dibagi ke empat pos: survival (kebutuhan pokok), optional (hiburan), culture (wawasan), dan extra (pengeluaran tak terduga).
3. Terapkan Aturan Tunggu 24 Jam
Jangan terburu-buru membeli barang yang Anda sukai. Orang Jepang biasanya memberikan waktu satu hari penuh untuk berpikir apakah barang tersebut benar-benar kebutuhan atau sekadar keinginan sesaat.
4. Rutin Memeriksa Saldo Rekening
Sering memantau saldo akan membuat Anda lebih waspada. Kebiasaan ini membantu Anda tetap fokus pada batas maksimal uang yang boleh dikeluarkan.
5. Pasang Pengingat di Dompet
Trik unik lainnya adalah menaruh catatan kecil di dalam dompet. Tulislah kalimat "Apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?" sebagai alarm visual sebelum melakukan transaksi.
6. Prioritaskan Transaksi Tunai
Menggunakan kartu debit atau kredit sering kali membuat kita tidak sadar akan jumlah uang yang keluar. Dengan uang tunai, Anda akan jauh lebih sadar secara psikologis mengenai nominal yang telah dibelanjakan.
Penerapan metode Kakeibo secara disiplin diharapkan mampu mengubah pola pikir konsumtif menjadi lebih bijak. Uang pun akan lebih cepat terkumpul untuk masa depan lebih baik.
(*)

