Skip to content Skip to sidebar Skip to footer
HEADLINE
Memuat Headline...
HEADLINE
News
Memuat artikel...
IKUTI SEPUTAR

UPDATE TEKNO TERBARU

Techno
Memuat artikel...

Fadli Zon dan PANDI Luncurkan Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara untuk Hidupkan Warisan Budaya

Fadli Zon dan PANDI Luncurkan Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara untuk Hidupkan Warisan Budaya
Fadli Zon dan PANDI Luncurkan Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara 



LANGGAMPOS.COM - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) resmi menginisiasi langkah strategis dalam menjaga identitas bangsa.

Melalui ajang Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara, pemerintah dan pegiat internet berupaya memperkuat literasi budaya sekaligus mengintegrasikan warisan aksara lokal ke dalam ruang digital modern.

Soft launching program ini diselenggarakan secara resmi di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Selasa (22/7/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian semarak menyambut Hari Aksara Internasional, dengan misi utama mendorong masyarakat—khususnya generasi muda—untuk mengenal, menggunakan, dan melestarikan kembali kekayaan aksara daerah.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penguatan ekosistem digital nasional harus senantiasa diiringi dengan upaya pelestarian warisan budaya.

Menurutnya, aksara Nusantara tidak boleh hanya menjadi catatan sejarah di atas naskah kuno, melainkan harus bertransformasi menjadi living heritage (warisan yang hidup) yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Hari ini saya berdialog dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Gedung E Kementerian Kebudayaan. Pertemuan membahas inisiatif digitalisasi aksara Nusantara sebagai upaya untuk menjaga dan merawat identitas bangsa, melalui domain .id yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga membahas terkait inisiatif peluncuran domain dan lomba menulis dongeng anak menggunakan Aksara Nusantara di ruang digital," ujar Fadli Zon.

Lebih lanjut, Fadli memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor ini.

Ia menilai inisiatif penggunaan domain berbasis aksara lokal serta pemanfaatan teknologi internet merupakan jembatan penting agar kebudayaan tradisional tetap lestari dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas di era digital.

Sementara itu, Ketua PANDI Isnawan Aslam menjelaskan bahwa pemilihan media dongeng anak bukanlah tanpa alasan. Dongeng dinilai memiliki nilai edukatif serta ikatan emosional yang sangat kuat dengan masyarakat, khususnya dalam lingkungan keluarga.

"Melalui lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara, kami ingin menghadirkan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda untuk mengenal kembali aksara daerah," jelas Isnawan.

Pemanfaatan media bercerita ini diyakini sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur, daya imajinasi, penguasaan bahasa, serta kebanggaan terhadap kebudayaan ibu pertiwi sejak usia dini. Melalui ajang ini, masyarakat luas—mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas budaya, hingga pegiat literasi—diberikan ruang partisipasi seluas-luasnya untuk berkarya.

Sebagai bentuk penghargaan tertinggi bagi para kreator sastra dan budaya, Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan Piala Menteri Kebudayaan yang akan diperebutkan oleh para pemenang dari berbagai kategori.

Pendaftaran resmi untuk Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara akan dibuka mulai tanggal 8 Agustus 2026.

Masyarakat yang tertarik mengikuti ajang bergengsi ini dapat memantau langsung informasi lengkap mengenai syarat ketentuan, kategori peserta, jenis aksara daerah yang dapat digunakan, jadwal seleksi, hingga mekanisme pengiriman naskah melalui laman resmi lombaaksaranusantara.id.

PANDI bersama Kementerian Kebudayaan berharap sinergi ini tidak berhenti sekadar sebagai kegiatan seremonial semata.

Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, lembaga pengelola domain, sekolah, akademisi, hingga komunitas aksara ini diharapkan mampu memperluas penetrasi aksara daerah, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas digital Indonesia di masa depan.

(*)



FAQ:

Apa tujuan utama dari Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara?


Lomba ini bertujuan untuk memperkuat literasi budaya, memperkenalkan kembali aksara Nusantara kepada generasi muda, serta menghidupkan warisan budaya (living heritage) di ruang digital melalui media dongeng anak.

Kapan pendaftaran lomba menulis dongeng ini dibuka?


Pendaftaran resmi akan dibuka mulai tanggal 8 Agustus 2026. Calon peserta dapat mengakses informasi lengkapnya melalui situs web resmi lombaaksaranusantara.id.

Siapa saja pihak yang dapat mengikuti kompetisi ini?


Kompetisi ini terbuka secara luas bagi masyarakat umum, termasuk pelajar, mahasiswa, komunitas budaya, pegiat literasi, guru, serta para penulis dan pemerhati sastra anak.

Apa hadiah yang disiapkan bagi para pemenang lomba?


Sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari negara, para pemenang lomba akan memperebutkan Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Di mana soft launching program ini diselenggarakan?


Soft launching atau peluncuran awal program ini dilaksanakan di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada hari Selasa, 22 Juli 2026.

Apa peran PANDI dalam penyelenggaraan acara ini?


PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) berperan dalam mendorong pemanfaatan aksara lokal di ruang digital serta menginisiasi penggunaan domain .id berbasis aksara Nusantara untuk menjaga identitas bangsa.


Tag Artikel:

Fadli Zon, PANDI, Kementerian Kebudayaan, Lomba Menulis Dongeng, Aksara Nusantara, Hari Aksara Internasional, Literasi Budaya, Digitalisasi Budaya, Dongeng Anak, Identitas Digital, Domain ID, Living Heritage, Berita Kebudayaan
Memuat foto pilihan...
Crypto
Memuat artikel...

Education

Indeks ›

Economy

Indeks ›