Iklan

Saturday, April 25, 2026, 11:43 AM WIB
Last Updated 2026-04-25T04:43:53Z
Regional

GP Ansor Buleleng Dilantik, Wabup Supriatna Tekankan Peran Pemuda Tangkal Hoaks dan Radikalisme

GP Ansor Buleleng Dilantik, Wabup Supriatna Tekankan Peran Pemuda Tangkal Hoaks dan Radikalisme


  • Wakil Bupati Buleleng mengajak GP Ansor memperkuat stabilitas sosial di tengah ancaman disinformasi dan gesekan masyarakat.
  • Pelantikan PAC GP Ansor se-Kabupaten Buleleng digelar bertepatan dengan perayaan Harlah ke-92 di Kantor Bupati.
  • Organisasi didorong menciptakan program yang menyentuh isu kemiskinan dan moderasi beragama di Bali Utara.

LANGGAMPOS.COM - Penyebaran hoaks dan potensi gesekan sosial di tengah masyarakat majemuk menjadi tantangan serius yang memerlukan peran aktif organisasi kepemudaan sebagai garda terdepan.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Buleleng kini didorong untuk mengambil peran lebih kuat dalam menjaga harmoni dan persatuan di wilayah Bali Utara.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, saat menghadiri pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Buleleng, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Praja Winangun, Kantor Bupati Buleleng ini, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor yang ke-92.

Supriatna menilai bahwa GP Ansor memiliki posisi strategis sebagai organisasi pemuda berbasis keagamaan yang konsisten menjaga stabilitas sosial di daerah selama ini.

Peran tersebut dianggap semakin krusial di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah serta tantangan digital yang semakin kompleks.

“GP Ansor bukan hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Buleleng,” ujarnya.

Ia menggarisbawahi bahwa persoalan saat ini tidak hanya berkutat pada masalah sosial ekonomi, tetapi juga derasnya arus informasi yang sering kali menyesatkan.

Kondisi tersebut menuntut para kader pemuda untuk lebih tanggap dan aktif dalam memberikan edukasi serta melakukan filtrasi informasi di tingkat akar rumput.

“Hoaks, kemiskinan, hingga potensi radikalisme adalah tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Di sinilah peran organisasi seperti GP Ansor menjadi penting,” tegas Supriatna.

Selain isu eksternal, Supriatna juga mengingatkan para pengurus PAC yang baru dilantik agar tidak hanya terjebak pada urusan formalitas internal organisasi.

Ia berharap para kader mampu melahirkan inovasi dan program kerja yang adaptif, terutama yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Buleleng.

Di tempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Buleleng menjelaskan bahwa pelantikan ini adalah bagian dari upaya penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan.

Langkah konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan kualitas kaderisasi tetap terjaga sekaligus meningkatkan militansi anggota dalam mengawal kepentingan umat dan negara.

Diharapkan kepengurusan yang baru ini dapat bekerja lebih solid, progresif, dan senantiasa responsif terhadap segala bentuk dinamika sosial yang muncul.

Menariknya, acara pelantikan ini juga diisi dengan diskusi bedah buku tentang sosok ulama kharismatik, KH. Abdul Wahab Hasbullah.

Sesi tersebut menjadi wadah refleksi bagi kader untuk mendalami nilai-nilai keislaman yang moderat, nasionalis, dan berlandaskan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah.

Melalui spirit perjuangan para pendiri, GP Ansor Buleleng berkomitmen untuk terus menjadi benteng pertahanan bagi keutuhan NKRI di tengah keberagaman.


(*)
Advertisement