Iklan

Tuesday, February 17, 2026, 9:03 AM WIB
Last Updated 2026-02-17T02:03:16Z
Lifestyle

Jelajah Singkat Belarusia, Negara dengan Aturan Ketat dan Pesona Alam yang Autentik

Jelajah Singkat Belarusia, Negara dengan Aturan Ketat dan Pesona Alam yang Autentik


  • Belarusia merupakan negara Eropa Timur yang terkurung daratan dengan kekayaan alam berupa 40% hutan dan danau, serta menjadi satu-satunya negara Eropa yang masih menerapkan hukuman mati.
  • Kondisi sosial unik ditandai dengan dominasi perempuan di sektor tenaga kerja akibat migrasi besar-besaran kaum pria ke luar negeri untuk mencari upah yang lebih tinggi.
  • Wisatawan dapat menikmati fasilitas bebas visa 30 hari, namun wajib mematuhi aturan hukum yang sangat kaku terkait kebersihan dan perilaku di area publik.

LANGGAMPOS.COM - Belarusia, atau secara resmi Republik Belarus, sering disebut sebagai salah satu negara paling elegan di Eropa. Secara geografis, negara ini terletak di Eropa bagian utara dan tidak memiliki garis pantai sama sekali. Wilayahnya berbatasan dengan Polandia di barat, Lithuania dan Latvia di utara, serta Ukraina dan Rusia di sisi timur dan selatan.

Dengan luas daratan mencapai 207.000 km persegi, Belarusia sebenarnya lebih besar dari banyak negara Eropa lainnya. Namun, populasinya hanya sekitar 9,5 juta jiwa. Hal ini menciptakan suasana negara yang tenang, nyaman, dan jauh dari kesan kekacauan atau kepadatan yang berlebihan.

Bentang alamnya sangat khas, terdiri dari dataran rendah dan wilayah berawa yang luas. Sekitar 40% dari total lahan negara ini ditutupi oleh hutan lebat dan danau-danau cantik. Struktur geografis ini membuat Belarusia benar-benar terfokus pada kekuatan daratan yang terjepit di antara pengaruh Rusia dan Eropa Barat.

Sejarah negara ini penuh dengan dinamika konflik, terutama antara pengaruh Rusia dan Polandia. Sebelum abad ke-20, wilayahnya berkali-kali dibagi oleh kekaisaran Rusia, Polandia, dan Austria. Setelah sempat diduduki Jerman pada Perang Dunia I dan bergabung dengan Uni Soviet, Belarusia akhirnya mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1991.

Secara budaya dan keturunan, warga Belarusia memiliki kedekatan yang sangat erat dengan Rusia. Lebih dari 80% penduduknya menganut Kristen Ortodoks. Dalam hal fisik, mereka memiliki penampilan khas Slavia; umumnya berambut pirang, bermata cerah, bertubuh tinggi, dan dikenal memiliki paras yang sangat menawan.

Bagi Anda yang ingin berkunjung, kanal Youtube OS Indonesian menjelaskan bahwa akses menuju ibu kota Minsk cukup mudah melalui penerbangan langsung. Kabar baiknya, pemegang paspor dari berbagai negara bisa menikmati fasilitas bebas visa selama 30 hari, dengan catatan tidak menetap lebih dari 90 hari dalam setahun.

Namun, ada kewajiban administratif yang tidak boleh dilewatkan. Jika Anda tinggal lebih dari 5 hari, Anda wajib mendaftarkan alamat tinggal Anda. Selain itu, bagi warga non-Schengen, wajib memiliki asuransi kesehatan dengan biaya sekitar 31 Euro untuk satu bulan atau 170 Euro untuk satu tahun.

Untuk menetap dalam jangka panjang, prosedurnya jauh lebih ketat. Ada dua jalur utama yang bisa ditempuh: melalui pernikahan resmi dengan warga negara Belarusia atau menerima undangan kerja dari perusahaan resmi yang taat pajak. Jalur pekerjaan biasanya dianggap lebih cepat untuk mendapatkan izin tinggal.

