Iklan

Thursday, April 23, 2026, 10:26 PM WIB
Last Updated 2026-04-23T15:26:40Z
Regional

Rayakan Hari Kartini, DWP Diskominfo Sumenep Lestarikan Tradisi Lisan Melalui Lomba Ngejung 2026

Rayakan Hari Kartini, DWP Diskominfo Sumenep Lestarikan Tradisi Lisan Melalui Lomba Ngejung 2026


  • Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskominfo Sumenep memperingati Hari Kartini 2026 dengan menggelar kompetisi seni tradisional Ngejung.
  • Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menjaga hak paten budaya lokal agar tidak punah ditelan zaman.
  • Ketua DWP Diskominfo Sumenep menegaskan bahwa kreativitas dalam melestarikan budaya adalah cerminan semangat Kartini modern.


LANGGAMPOS.COM - SUMENEP -
Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali bergelora di Kabupaten Sumenep, namun dengan sentuhan yang berbeda dan sarat akan nilai kearifan lokal.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskominfo Sumenep memilih cara yang autentik untuk memperingati hari bersejarah tersebut dengan menggelar Lomba Ngejung pada Selasa (21/04/2026).

Alih-alih melaksanakan seremonial atau perlombaan modern, organisasi para istri ASN ini justru fokus menghidupkan kembali tradisi lisan yang mulai langka.

Aula Kantor Diskominfo Sumenep yang menjadi lokasi acara tampak semarak, dipenuhi oleh para peserta yang antusias menampilkan bakat seninya.

Setiap anggota DWP tampil maksimal di atas panggung, membuktikan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas pada urusan domestik, namun juga sebagai penjaga gawang kebudayaan.

Ketua DWP Diskominfo Sumenep, Ny. Dewi Indra, menegaskan bahwa pemilihan Ngejung dalam ajang ini merupakan sebuah misi ideologis untuk menjaga identitas daerah.

Bagi masyarakat Sumenep, Ngejung bukan sekadar nyanyian atau tutur lisan biasa, melainkan sebuah warisan turun-temurun yang memiliki filosofi mendalam.

“Ngejung adalah tradisi lisan khas Kabupaten Sumenep dan sudah menjadi hak paten kita. Melalui lomba ini, kami ingin mengangkat kembali budaya lokal tersebut,” ujar Dewi saat membuka acara secara resmi.

Ia menilai, di tengah gempuran budaya global, diperlukan langkah konkret agar kekayaan intelektual milik leluhur Sumenep tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Oleh karena itu, Hari Kartini menjadi momentum yang paling tepat untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki andil besar dalam konservasi budaya.

Dewi juga menambahkan bahwa selain sebagai upaya pelestarian, kegiatan ini merupakan wadah yang efektif untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota.

Interaksi yang terjalin selama persiapan hingga pelaksanaan lomba diharapkan mampu membangun kekompakan di lingkungan internal DWP Diskominfo Sumenep.

“Lomba Ngejung bukan hanya sekadar kompetisi atau wadah silaturahmi, tetapi juga menjadi wujud nyata bahwa sosok Kartini masa kini adalah pribadi yang kreatif dan bangga pada budayanya,” imbuhnya.

Ungkapan tersebut seolah menegaskan bahwa definisi modernitas bagi perempuan saat ini tidak boleh meninggalkan akar tradisi yang membentuk jati diri mereka.

Dalam suasana yang penuh kehangatan tersebut, Dewi tak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah memberanikan diri tampil di podium.

Ia melihat keberanian tampil dan kemauan untuk mempelajari kembali teknik Ngejung sebagai prestasi tersendiri yang patut dibanggakan.

Menutup sambutannya, ia berpesan agar semangat untuk terus berkarya dan melestarikan nilai-nilai luhur tidak berhenti hanya sampai di pengujung acara lomba saja.

“Saya berharap seluruh peserta menampilkan yang terbaik dan terus membawa semangat ini di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya dengan nada penuh harapan.


(*)
Advertisement
close