- Elon Musk mengalihkan fokus SpaceX dari Mars ke Bulan dengan rencana membangun "Moonbase Alpha" untuk jaringan AI.
- Jeff Bezos melalui Blue Origin mempercepat program pendarat "Blue Moon" setelah menghentikan bisnis wisata luar angkasa.
- Persaingan ini dipicu oleh target NASA untuk mengalahkan misi Bulan China pada tahun 2030 melalui program Artemis.
LANGGAMPOS.COM - Ambisi luar angkasa dua orang terkaya di dunia, Elon Musk dan Jeff Bezos, kini memasuki babak baru yang lebih agresif.
Keduanya tengah berlomba-lomba untuk menancapkan pengaruh di Bulan sebelum negara lain mendahuluinya.
Mengutip laporan dari CNBC Indonesia, Elon Musk melalui SpaceX kini berencana membangun pangkalan yang disebut "Moonbase Alpha".
Mengutip laporan dari CNBC Indonesia, Elon Musk melalui SpaceX kini berencana membangun pangkalan yang disebut "Moonbase Alpha".
Selain itu, ia berniat menempatkan perangkat peluncur satelit langsung di permukaan Bulan.
Langkah ini cukup mengejutkan karena selama ini Musk dikenal sangat konsisten menggaungkan kolonisasi Planet Mars.
Langkah ini cukup mengejutkan karena selama ini Musk dikenal sangat konsisten menggaungkan kolonisasi Planet Mars.
Namun, menjelang penawaran saham perdana (IPO) SpaceX, fokusnya terlihat mulai bergeser ke arah Bulan.
Musk membayangkan pangkalan di Bulan tersebut akan menjadi pusat jaringan komputasi kecerdasan buatan (AI) miliknya.
Musk membayangkan pangkalan di Bulan tersebut akan menjadi pusat jaringan komputasi kecerdasan buatan (AI) miliknya.
Rencananya, akan ada hingga satu juta unit satelit yang terhubung dalam ekosistem luar angkasa tersebut.
Di sisi lain, Jeff Bezos tidak tinggal diam melihat pergerakan rivalnya. Blue Origin, perusahaan antariksa miliknya, juga meningkatkan fokus pada program pendaratan di Bulan dalam beberapa pekan terakhir.
Bezos bahkan rela menutup bisnis wisata luar angkasa suborbital miliknya demi mengalihkan sumber daya ke program pendarat Bulan "Blue Moon". Misi tanpa awak ke permukaan Bulan ditargetkan bisa terlaksana tahun ini.
Di sisi lain, Jeff Bezos tidak tinggal diam melihat pergerakan rivalnya. Blue Origin, perusahaan antariksa miliknya, juga meningkatkan fokus pada program pendaratan di Bulan dalam beberapa pekan terakhir.
Bezos bahkan rela menutup bisnis wisata luar angkasa suborbital miliknya demi mengalihkan sumber daya ke program pendarat Bulan "Blue Moon". Misi tanpa awak ke permukaan Bulan ditargetkan bisa terlaksana tahun ini.
Ketegangan antara keduanya sempat memuncak di media sosial. Setelah Musk mengunggah rencana pergeseran fokusnya ke Bulan, Bezos membalas dengan mengunggah gambar kura-kura hitam-putih.
Gambar tersebut merujuk pada fabel Aesop tentang kura-kura yang lambat namun konsisten. Ini sejalan dengan moto Blue Origin, "Gradatim Ferociter", yang berarti selangkah demi selangkah dengan ganas.
NASA sendiri memberikan dukungan dana miliaran dolar bagi SpaceX dan Blue Origin. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut sangat bergantung pada Starship milik SpaceX dan pendarat milik Blue Origin untuk program Artemis.
Target utama NASA adalah mendaratkan kembali astronot di Bulan sebelum misi China tiba pada 2030. Amerika Serikat terakhir kali mendaratkan manusia di satelit bumi tersebut pada tahun 1972 dalam program Apollo.
Musk juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun "kota yang tumbuh dengan sendirinya" di Bulan. Upaya ini merupakan bagian dari ekspansi xAI, perusahaan kecerdasan buatan yang baru saja diakuisisi SpaceX.
Meski Starship milik SpaceX telah meluncur 11 kali sejak 2023, tantangan besar masih menanti.
Masih banyak tahapan teknis seperti pengisian bahan bakar di orbit yang harus disempurnakan sebelum membawa manusia.
Persaingan dua miliarder ini ternyata memberikan dampak positif bagi industri antariksa secara keseluruhan. Banyak investor kini mulai melirik proyek-proyek yang berkaitan dengan eksplorasi Bulan.
"Ada perubahan pola pikir yang sangat terasa dari komunitas investor terhadap Bulan dalam dua tahun terakhir," ujar Justin Cyrus, CEO Lunar Outpost, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.
Kehadiran SpaceX dan Blue Origin dipandang membantu NASA untuk tetap kompetitif secara global. Rivalitas yang mendesak ini memaksa kedua perusahaan untuk bekerja lebih cepat dan inovatif dalam menaklukkan Bulan.
Persaingan dua miliarder ini ternyata memberikan dampak positif bagi industri antariksa secara keseluruhan. Banyak investor kini mulai melirik proyek-proyek yang berkaitan dengan eksplorasi Bulan.
"Ada perubahan pola pikir yang sangat terasa dari komunitas investor terhadap Bulan dalam dua tahun terakhir," ujar Justin Cyrus, CEO Lunar Outpost, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.
Kehadiran SpaceX dan Blue Origin dipandang membantu NASA untuk tetap kompetitif secara global. Rivalitas yang mendesak ini memaksa kedua perusahaan untuk bekerja lebih cepat dan inovatif dalam menaklukkan Bulan.
(*)

