- Michael Saylor memberikan sinyal kuat akan melakukan transaksi pembelian Bitcoin ke-99 untuk perusahaannya.
- MicroStrategy tetap agresif menambah aset meskipun mencatatkan kerugian kuartal sebesar $12,4 miliar.
- Perusahaan mengklaim tetap aman secara finansial bahkan jika harga Bitcoin anjlok hingga ke level $8.000.
LANGGAMPOS.COM - Keyakinan terhadap masa depan Bitcoin tampaknya tidak tergoyahkan bagi pemegang korporasi BTC terbesar di dunia, MicroStrategy.
Di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, Chairman Eksekutif MicroStrategy, Michael Saylor, memberikan kode mengenai rencana penambahan aset kripto mereka.
Berdasarkan laporan dari AMBCrypto, Saylor baru-baru ini membagikan grafik akumulasi Bitcoin perusahaannya melalui media sosial X.
Unggahan tersebut mengisyaratkan bahwa transaksi pembelian ke-99 akan segera dilakukan, melanjutkan tren pembelian selama 12 minggu berturut-turut.
Pada 9 Februari lalu, perusahaan ini baru saja membeli 1.142 BTC senilai lebih dari $90 juta, yang membuat total kepemilikan mereka menjadi 714.644 BTC.
Langkah berani ini diambil saat harga Bitcoin sedang mengalami tekanan dan berada di bawah harga pembelian rata-rata perusahaan sebesar $76.000.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Bitcoin mencatatkan kerugian berturut-turut pada bulan Januari dan Februari di tahun yang sama.
Mengutip data dari AMBCrypto, Bitcoin turun lebih dari 10% pada Januari dan merosot lagi 13% pada Februari 2026.
Meskipun MicroStrategy melaporkan kerugian besar sebesar $12,4 miliar pada kuartal keempat 2025, manajemen perusahaan tetap tenang.
Saham perusahaan sempat turun sekitar 17% akibat laporan tersebut, namun langkah cepat diambil untuk meredam kekhawatiran investor.
Perusahaan menyatakan memiliki neraca keuangan yang kuat dan jadwal jatuh tempo utang yang tertata dengan sangat baik.
Bahkan, MicroStrategy mengklaim masih bisa bertahan meskipun harga Bitcoin jatuh hingga ke angka ekstrem $8.000 per koin.
Guna mengurangi tekanan finansial, perusahaan juga berencana mengubah sebagian utangnya menjadi ekuitas secara bertahap.
Langkah ini mempertegas komitmen jangka panjang Saylor untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan utama perusahaan masa depan.
Pada 9 Februari lalu, perusahaan ini baru saja membeli 1.142 BTC senilai lebih dari $90 juta, yang membuat total kepemilikan mereka menjadi 714.644 BTC.
Langkah berani ini diambil saat harga Bitcoin sedang mengalami tekanan dan berada di bawah harga pembelian rata-rata perusahaan sebesar $76.000.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Bitcoin mencatatkan kerugian berturut-turut pada bulan Januari dan Februari di tahun yang sama.
Mengutip data dari AMBCrypto, Bitcoin turun lebih dari 10% pada Januari dan merosot lagi 13% pada Februari 2026.
Meskipun MicroStrategy melaporkan kerugian besar sebesar $12,4 miliar pada kuartal keempat 2025, manajemen perusahaan tetap tenang.
Saham perusahaan sempat turun sekitar 17% akibat laporan tersebut, namun langkah cepat diambil untuk meredam kekhawatiran investor.
Perusahaan menyatakan memiliki neraca keuangan yang kuat dan jadwal jatuh tempo utang yang tertata dengan sangat baik.
Bahkan, MicroStrategy mengklaim masih bisa bertahan meskipun harga Bitcoin jatuh hingga ke angka ekstrem $8.000 per koin.
Guna mengurangi tekanan finansial, perusahaan juga berencana mengubah sebagian utangnya menjadi ekuitas secara bertahap.
Langkah ini mempertegas komitmen jangka panjang Saylor untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan utama perusahaan masa depan.
(*)