Keamanan adalah salah satu keunggulan utama negara ini. Tingkat kejahatan sangat rendah dan terkendali. Meskipun masyarakatnya gemar bersenang-senang dan mengonsumsi alkohol seperti vodka atau bir dalam jumlah besar, mereka dikenal mampu mengendalikan diri sehingga ketertiban umum tetap terjaga.

Komunikasi di Belarusia akan jauh lebih mudah jika Anda menguasai bahasa Rusia atau Belarusia. Meskipun bahasa Inggris mulai banyak digunakan di Minsk, penduduk lokal akan jauh lebih cepat percaya dan terbuka jika diajak berbicara menggunakan bahasa asli mereka.

Dari segi ekonomi, mata uang yang digunakan adalah Rubel Belarusia. Upah minimum di sana tergolong rendah, yakni sekitar 150 Dolar. Namun, gaji rata-rata pekerja setelah potongan pajak berkisar antara 500 hingga 600 Dolar, yang masih dianggap cukup untuk biaya hidup standar.

Biaya sewa tempat tinggal di Minsk mengalami kenaikan signifikan belakangan ini akibat gelombang migran, dengan harga apartemen minimal 400 Dolar per bulan. Mayoritas bangunan tempat tinggal adalah gedung tua peninggalan era Soviet yang berusia 20 hingga 30 tahun namun masih kokoh.

Aturan di area publik sangat ketat dan diawasi oleh polisi sipil. Di taman kota, Anda dilarang keras membawa hewan peliharaan, bersepeda, merokok, atau minum alkohol. Membuang sampah sembarangan bukan hanya berakibat denda, tapi bagi warga asing bisa berujung pada deportasi mendadak.

Fakta unik lainnya adalah Belarusia menjadi satu-satunya negara di Eropa yang masih aktif menjalankan hukuman mati. Hal ini sering memicu kritik dari negara tetangga di Eropa, namun pemerintah setempat tetap mempertahankannya sebagai bagian dari kerangka hukum nasional yang tegas.

Dalam hal kuliner, babi adalah bahan utama dalam 80% hidangan daging, sehingga wisatawan Muslim harus sangat teliti saat memesan. Selain itu, ada budaya unik mengonsumsi ikan mentah. Kentang juga menjadi makanan pokok yang diolah menjadi lebih dari 300 jenis hidangan berbeda.

Sektor industri susu juga sangat maju, menjadikan Belarusia produsen susu terbesar di Eropa. Konsumsi produk susu alami yang tinggi diyakini menjadi alasan penduduknya memiliki tingkat kesehatan yang baik dan harapan hidup yang mencapai lebih dari 80 tahun.

Ketidakseimbangan populasi menjadi isu sosial tersendiri. Jumlah wanita mencapai 5 juta lebih, sementara pria hanya 4,5 juta. Banyak pria memilih bekerja di luar negeri karena masalah upah, sehingga Anda akan melihat wanita mendominasi berbagai sektor pekerjaan, mulai dari buruh hingga pemilik kios di pasar.

Budaya belanja di pasar tradisional Belarusia tidak mengenal tawar-menawar. Para pedagang, yang mayoritas adalah wanita, tidak suka bernegosiasi harga. Mereka lebih menghargai pembeli yang royal dan tidak terlalu menghitung recehan saat bertransaksi.

Terakhir, terlepas dari segala ketatnya aturan, rasisme hampir tidak ditemukan di sini. Warga lokal sangat ramah dan toleran terhadap orang asing. Banyak warga negara ini yang akhirnya menikah dengan orang asing dan memiliki hubungan yang hangat dengan dunia luar.

Menarik untuk melihat bagaimana Belarusia tetap teguh mempertahankan arsitektur dan warisan Sovietnya di tengah modernisasi. Negara ini menawarkan ketenangan, kebersihan, dan keteraturan yang sangat tinggi bagi siapa saja yang bersedia mematuhi hukum yang berlaku di sana.


(*)



Advertisement
close